Banyak Akun Palsu dan Duplikat di Facebook, Berapa Jumlahnya? - Kompas.com

Banyak Akun Palsu dan Duplikat di Facebook, Berapa Jumlahnya?

Kompas.com - 07/02/2018, 09:12 WIB
Ilustrasi: Facebook Reuters Ilustrasi: Facebook

KOMPAS.com - Membuat akun duplikat atau palsu di Facebook terbilang mudah. Sebab inilah ada banyak akun abal-abal yang kerjanya menyebar spam. Tapi seberapa banyak persisnya?

Di akhir dokumen laporan keuangannya untuk kuartal IV 2017 yang dirilis pekan lalu, Facebook memperkirakan jumlah akun duplikat di jejaringnya mencapai kisaran 10 persen dari total pengguna aktif bulanan. Sementara, akun palsu diprediksi sekitar 3 hingga 4 persen.

Dengan kata lain, berhubung jumlah pengguna aktif bulanan Facebook telah melewati kisaran dua miliar, jumlah akun duplikat di Facebook mencapai 200 juta, lalu akun palsu bisa berada di angka 60 juta.

"Kami meyakini persentase akun duplikat lebih tinggi di negara-negara berkembang seperti India, Indonesia, dan Filipina, ketimbang negara-negara maju," tulis Facebook dalam laporannya.


Pengguna aktif bulanan Facebook di seluruh dunia per januari 2018Statista Pengguna aktif bulanan Facebook di seluruh dunia per januari 2018
Perbedaan akun palsu dan duplikat

Pengguna aktif bulanan Facebook per Januari 2018 di Indonesia mencapai 130 juta, sejajar dengan Brazil yang berada dibawah Amerika Serikat. 

Baca juga : Ulang Tahun, Zuckerberg Beberkan Kesalahan-kesalahan Facebook

Lebih lanjut, sebagaimana dihimpun KompasTekno dari BGR, Rabu (7/2/2018), Facebook menjelaskan bahwa estimasi jumlah akun fiktif atau duplikat ini didasarkan dari tinjauan internal terhadap sejumlah akun sample.

"Boleh jadi jumlah akun duplikat yang sebenarnya menyimpang jauh dari estimasi kami," lanjut Facebook.

Perusahaan jejaring sosial itu mendefinisikan akun duplikat sebagai akun lain yang dimiliki oleh pengguna sungguhan, di samping akun utama. Sementara, akun palsu dibagi dalam dua jenis.

Pertama, akun palsu yang dibikin pengguna karena salah kaprah, misalnya untuk binatang peliharaan atau bisnis yang semestinya berupa laman khusus (Page), bukan profil personal. Kedua, akun palsu yang secara sengaja dibuat untuk melakukan pelanggaran aturan, seperti spamming.


EditorOik Yusuf
Sumberbgr
Komentar
Close Ads X