Foto “Bokeh” Galaxy J7 Plus Tak Perlu Jepret dari Jauh - Kompas.com

Foto “Bokeh” Galaxy J7 Plus Tak Perlu Jepret dari Jauh

Oik Yusuf
Kompas.com - 14/11/2017, 19:04 WIB
Samsung Galaxy J7 PlusFatimah Kartini Bohang/Kompas.com Samsung Galaxy J7 Plus
KOMPAS.com - Salah satu fitur unggulan dari Galaxy J7 Plus, smartphone kelas menengah terbaru besutan Samsung, adalah kamera ganda di bagian punggung. 
 
Modul dual camera dengan satu kamera 13 megapiksel dan satu kamera 5 megapiksel ini sanggup menghasilkan efek "bokeh" (depth-of-field) dalam foto, di mana latar belakang tampak buram, sementara subyek utama tetap tampil tajam sehingga tampak menarik seperti foto jepretan DSLR.
 
Dibandingkan beberapa model smartphone lain seperti Galaxy Note 8 yang dibekali kamera ganda dengan konfigurasi lensa wide dan telephoto, dual camera Galaxy J7 Plus ternyata memiliki kelebihannya sendiri, yakni tak harus menjaga jarak tertentu dengan subyek foto apabila ingin memunculkan efek "bokeh".
 
Hal tersebut diungkapkan oleh pengamat gadget Romi Hidayat dalam acara media workshop Samsung Galaxy J7 Plus di Jakarta, Rabu (1/11/2017).
 
"Kalau mau foto dengan efek bokeh menggunakan lensa tele pada smartphone, biasanya kita harus menjaga jarak sekitar 1 hingga 2 meter agar kamera bisa mengukur kedalaman foto. Namun, dengan Galaxy J7 Plus, karena kedua lensanya sama-sama wide, jadi kita bisa memotret 'bokeh' dari jarak berapapun," terang Romi.
 
Kemampuan "bokeh" Galaxy J7 Plus bisa terasa manfaatnya saat pengguna ingin memotret subyek tertentu dari jarak dekat -misalnya makanan- dan mendapatkan background yang buram.
 
Samsung sendiri saat ini baru memiliki dua model smartphone berkamera ganda, yakni Galaxy J7 Plus dan Galaxy Note 8 yang duduk di kelas high-end.

"Galaxy J7 Plus bisa dijadikan alternatif terjangkau untuk pengguna yang ingin mencicipi foto bokeh," kata Romi.

 
Trik memaksimalkan kualitas “bokeh” smartphone
 
Sedikit berbeda dari beberapa smartphone dual-camera lain seperti Galaxy Note 8, unit kamera ganda pada Galaxy J7 Plus tidak terdiri dari satu lensa wide dan satu lensa tele dengan bidang pandang lebih sempit untuk menjepret subyek di kejauhan.
 
Sebaliknya, kedua kamera Galaxy J7 Plus memiliki cakupan bidang pandang wide angle yang sama. Perbedaan di antara keduanya terletak pada jenis sensor dan aperture alias bukaan lensa. 
 
Satu kamera memiliki sensor 13 megapiksel dengan lensa berbukaan f/1.7, sementara lensa kedua memiliki sensor 5 megapiksel dengan lensa berbukaan f/1.9. Kamera 13 megapiksel berperan sebagai penangkap gambar utama, sementara kamera 5 megapiksel berfungsi mengukur jarak subyek foto untuk menghasilkan efek ”bokeh”.
 
Seperti halnya di smartphone lain, efek “bokeh” kamera Galaxy J7 Plus merupakan hasil simulasi software, bukan karena fenomena deptf-of-fied (ruang tajam) sungguhan sebagaimana yang terjadi di lensa kamera DSLR. 
 
Karena itu, ada kalanya efek yang dihasilkan tidak sempurna, seperti adanya pinggiran subyek yang “bocor” alias ikut diburamkan bersama background, padahal seharusnya tetap tajam.
 
Soal ini, vlogger teknologi Putu Reza punya trik jitu untuk memaksimalkan kualitas “bokeh” dari kamera smartphone, yakni dengan memilih background yang simple, misalnya memiliki pola atau warna seragam.
 
"Jangan pilih background yang 'ramai' atau kompleks. Kalau background simpel, hasilnya akan bagus. Soalnya sebagus apa pun, background yang kompleks membuat peluang 'bocor' semakin banyak," terang Putu Reza.
 
"Misalnya background pola batik, maka pasti ada peluang besar untuk 'bocor'. Tapi kalo lebih simple, seperti tembok warna cokelat, kalo setting dan cahaya bagus, tidak akan bocor," imbuhnya.


PenulisOik Yusuf
EditorReza Wahyudi
Komentar
Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM