"Star Wars: The Last Jedi" Terlahir dari MacBook yang Antisosial - Kompas.com

"Star Wars: The Last Jedi" Terlahir dari MacBook yang Antisosial

Kompas.com - 18/01/2018, 12:49 WIB
Daisy Ridley bermain sebagai Rey dalam Star Wars: The Last JediLucasfilm Ltd Daisy Ridley bermain sebagai Rey dalam Star Wars: The Last Jedi

KOMPAS.com - Penulis naskah memang pekerjaan yang menantang. Terlebih lagi jika skenario yang ditulis merupakan naskah dari film seri yang ditunggu-tunggu, seperti Star Wars. Jika tidak hati-hati, bisa-bisa naskah tersebut bocor sebelum filmnya tayang.

Kekhawatiran tersebut tentu saja dirasakan oleh Rian Johnson, penulis naskah sekaligus sutradara film Star Wars yang tayang akhir tahun lalu, The Last Jedi.

Meskipun pada akhirnya film tersebut mendapatkan animo yang cukup baik di tengah masyarakat, Johnson sempat diliputi kecemasan. Termasuk ketakutan akan keamanan aksesibilitas pada perangkat.

Untuk itu, Rian mempercayakan MacBook Air besutan Apple sebagai perangkat sekaligus satu-satunya teman saat ia menulis naskah Star Wars: The Last Jedi. Seluruh naskah film tersebut ditulis dari laptop Apple tersebut.

Tidak hanya itu, MacBook Air milik Ryan sekaligus menjadi "brankas" tempatnya menyembunyikan skenario Film fenomenal tersebut.

Dikutip KompasTekno dari The Wall Street Journal via Fortune, Kamis (18/1/2018), Rian berkisah bahwa proses penulisan naskah film tersebut berlangsung sangat panjang. Saat menulis, ia menerapkan "air-grapped", julukan sebuah komputer yang tidak pernah terhubung dengan internet, untuk MacBook-nya.

MacBook Air milik Rian bisa disebut laptop yang anti-sosial dan introvert karena ia tidak berkomunikasi dengan sesama laptop atau gadget lainnya di internet.

Menurut Rian, langkah ini dilakukan agar naskah yang sudah susah payah dibuatnya tidak dicuri orang. Sebab belakangan ini, pencurian data rentan terjadi ketika perangkat terhubung oleh internet.

"Saya selalu membawa MacBook Air saya kemanapun saya pergi dan hanya mengeluarkannya ketika akan mengerjakan naskah. Saya menyimpannya di dalam Studio Pinewood," ujar Rian.

Perilaku Rian yang overprotektif pada perangkat miliknya sempat membuat para produser cemas. Sebab jika membawa laptop kemanapun, risiko Rian meninggalkan laptopnya di tempat lain semakin besar.

"Saya rasa para produser takut kalau nanti saya meninggalkan MacBook Air saya di kedai kopi," tambah Rian.

Setelah penulisan naskah selesai, Rian mengaku masih tetap akan menggunakan perangkat MacBook Air miliknya untuk menulis naskah film lain.

Baca juga : 10 Tahun Lalu, Steve Jobs Pamerkan Laptop dari Amplop Coklat


EditorReza Wahyudi
SumberFortune
Komentar
Close Ads X