Canon Sengaja Lambat Bikin Inovasi Kamera, Ini Alasannya - Kompas.com

Canon Sengaja Lambat Bikin Inovasi Kamera, Ini Alasannya

Fatimah Kartini Bohang
Kompas.com - 09/01/2018, 10:17 WIB
Lensa Canon EF 70-300mm F4-5.6 IS USM II dengan fitur layar LCD.Oik Yusuf/KOMPAS.com Lensa Canon EF 70-300mm F4-5.6 IS USM II dengan fitur layar LCD.

KOMPAS.com - Canon saat ini menduduki posisi puncak di industri kamera, jika ditilik dari pangsa pasar alias market share. Kendati begitu, banyak fotografer yang mengeluh karena perusahaan asal Jepang tersebut dianggap kurang inovatif jika dibandingkan kompetitornya, Sony dan Fuji.

Dalam sebuah wawancara, CEO dan Presiden Direktur Canon, Fujio Mitarai, mengatakan ada alasan di balik kurangnya inovasi di sektor kamera. Menurut dia, Canon ingin mengepakkan sayap lebih jauh lagi ketimbang hanya fokus di bisnis kamera dan lensa untuk konsumen.

Sektor-sektor lain yang hendak digarap Canon mencakup kesehatan, kamera keamanan, dan peralatan industri. Gabungan bisnis-bisnis tersebut ditargetkan mampu berkontribusi terhadap sepertiga dari seluruh penjualan Canon.

Kamera sendiri masih menjadi yang utama. Diharapkan kontribusi bisnis kamera masih di kisaran 30 persen, sebagaimana dihimpun KompasTekno, Selasa (8/1/2018), dari Fstoppers.

“Tujuan utama manajemen kami tahun ini adalah meningkatkan antena untuk teknologi mutakhir (cutting-edge),” kata Fujio Mitarai.

“Saat ini kami masih ketinggalan dengan perusahaan-perusahaan teknologi lain (untuk soal pengembanan teknologi baru). Kami akan membuka pusat riset di Silicon Valley, di mana kami secara aktif mengadopsi teknologi baru,” ia menambahkan.

Fujio Mitarai tak secara spesifik membeberkan kapan pusat riset itu mulai beroperasi. Belum jelas pula kapan bisnis-bisnis baru yang disebutkan sebelumnya diproyeksikan mulai berjalan.

Diharapkan inovasi Canon di sektor-sektor baru tak membuat perusahaan tersebut lupa dengan inovasi di bisnis intinya yakni kamera. Canon dinilai tak banyak berinovasi pasca meluncurkan teknologi Dual Pixel Autofocus (DPAF) pada 2013 lalu.

Teknologi itu dianggap sebagai game-changer untuk autofocus, di mana memungkinkan pembidikan fokus yang lebih mulus dan konsisten untuk implementasi pada foto maupun video.

PenulisFatimah Kartini Bohang
EditorReza Wahyudi
SumberFstoppers

Komentar
Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM