Kakak Perempuan Zuckerberg Jadi Korban Pelecehan di Pesawat - Kompas.com

Kakak Perempuan Zuckerberg Jadi Korban Pelecehan di Pesawat

Rizky Chandra Septania
Kompas.com - 04/12/2017, 12:30 WIB
Randi Zukerberg, Saudara perempuan Mark Zukerberg sekaligus Mantan Eksekutif FacebookRandi Zukerberg Randi Zukerberg, Saudara perempuan Mark Zukerberg sekaligus Mantan Eksekutif Facebook

KOMPAS.com - Randi Zuckerberg, kakak perempuan pendiri Facebook mendapat perlakuan tak menyenangkan di pesawat.

Kakak Mark Zuckerberg itu mengalami pelecehan seksual secara verbal oleh seorang lelaki saat di pesawat. Ia saat itu tengah dalam penerbangan menggunakan Alaska Airlines dari Los Angeles ke Mazatlan Meksiko.

Seorang pria yang duduk di sampingnya kemudian mengucapkan kata-kata vulgar dan mengintimidasi Randi sebagai perempuan.

Dalam unggahannya di Facebook, Randi menyebutkan kejadian itu dilakukan oleh salah satu penumpang bangku kelas satu. Pria itu mulai mengeluarkan kata-kata cabul pada Randi sejak sebelum pesawat lepas landas.

Namun setelah lepas landas, pelecehan pria itu makin menjadi. Terlebih ketika si pria menenggak beberapa gelas minuman beralkohol.

"Merasa geram, jijik, dan dilecehkan saat melakukan penerbangan dengan Alaska Airlines di mana penumpang sebelah saya mengulangi ucapan seksual yang cabul, tidak pantas, dan tidak sopan pada saya," ucap Randi seperti dikutip KompasTekno dari New York Times, Senin (4/11/2017).

Randi yang sudah merasa risih lantas tidak tinggal diam. Ia mengadukan perbuatan penumpang tersebut pada awak kabin. Namun keluhannya diabaikan. Alasannya, pria tersebut merupakan pelanggan tetap dari maskapai dan disebut sifatnya memang seperti itu.

Pramugari pesawat lalu memberikan jalan tengah. Ia menawarkan Randi untuk pindah ke kursi lain. Namun tawaran tersebut ditolak oleh Randi yang pernah menjabat menjabat sebagai salah satu eksekutif di Facebook.

Menurut Randi, bukan dirinya yang harus pindah tempat duduk. Melainkan pria yang duduk di sampingnya.

"Saya lalu menyadari kenapa saya yang harus pindah? Sayalah yang dilecehkan oleh penumpang yang sudah diketahui para pramugari sering bertindak tidak patut sebelumnya," tulis Randi di akun Facebooknya.

Setelah mengalami kejadian tidak menyenangkan dalam penerbangan yang memakan waktu hingga tiga jam, Randi menayangkan keluhannya di akun Facebooknya. Ia juga melayangkan e-mail protes pada pihak Alaska Airlines.

Baca juga : Kisah Pendiri Facebook yang Menikah dengan Gadis Indonesia

Tanggapan Alaska Airlines

Menanggapi protes yang dilayangkan Randi, juru bicara Alaska Airlines, Ray Lane menyatakan pihaknya akan melakukan penyelidikan atas ketidaknyamanan yang dialami Randi.

Pihak maskapai telah menghubungi Randi dan menyatakan bahwa penumpang yang bersangkutan tidak boleh terbang menggunakan Alaska Airlines untuk sementara.

"Kami ingin para tamu merasa aman. Sebagai perusahaan, kami tidak memiliki toleransi terhadap segala jenis kesalahan seksual yang menciptakan lingkungan yang tidak aman bagi para tamu dan anggota kru kami," ujar Ray.

Setelah mendapat tanggapan dari pihak terkait, Randi memperbarui postingannya di Facebook. Ia bersyukur bahwa Alaska Airlines memberi perhatian pada kejahatan yang menimpa dirinya.

"Meskipun seharusnya tidak terjadi, saya bersyukur mereka menganggap serius situasi ini," tulis Randi.

Randi bisa saja menuntut Alaska Airlines ke pengadilan. Pasalnya, Alaska Airlines telah gagal melindungi Randi sebagai penumpang dari perilaku penumpang lain yang tidak menyenangkan.

Menurut Andrew J Maloney, seorang pengacara yang ahli dalam undang-undang penerbangan mengatakan bahwa maskapai penerbangan memiliki kewajiban hukum untuk melindungi penumpang dari pelecehan. Terlebih jika mereka mengetahui kejadian tersebut ada di depan mata.

"Saat Randi Zuckerberg memberitahu pramugari tentang perilaku pria ini, mereka seharusnya memindahkannya ke kursi yang berbeda atau mengeluarkannya dari pesawat terbang," ujar Maloney.

Baca juga : Kisah Asmara di Balik Mundurnya Bapak Android dari Google

Kasus pelecehan di pesawat

Pelecehan seksual yang dilakukan di atas pesawat bukan kali ini saja terjadi. Selain penumpang wanita, pramugari juga sering jadi korban pelecehan penumpang.

Tahun lalu, seorang gadis di bawah umur mengalami pelecehan seksual secara fisik. Saat itu, bocah berusia 13 tahun itu melakukan penerbangan tanpa didampingi orang tua.

Dalam penerbangan dari Dallas menuju Portland itu, pramugari mendapati sang anak dilecehkan oleh laki laki yang duduk di sebelahnya. Pramugari pun mengambil tindakan dengan memindahkan penumpang tersebut ke kursi lain.

Tidak hanya sampai situ. Pria yang diketahui bernama Chad Cameron Camp ini kemudian ditangkap saat ia tiba di bandara atas tuduhan pelecehan seksual pada anak bawah umur.
 
Kasus pelecehan seksual baik verbal maupun fisik di Amerika Serikat memang mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Menurut data FBI, tahun 2016 telah terjadi 58 kasus pelecehan di atas pesawat. Padahal tahun sebelumnya sudah terjadi 40 kasus.

PenulisRizky Chandra Septania
EditorReza Wahyudi
Komentar
Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM