Facebook Uji Tombol "Downvote", Fungsinya? - Kompas.com

Facebook Uji Tombol "Downvote", Fungsinya?

Kompas.com - 09/02/2018, 20:21 WIB
DownvoteFacebook Downvote

KOMPAS.com - Facebook tengah melakukan uji coba pada fitur barunya, downvote. Jika dilihat dari namanya, banyak yang mengira bahwa fitur ini punya fungsi yang sama dengan dislike. Namun nyatanya, tombol ini berfungsi untuk melaporkan komentar tak pantas di Facebook.

Pada tombol tersebut, ada beberapa kondisi yang bisa dilaporkan pengguna sebagai konten tak pantas. Antara lain kata-kata berbau menyerang, menyesatkan, tidak sesuai topik, dan penyebaran berita palsu.

Sebetulnya, fitur untuk melaporkan serta menyembunyikan komentar tidak pantas sudah ada di Facebook. Hanya saja, letaknya masih tersembunyi. Dengan adanya tombol downvote, pengguna dapat melaporkan komentar miring dengan lebih mudah.

 


Uji coba downvote dilakukan Facebook pada sejumlah pengguna Facebook Android di kawasan Amerika Serikat. Meski begitu, tidak semua warga Amerika pengguna Android dapat menikmati fitur ini. Facebook memberikan penyaringan lain pada aplikasi berbahasa Inggris.

Menurut keterangan Facebook, fitur ini akan dimunculkan untuk komentar yang tertera pada halaman Fanspage. Sedangkan untuk Group, fitur ini dipastikan tidak ada.

Kemunculan tombol downvote ini dilakukan Facebook untuk kembali memunculkan interaksi berkualitas antar penggunanya. Sebelumnya, CEO Facebook Mark Zuckerberg mengumumkan  akan mengubah algoritma Facebook agar memunculkan postingan dari orang terdekat, bbukan dari halaman Fanspage.

Atas pernyataan tersebut, Facebook mengalami penurunan penggguna aktif hingga angka 700.000. Dikutip KompasTekno dari TechCrunch,  Jumat (9/2/2018) penurunan ini tercatat sebagai yang paling signifikan sepanjang sejarah.

Baca: Pertama Kali, Jumlah Pengguna Harian Facebook Turun

Lebih pilih "Dislike"

Dibanding downvote, pengguna Facebook sebetulnya lebih menginginkan tombol dislike. Namun keinginan ini ditentang oleh Zuckerberg, lantaran akan mengubah fungsi Facebook dari media sosial menjadi layaknya forum online.

"Kami tidak ingin hanya membangun tombol dislike karena kami tidak ingin mengubah Facebook menjadi forum, di mana orang memilih naik atau turun di pos orang, " ujar Zuckerberg.

Sebagai gantinya, Facebook memberikan fitur dislike pada aplikasi Messenger sebagai ekspresi tidak setuju. Tidak seperti diskusi pada Fanspage atau Group, percakapan pada Messenger bersifat lebih privat, sehingga masih bisa ditolerir.

Untuk kolom komentar, Facebook melengkapinya dengan pilihan reaksi pada tombol Like. Reaksi tersebut meliputi suka, love, sedih, tertawa, kagum, dan marah.


Komentar
Close Ads X