Berapa Dana Segar yang Diberikan Google untuk Go-Jek? - Kompas.com

Berapa Dana Segar yang Diberikan Google untuk Go-Jek?

Kompas.com - 30/01/2018, 08:36 WIB
Helm hijau Go-Jek menjadi salah satu penanda identitas pengendara ojek yang tergabung dalam layanan ojek panggilan tersebutOik Yusuf/ Kompas.com Helm hijau Go-Jek menjadi salah satu penanda identitas pengendara ojek yang tergabung dalam layanan ojek panggilan tersebut

KOMPAS.com - Google membenarkan bahwa pihaknya telah berinvestasi ke perusahaan ridesharing Go-Jek. Sejalan dengan pengumuman tersebut, lantas muncul pertanyaan lain. Berapakah dana yang dikucurkan Google untuk perusahaan yang dipimpin Nadiem Makarim itu?

Google dalam pengumuman investasi Go-jek, yang dirilis pada Senin (29/1/2018), tidak menyebut besaran dana segar yang dikucurkan untuk startup Indonesia tersebut.

Namun, berdasarkan pernyataan dari dua sumber yang enggan disebut namanya kepada Reuters, angka yang dikucurkan Google untuk Go-Jek mencapai 100 juta dollar AS (sekitar 1,3 triliun).

Google bersama dengan Meituan-Dianping dan Temasek dari Singapura disebut ikut serta dalam sesi pendanaan terkini untuk Go-Jek. Sesi pendanaan dari tiga perusahaan itu disebut bakal memberikan suntikan modal tambahan sebesar 1,2 miliar dollar AS atau sekitar Rp 16 triliun untuk Go-Jek.

Masuknya Google dalam jajaran investor menjadikan nilai valuasi Go-Jek saat ini ditaksir mencapai 4 miliar dolar AS atau lebih dari 53 triliun. (Baca juga : Google Tanam Modal, Valuasi Go-Jek Capai Rp 53 Triliun?)

Investasi untuk Go-Jek ini disebut merupakan pendanaan langsung dari Google. Pengucuran dana segar bukan dilakukan oleh divisi modal ventura Google Ventures.

Google bisa dibilang menjadi perusahaan teknologi Amerika Serikat pertama yang memberikan pendanaan langsung untuk startup Indonesia, seperti dikutip KompasTekno dari TechCrunch, Selasa (30/1/2018).

Baca juga : Ini Daftar Investor Rp 7,2 Triliun Go-Jek
 
Dalam pernyataan yang dipublikasi lewat blog resmi Google, langkah investasi ini merupakan strategi Google untuk mendukung dan berpartisipasi dalam pertumbuhan ekonomi digital Indonesia. Sebab sejak didirikan tahun 2010 lalu, Go-Jek bisa dibilang berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi digital.

Awalnya, Go-Jek hanya dikenal sebagai layanan ridesharing. Namun sekarang, ia menjelma menjadi perusahaan multi-platform yang menyediakan berbagai layanan konsumsi digital pada masyarakat Indonesia.

Setiap bulannya, lebih dari 100 juta transaksi terjadi di platform Go-Jek. Ratusan juta transaksi tersebut tidak hanya bersumber dari transportasi online.

Go-Jek juga melayani bisnis pengiriman makanan melalui fitur Go-Food. Selain Go-Food, solusi permasalahan sehari-hari dihadirkan melalui Go-Mart, Go-Send, Go-Box, Go-Med, Go-Life, dan lainnya.

Saat ini, semua layanan yang dimiliki Go-Jek tersebut dipakai secara aktif oleh 15 juta orang setiap minggunya. Para weekly active user ini dilayani sekitar 900.000 mitra pengemudi Go-Jek.

Sebagai layanan ridesharing lokal, Go-Jek telah membuktikan kebolehannya dan bersaing dengan perusahaan asing, seperti Grab dan Uber. Sembari memelihara posisinya saat ini, Go-Jek pun mulai menyiapkan strategi bisnis baru dengan memperkuat fitur layanan keuangan melalui Go-Pay.

Baca juga : Kisah Sosok Perempuan di Balik Suksesnya Go-Jek


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
Komentar
Close Ads X