SMS Pertama di Dunia Dikirim 25 Tahun Lalu, Apa Isi Pesannya? - Kompas.com

SMS Pertama di Dunia Dikirim 25 Tahun Lalu, Apa Isi Pesannya?

Rizky Chandra Septania
Kompas.com - 04/12/2017, 19:23 WIB
IlustrasiKOMPAS.com / ANDREAS LUKAS ALTOBELI Ilustrasi

KOMPAS.com - Pesan teks (short message service/ SMS) pertama dikirim pertama kali pada bulan ini, tepatnya pada 3 Desember 25 tahun yang lalu. Neil Papworth adalah orang pertama yang mengirim pesan teks menggunakan teknologi tersebut.

Neil mengirimkan pesan singkatnya ke ponsel milik direktur Vodafone saat itu, Richard Jarvis pada 3 Desember 1992. Dalam pesannya, Neil menuliskan kata "Merry Christmas" atau "Selamat Hari Natal".

Insinyur asal Inggris tersebut bercerita, saat itu ia mengirimkan pesan melalui komputer. Sebab saat itu telepon seluler belum bisa digunakan untuk mengirim pesan teks.

Neil sendiri merupakah salah satu orang yang terlibat dalam penciptaan fitur Short Message Service atau SMS. Awalnya, SMS memang belum dikenal luas. Pasalnya, layanan tersebut baru dirilis di telepon seluler pada 1993.

Baca juga : SMS Jarang Dipakai dan Kuno, Ini Rencana Google

Meski begitu, pertumbuhan SMS cenderung lambat. SMS baru mengalami peningkatan yang signifikan saat ponsel mengalami masa jaya. Itu terjadi sekitar awal tahun 2000-an.

Tidak dapat dipungkiri bahwa kehadiran fitur SMS berpengaruh pada perkembangan komunikasi serta interaksi sosial antar-manusia.

Tidak seperti telepon yang lebih membutuhkan perhatian, pengguna dapat menunda untuk membalas pesan yang dikirim melalui SMS. Selain itu, SMS merupakan pelopor komunikasi yang dapat mengirimkan satu pesan ke banyak kontak.

Elizabeth Bruton, kurator teknologi dan teknik Museum Sains London bahkan mengatakan bahwa SMS merupakan elemen penting dalam sejarah perkembangan telepon dalam satu abad terakhir.

"Untuk pertama kalinya kita memiliki telepon seluler yang lebih dari sekadar telepon seluler literal, bergerak melampaui komunikasi suara ke aplikasi spektrum seluler yang baru - untuk mengirim pesan teks secara harfiah," ujar Bruton, dikutip KompasTekno dari Sky News, Senin (4/12/2017).

Semenjak keberadaan smartphone, fitur SMS secara perlahan digantikan oleh layanan pesan berbasis jaringan internet (IP), seperti WhatsApp, Line, Messenger, dan sebagainya.

Kini, rata rata pengiriman pesan melalui WhatsApp adalah sebanyak 30 miliar per hari. Sedangkan pengiriman pesan melalui SMS hanya mencapai 20 miliar per harinya.

Meski demikian, SMS belum mati dan tetap menjadi alternatif, karena tidak bergantung kepada koneksi internet, yang di beberapa tempat bisa saja belum tersedia.

Baca juga : Registrasi Kartu Prabayar via SMS, Satu Orang Boleh Daftar 3 Nomor

PenulisRizky Chandra Septania
EditorReska K. Nistanto

Komentar
Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM