Google Investasi di Go-Jek, Kominfo Sebut Investor Lokal Belum Mampu - Kompas.com

Google Investasi di Go-Jek, Kominfo Sebut Investor Lokal Belum Mampu

Kompas.com - 21/01/2018, 07:08 WIB
Gojek, salah satu startup asal Indonesia. Dok Karim Raslan Gojek, salah satu startup asal Indonesia.

JAKARTA, KOMPAS.com - Raksasa mesin pencari Google turut menanamkan modal ke layanan ride-sharing lokal, Go-Jek. Kabar tersebut mencuat pekan ini, tetapi belum ada konfirmasi dari berbagai pihak.

Jika informasi itu benar, Google menambah daftar panjang investor asing yang menggelontorkan dana untuk Go-Jek. Selain Google, beberapa yang diketahui adalah Tencent, JD.com, KKR, Warburg Pincus, Sequoia Capital, Northstar Group, DST Global, dan NSI Ventures.

Go-Jek yang selama ini menggembar-gemborkan identitasnya sebagai “layanan karya anak bangsa” pun mulai dipertanyakan jati diri lokalnya. Hal ini ditanggapi Dirjen Aptika Kominfo, Semuel Abrijani Pangerapan, saat ditemui usai pemaparan ID-IGF, Jumat (20/1/2018), di Perpustakaan Nasional, Jakarta.

“Uang itu nggak ada warga negara dan agamanya. Yang penting bagaimana investasi dari perusahaan asing itu dimanfaatkan sebaik-baiknya,” kata dia.

Lebih lanjut, Semuel mengatakan pemerintah tak ingin membatasi dan menghalangi masuknya investasi asing ke startup dalam negeri. Menurut dia, investor dalam negeri cenderung belum mampu dan mau menyuntikkan dana ke startup.

“Kenapa nggak ada dari dalam negeri yang investasi? Duitnya sedikit, nggak sebanyak dari luar. Kami nggak bisa juga menghalang-halangi startup lokal dapat investasi asing karena mereka kan mau berkembang,” ia menuturkan.

Semuel sesumbar Kementerian Kominfo selama ini selalu mempromosikan startup lokal ke investor-investor dalam negeri. Hanya saja masih banyak yang belum melihat masa depan startup.

“Investor dalam negeri belum terlalu tahu tahu soal peluang startup, sementara yang asing sudah gencar. Mereka tahu bisnisnya, startup butuh duit, ya dia masuk,” kata pejabat yang kerap disapa Semmy.

Go-Jek dikabarkan mendapat suntikan dana dari raksasa China, Tencent, pada Maret 2017 lalu. Sebelumnya, JD.com dikabarkan juga masuk dalam funding round kali ini, bersama beberapa investor Go-Jek existing maupun baru.

Sesi pendanaan kemudian menjadi komplit dengan masuknya Google dan dua perusahaan lainnya, yakni Meituan-Dianping (China) dan Temasek (Singapura). Dengan ini, Go-Jek dikabarkan menghimpun modal tambahan sebesar 1,2 miliar dollar AS atau sekitar Rp 16 triliun.

Dengan selesainya funding round baru yang menyertakan Google tersebut, nilai valuasi Go-Jek saat ini disinyalir mencapai 4 miliar dollar AS atau lebih dari Rp 53 triliun. Sementara itu, Grab, rival berat Go-Jek, memiliki valuasi 6 miliar dollar AS.

Baca juga : Berapa Jumlah Pengguna dan Pengemudi Go-Jek?


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:

Komentar
Close Ads X