Tarif Internet Diperkirakan Hanya Turun 8 Persen

Para pekerja PT Telkom Kandatel Sumbagsel, memperbaiki jaringan Fiber Optic (FO) High Performance Back Bone (HPBB) yang rusak di depan Jalan Jenderal Sudirman Km 4,5 Palembang, Sumatera Selatan, Jumat (29/2) petang. Kerusakan tersebut mengakibatkan internet di Sumatera sempat putus.

Kamis, 24 April 2008 | 18:34 WIB

JAKARTA, KAMIS – Penurunan biaya sewa jaringan Internet diperkirakan hanya berdampak pada penurunan tarif Internet ke konsumen sekitar 8 persen. Penyedia jaringan Internet atau ISP (Internet Service Provider) tidak mungkin menurunkan harga lebih dari itu karena komponen biaya lain yang kontribusinya lebih besar tidak turun.

Sesuai Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika, tarif sewa jaringan PT Telekomunikasi Indonesia (Telkom) mengalami penurunan hingga 81 persen sebagai akibat dari penurunan biaa interkoneksi. Misalnya, sewa jaringan untuk jarak 5-20 kilometer turun dari Rp13,1 juta menjadi Rp2,45 juta.

Namun, menurut M Marpaung, Senior Manager Voice & Internet Divisi Multimedia PT Telekomunikasi Indonesia, dalam kenyataannya tarif hanya turun sekitar 40 persen dari tarif yang diberlakukan Telkom saat ini. Perbandingan tarif yang diumumkan Dirjen Postel merupakan perbandingan dengan tarif dasar tahun 1997.

“Sewa jaringan hanya sekitar 20 persen dari komponen biaya yang harus ditanggung ISP,” ujar Marpaung kepada pers di Jakarta, Kamis (24/4).

Jadi, jika tarif sewa jaringan turun 40 persen, hanya berdampak pada penurunan tarif sekitar 8 persen. Sebab komponen biaya lain tdak turun, seperti biaya bandwidth interenasional, DID (Direct Inward Dialing) atau nomor yang disewa ISP ke Telkom untuk dial up, sewa colocation, revenue sharing, biaya back haul, BHP (Biaya Hak Frekuensi), dan masih banyak lagi.

Itu pun, penurunan tarif Internet ritel diperkirakan baru akan turun setelah Juni 2008. PT Telkom belum melakukan pembahasan mengenai penerapan tarif baru sewa jaringan dengan APJII dan baru akan melakukannya Pada bulan Mei 2008.

“Penerapannya tidak mudah karena banyak komponen biaya yang harus dibahas B2B (business to business),” ujar Sylvia Sumarlin, ketua APJII (Asosiasi Penyelenggara Jaringan Internet Indonesia) di kesempatan yang sama. Meski tarif sewa jaringan turun, ketersediaannya terbatas sehingga nilai sewanya seringkali dijual dengan harga mahal.

Menurut Sylvia, cara paling mudah untuk menurunkan biaya Internet adalah dari biaya bandwidth internasional yang juga berkontribusi 20 persen dari komponen biaya. Saat ini, tarif bandwidth internasional di kisaran 1800-2000 dollar AS untuk setiap 1 Mbps. “Jika tarif turun hingga 1000 dollar AS, komponen biaya yang ditanggung ISP bisa turun sepertiga,” ujar Sylvia.

WAH

A A A
komentar anda
dodyx @ Kamis, 10 Juli 2008 | 14:11 WIB
Mmenyedihkan Sekali......:-(
susilo @ Senin, 2 Juni 2008 | 18:43 WIB
hidup wimax, mau maju, mau pinter, mau lancar GOL kan wimax
untamed @ Senin, 2 Juni 2008 | 14:20 WIB
memang begitu sifat pemimpin bangsa kita, masih berjalan ditempat semula, gak pernah maju. negara lain bisa kok negara kita tidak? negara kita sangat memprihatinkan.
Osvaldo Hardiles @ Sabtu, 31 Mei 2008 | 22:26 WIB
Yah gimana harga internetnya mau turun lebih murah, abis waktu beli perangkatnya sering mark up. Korupsi mulu. Makanya pindah ke Wimax ajah!!!!! Tapi kayaknya bakal sulit abis ditentang terus ama provider lama yang udah invest banyak dana...... Nasibmu lah rakyat indonesia...... mpphhh
bachtiar pangaribuan @ Sabtu, 31 Mei 2008 | 19:30 WIB
Nah sekali lagi dengar tuh komentar pemirsa, jangan berlagak bodoh alias pilon, sekali2 gebrak tu meja kalo ga bisa masuk logika hitungan
8 Komentar
Posting komentar anda
Nama
Email
Komentar
Security Code
 
FEATURE
Senin, 1 Desember 2008 | 09:30 WIB
Nokia Maps 2.0, GPS Plus Peta Sederhanakan Urusan Perjalanan
Ketika berkendara di "Jawa" mungkin Anda akan sengsara jika tidak mengenal arah mata angin di sekitar. Namun ini bisa diatasi dengan GPS.
Tutorial
Selasa, 18 November 2008 | 10:15 WIB
Opera Mini, Browser Hebat untuk Ponsel Java
Apa saja yang bisa dikerjakan dengan Opera Mini? Pelajari tip dan trik berikut.
 

Surat Kabar
Majalah dan Tabloid
Penerbit
Media Elektronik
Industri dan Lain-lain
Hotel & Resort