Twitter Luncurkan Layanan Berlangganan Rp 1 Juta Per Bulan - Kompas.com

Twitter Luncurkan Layanan Berlangganan Rp 1 Juta Per Bulan

Wahyunanda Kusuma Pertiwi
Kompas.com - 10/11/2017, 13:22 WIB
Twitter.Getty/BBC Twitter.

KOMPAS.com - Twitter resmi meluncurkan fitur berlangganan atau ad subscription yang diberi nama "Promote Mode". Fitur ini baru dirilis secara public beta, atau sudah resmi namun masih terbatas untuk pengguna di Inggris dan Amerika Serikat (AS) saja. 

Twitter mulai menguji coba fitur Promote Mode ini untuk sebagian pengguna yang terpilih (invite-only) semenjak Juli 2017 lalu. Kini, Twitter mulai menyediakannya untuk publik yang lebih luas.

Fitur Promote Mode ini membuat pengguna bisa mendongkrak impresi postingan dan profil mereka ke lebih banyak akun, termasuk yang bukan pengikut atau non-follwers di linimasa mereka.

Bagi mereka yang ingin memiliki fitur ini, harus membayar 99 dollar AS atau sekitar Rp 1 jutaan setiap bulan.

Baca juga : Twitter 280 Karakter Resmi di Seluruh Dunia

Dari mode ini, pengguna bisa memantau semua aktivitas periklanan, termasuk berapa jumlah pengikut yang telah mereka dapatkan dan berapa banyak akun yang telah melihat postingan iklan mereka dan mengunjungi profil mereka.

Jika menggunakan desktop, pengguna dapat mengakses fitur ini sekaligus melihat metriks melalui Sprout Social, software yang bergerak dalam bidang manajemen media sosial, advokasi dan analitik bisnis.

Meskipun Twitter menyuguhkan cara otomatis untuk mempromosikan postingan, tetap saja kesuksesan iklan ditentukan oleh konten yang dibuat pengguna. Dilansir KompasTekno dari Engadget, Kamis (9/11/2017), postingan untuk iklan tetap harus memuat konten yang bagus, informatif, atau sedikit jenaka untuk meyakinkan calon followers bersedia menguntit setiap postingan iklan mereka.

Baca juga : Koleksi Saham Teknologi Pangeran Alwaleed, dari Twitter hingga JD.com

Fitur Promote Mode nampak untuk menggenjot keuntungan Twitter. Asumsi ini muncul setelah Twitter melaporkan bahwa mereka mengalami keruggian mendekati 21 juta dollar AS atau Rp 3 miliar pada kuartal III 2017.

Jika fitur ini tidak berjalan sesuai harapan, maka akan sulit bagi Twitter untuk meraup kembali keuntungan perusahaan.

Rencananya, fitur Promote Mode ini juga akan dirilis di Jepang. Belum ada bocoran kapan fitur ini bisa dimanfaatkan di Indonesia.

PenulisWahyunanda Kusuma Pertiwi
EditorReska K. Nistanto
SumberENGADGET
Komentar
Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM