Atlet Iran Tak Kebagian Galaxy Note 8 Gratis, Dubes Korsel Dipanggil - Kompas.com

Atlet Iran Tak Kebagian Galaxy Note 8 Gratis, Dubes Korsel Dipanggil

Kompas.com - 10/02/2018, 08:26 WIB
Galaxy Note 8 OlimpiadeSamsung Galaxy Note 8 Olimpiade

KOMPAS.com - Dalam rangka promosi, Samsung selaku sponsor Olimpiade Musim Dingin 2018 di PyeongChan, Korea Selatan, membuat smartphone Galaxy Note 8 edisi khusus untuk dibagikan ke para atlet dan panitia olahraga internasional tersebut.

Namun tak semuanya kebagian Galaxy Note 8 gratis. Para atlet dari Korea Utara dan Iran dikecualikan. Pihak panitia International Olympic Committee (IOC) mengatakan alasannya adalah kedua negara itu sedang dijatuhi sanksi oleh PBB.

“Tentang Korea Utara dan Iran, semua partisipan diminta tidak membawa ponsel (Galaxy Note 8 yang dibagikan) ke negara masing-masing, tapi hanya memakainya selama menetap di PyeongChang,” sebut IOC.

Tak terima atletnya mendapat perlakuan berbeda, pihak Kementerian Luar Negeri Iran di ibukota Teheran memanggil duta besar Korea Selatan di di negeri tersebut untuk menyampaikan protes.

Dalam pertemuan tersebut, Menteri Luar Negeri Iran, Mohammad Javad Zarif dikabarkan mengancam bakal memblokir produk-prodouk Samsung di Iran apabila rakasasa elektronik Korea Selatan itu tak mengubah keputusannya.

Baca juga: Samsung Bagikan 4.000 Galaxy Note 8 Gratis untuk Atlet Olimpiade

Sebagaimana dirangkum KompasTekno dari The Washington Post, Sabtu (10/2/2018), Zarif turut mengatakan bakal tak lagi memakai smartphone Samsung yang selama ini digunakannya.

Bukan hanya pihak pemerintah, publik Iran pun memprotes keputusan IOC. Apalagi, warga di negeri tersebut banyak menggunakan ponsel Samsung. Sebuah data yang dirilis tahun lalu oleh developer aplikasi lokal Iran menyebutkan bahwa 17,8 juta pengguna aplikasinya memiliki ponsel Samsung.

Netizen Iran dilaporkan berbondong-bondong mengemukakan protes di media sosial dengan tagar #BanSamsung (blokir Samsung).

Berubah pikiran

Protes pemeritnah dan warga Iran itu rupanya efektif membuat panitia Olimpiade Musim Dingin berubah pikiran. IOC kemudian meralat keputusannya.

“IOC akan memberikan ponsel ke semua atlet dari semua negera yang berpartisipasi di Olimpiade Musim Dingin PyeongChang 2018,” sebut seorang juru bicara IOC.

Delegasi Iran di Olimpiade Musim Dingin dilaporkan telah menerima perubahan keputusan itu. Mereka pun bisa mendapat Galaxy Note 8 gratis seperti atlet dari negara lain. Namun, delegasi Korea Utara tetap menolak pemberian tersebut.

Galaxy Note 8 dalam genggaman.Oik Yusuf/KOMPAS.com Galaxy Note 8 dalam genggaman.

Samsung diketahui membuat 4.000 unit Galaxy Note 8 “edisi Olimpiade” untuk dibagikan ke peserta dan panitia Olimpiade Musim Dingin tahun ini, melanjutkan tradisinya sebagai sponsor ajang olahraga itu.

Samsung memang memiliki kebiasaan memberikan ponsel gratis ke para atlet dan panitia Olimpiade sejak 1997. Pada 2016 lalu, Samsung memberikan ponsel Galaxy S7 Edge “edisi Olimpiade” ke para atlet di Olimpiade Rio de Janeiro, Brasil.

Namun, selama ini otoritas Korea Utara selalu menyita ponsel Samsung yang dibawa pulang oleh para atletnya, karena memiliki GPS dan akses internet terbuka yang dilarang di negeri komunis tersebut.

Tiap ponsel Galaxy Note 8 yang dibagikan ke para atlet dan panitia Olimpiade Musim Dingin tahun ini dibanderol seharga 1.000.000 won (Rp 12,5 juta) di Korea Selatan.

Korea Utara memang tengah dijatuhi sejumlah sanksi ekonomi oleh PBB. Iran juga pernah menerima sanksi terkait program nuklir yang dijalankannya, tapi sanski tersebut sudah dicabut pada 2018, meski sejumlah sanksi lain tetap berlaku.


Komentar
Close Ads X