AWS Rilis Kamera Pintar DeepLens, Apa Fungsinya? - Kompas.com

AWS Rilis Kamera Pintar DeepLens, Apa Fungsinya?

Palupi Annisa Auliani
Kompas.com - 02/12/2017, 07:55 WIB
Pengenalan peranti kamera video AWS DeepLens di ajang AWS re: Invent 2017, di Las Vegas, Amerika Serikat, Rabu (29/11/2017) waktu setempat.KOMPAS.com/PALUPI ANNISA AULIANI Pengenalan peranti kamera video AWS DeepLens di ajang AWS re: Invent 2017, di Las Vegas, Amerika Serikat, Rabu (29/11/2017) waktu setempat.


KOMPAS.com
Amazon Web Services ( AWS) membanjiri ajang AWS re: Invent 2017 dengan peluncuran layanan baru berbasis machine learning dan deep learning bagi para developer. Salah satunya adalah kamera video bisa seketika mengenali sesuatu, bahkan ekspresi wajah orang.

“Kami perkenalkan AWS DeepLens, (kamera video) pertama yang bekerja secara wireless dan dapat dipakai developer untuk berlatih menerapkan deep learning melalui lensa kamera,” kata CEO AWS, Andy Jassy dalam paparannya di panggung utama AWS re: Invent 2017, Rabu (28/11/2017).

AWS DeepLens, sebut Jassy, adalah peranti pertama di dunia yang diprogram dan didesain untuk berlatih menjalankan fungsi deep learning—tahapan mendalam dari kecerdasan buatan (artificial intelligence)—bagi setiap developer di dunia. Tak perlu latar belakang keahlian khusus di bidang ini untuk mengoperasikan dan menerapkannya dalam aplikasi yang digarap.

Pemikiran di balik perancangan kamera video AWS DeepLens yang keberadaannya diumumkan di panggung utama AWS re: Invent 2017 di Las Vegas, Amerika Serikat, Rabu (29/11/2017) waktu setempat. Kamera ini dijanjikan beredar pada 2018.KOMPAS.com/PALUPI ANNISA AULIANI Pemikiran di balik perancangan kamera video AWS DeepLens yang keberadaannya diumumkan di panggung utama AWS re: Invent 2017 di Las Vegas, Amerika Serikat, Rabu (29/11/2017) waktu setempat. Kamera ini dijanjikan beredar pada 2018.

“Siapa pun yang terus belajar tahu bahwa tak ada pengganti dari latihan (untuk memiliki kemampuan yang dipelajari). Kami berpikir keras agar semua developer dapat belajar deep learning dengan mudah dan cepat, yang kemudian dapat membantu pembuatan hampir semua aplikasi (berbasis pengenalan kamera),” papar Jassy.

Kemampuan pengenalan dilakukan AWS DeepLens melalui kamera video HD yang sudah ditanamkan kemampuan pengoptimalan penglihatan komputer berbasis algoritma deep learning. Proses pengenalan diklaim hanya berlangsung dalam hitungan detik.

Kamera tersebut memiliki kapasitas operasional deep learning 100 miliar kali per detik. Di dalam paket kamera ini tersedia pula contoh proyek dari AWS, berikut contoh pemrograman, dan model yang belum diolah sebagai bahan latihan.

Rincian kemampuan kamera video AWS DeepLens, kamera yang disiapkan bagi para developer untuk berlatih membuat aplikasi berbasis machine learning menggunakan pengenalan kamera. Pengumuman keberadaan AWS DeepLens dilakukan di panggung utama AWS re: Invent 2017 di Las Vegas, Amerika Serikat, Rabu (29/11/2017) waktu setempat.KOMPAS.com/PALUPI ANNISA AULIANI Rincian kemampuan kamera video AWS DeepLens, kamera yang disiapkan bagi para developer untuk berlatih membuat aplikasi berbasis machine learning menggunakan pengenalan kamera. Pengumuman keberadaan AWS DeepLens dilakukan di panggung utama AWS re: Invent 2017 di Las Vegas, Amerika Serikat, Rabu (29/11/2017) waktu setempat.

“Kami yakin, hanya butuh waktu 10 menit bagi developer tanpa latar belakang keahlian deep learning untuk menjalankan model deep learning pertama mereka,” ujar Jassy.

Sistem deep learning AWS DeepLens dibekali fungsi-fungsi bawaan AWS Lambda—yang dipakai untuk basis data—untuk menjalankan fungsi pengenalan yang akan digunakan dalam aplikasi besutan developer.

Menurut Jassy, pengenalan yang dapat dilatih menggunakan kamera ini tak hanya untuk wajah seseorang, tetapi juga beragam kebutuhan lain, seperti pengenalan nomor pelat kendaraan. Acuan pengenalan DeepLens menggunakan data dalam server yang terhubung ke cloud yang dikelola menggunakan AWS Lambda.  

Gambar penamapakan pertama AWS DeepLens di panggung utama AWS re: Invent 2017 di Las Vegas, Amerika Serikat, Rabu (29/11/2017) waktu setempat.KOMPAS.com/PALUPI ANNISA AULIANI Gambar penamapakan pertama AWS DeepLens di panggung utama AWS re: Invent 2017 di Las Vegas, Amerika Serikat, Rabu (29/11/2017) waktu setempat.

Karenanya, kemampuan fungsi kecerdasan dalam kamera ini antara lain bisa diterapkan pada aplikasi pembuka pintu otomatis gerbang berdasarkan pengenalan nomor pelat kendaraan.

Untuk pembuatan aplikasi penuh yang menyisipkan kemampuan pengenalan kamera, AWS DeepLens juga kompatibel dengan framework pemograman “instan” yang juga baru diluncurkan AWS, yaitu Amazon SageMaker.

Amazon SageMaker merupakan layanan penuh dari AWS bagi para pengembang aplikasi dan data scientist untuk dapat dengan cepat membuat, menjajal, mengemas, dan mengelola pemodelan machine learning besutannya.

“Alasan kami membangun perusahaan ini adalah menjadi solusi permasalahan para pelanggan. Demikian pula terkait machine learning. Dengan Amazon SageMaker, setiap orang atau perusahaan dapat membuat aplikasi (yang menyisipkan kemampuan machine learning) seperti yang perusahaan besar lakukan,” tegas Jassy.

Kemampuan layanan Amazon SageMaker dari Amazon Web Services yang diluncurkan di acara AWS re: Invent 2017 di Las Vegas, Amerika Serikat, pada Rabu (29/11/2017) waktu setempat.KOMPAS.com/PALUPI ANNISA AULIANI Kemampuan layanan Amazon SageMaker dari Amazon Web Services yang diluncurkan di acara AWS re: Invent 2017 di Las Vegas, Amerika Serikat, pada Rabu (29/11/2017) waktu setempat.

Jangan khawatir, imbuh Jassy, program bikinan sendiri tetap bisa dilayani Amazon SageMaker, tak melulu terpaku pada algoritma bawaan layanan ini. Namun, ujar dia, para developer sekarang tak perlu lagi selalu khawatir dengan hal lain di luar ide yang sedang dikerjakan seperti server dan lain-lain.

“Sekarang adalah era perubahan besar bagi penggunaan algoritma dan framework. Kami akan bantu selesaikan hal-hal di luar yang perlu Anda kerjakan (antara lain dengan Amazon SageMaker ini) tapi tetap memungkinkan juga Anda bekerja dengan framework lain,” papar Jassy.

Demo penggunaan DeepLens diperagakan oleh GM of Artificial Intteligence AWS, Matt Wood, pada kesempatan yang sama. Dalam peragaan itu, Wood menyisipkan penuturan tentang sejarah dan keterbatasan yang dihadapi para developer bila menerapkan machine learning menggunakan peralatan yang tak terkoneksi melalui jejaring cloud.

Machine learning sangat adaptif dan terus berubah cepat,” ujar Wood.

GM Artificial Intelligence Amazon Web Services (AWS) Matt Wood memeragakan kolaborasi Amazon SageMaker dan AWS DeepLens di panggung utama AWS re: Invent 2017 di Las Vegas, Amerika Serikat, Rabu (29/11/2017) waktu setmpat.KOMPAS.com/PALUPI ANNISA AULIANI GM Artificial Intelligence Amazon Web Services (AWS) Matt Wood memeragakan kolaborasi Amazon SageMaker dan AWS DeepLens di panggung utama AWS re: Invent 2017 di Las Vegas, Amerika Serikat, Rabu (29/11/2017) waktu setmpat.

Dalam peragaan itu, Wood memperlihatkan pola pencarian yang dilakukan kolaborasi algoritma dari Amazon SageMaker serta kemampuan pengenalan wajah dan ekspresi AWS DeepLens.

Menurut dia, eksplorasi menggunakan beragam algoritma dalam satu waktu menggunakan kombinasi kedua layanan AWS itu memberikan tingkat akurasi yang sangat tinggi. Wood mengumumkan pula, pengiriman pertama AWS DeepLens dijadwalkan pada 2018.

Berikut ini video peragaan kolaborasi Amazon SageMaker dan AWS DeepLens yang dilakukan Wood.

PenulisPalupi Annisa Auliani
EditorReska K. Nistanto
Komentar
Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM