Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Apa itu Shadowban Instagram, Penyebab dan Cara Mengatasinya

Kompas.com - 10/12/2020, 19:20 WIB
Wahyunanda Kusuma Pertiwi,
Reza Wahyudi

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Istilah shadowban kembali muncul di percakapan para kreator konten Instagram di Indonesia. Beberapa di antaranya menduga shadowban membuat engagement mereka menurun.

Namun, apa sebenarnya shadowban Instagram? Secara umum, shadowban adalah upaya pembatasan distribusi yang dilakukan pemilik platform untuk mencegah pengguna melakukan penyalahgunaan atau pelanggaran pedoman komunitas.

Dengan kata lain, pemilik platform membuat konten tidak bisa mudah ditemukan oleh semua orang tanpa sepengatahuan si pengunggah. Perilaku pelanggaran yang dimaksud misalnya, spam, unggahan tidak pantas, atau penyalahgunaan akun.

Sebenarnya, istilah ini bukan baru pertama kali muncul. Shadowban pertama kali mencuat sekitar tahun 2006. Tidak cuma Instagram, istilah ini juga sempat ramai di platform Twitter.

Tahun 2018 lalu, sejumlah pengguna melaporkan kesulitan menemukan akun pengguna lain karena tidak muncul di kolom pencarian secara otomatis. Bahkan ketika mereka memasukan nama yang spesifik, nama yang disasar juga sulit ditemukan.

Namun, Twitter membantah bahwa masalah itu merupakan dampak dari shadowban. Mereka menyanggah melakukan shadowban dan mengatakan, kesalahan hanya ada pada saran otomatis di mesin pencarian.

Sementara tuit dan unggahan akun masih bisa ditemukan jika pengikut (follower) atau non-pengikut membuka profil akun yang diduga terdampak shadowban. Di Instagram, kasusnya sedikit mirip.

Para kreator konten mengeluh unggahannya tidak bisa ditemukan di feed maupun Instagram Story. Misalnya, pengunggah menggunakan tagar tertentu dalam unggahannya dan kemudian dicari oleh akun yang tidak mengikutinya.

Maka, akun yang belum menjadi follower akun tersebut tidak akan menemukan unggahan dari si pengunggah tadi meskipun akun bersifat publik. Itu berarti hanya para follower saat ini saja yang bisa melihat unggahan dari kreator konten, sehingga paparan (exposure) unggahan tidak akan begitu luas.

Walhasil, pertumbuhan follower dan engagement akan stagnan atau bahkan berkurang. Bagi kreator konten, hal ini menjadi masalah cukup serius dan bisa berdampak pada pendapatan.

Baca juga: Pengguna Instagram Keluhkan Engagement Turun, Akibat Shadowban?

Tangkapan layar penjelasan Instagram terhadap penggunaan tagar.Facebook/Instagram for Business Tangkapan layar penjelasan Instagram terhadap penggunaan tagar.

Penyebab shadowban Instagram

Seperti dikatakan sebelumnya, shadowban bisanya menyasar ke pengguna yang dianggap melakukan spam atau menyalahi aturan pedoman komunitas. Contohnya unggahan yang memuat unsur kekerasan, menjurus ke seksualitas, mengandung misinformasi, dan pesan spam.

Penyalahgunaan lain seperti menggunakan bot, software pengunggah otomatis, dan strategi ilegal lain juga bisa menjadi penyebab shadowban. Namun, dirangkum dari Later.com, penggunaan tagar yang berlebihan juga bisa menyebabkan tindakan shadowban.

Terutama penggunaan tagar yang sama berulang kali. Hal ini pernah disinggung Instagram tahun 2017 lalu.

Namun, Instagram tidak gamblang mengakui bahwa mereka melakukan shadowban dan menyarankan agar kreator konten fokus pada bisnis mereka dan membuat konten semenarik mungkin ketimbang mengandalkan tagar.

Halaman:


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com