Penyelenggara Axis Bantah Sebarkan Hoax Kartu Setan

Erik Aas Presiden Direktur bersama Edward Anwar Head of Sales & Distribution AXIS memperlihatakan kartu perdana AXIS saat peluncuran operator GSM tersebut di Jakarta, Rabu (23/4). Pemegang saham operator AXIS adalah Saudi Telecom Company dari Arab Sauzi dan Maxis Comumunication dari Malaysia, memulai beroperasi di tiga wilayah yaitu Jawa Timur,Jawa Barat dan Jabotabek.
Kamis, 8 Mei 2008 | 17:58 WIB

JAKARTA, KAMIS - Merebaknya sms yang menyudutkan Axis sebagai kartu setan bisa disikapi dari banyak sudut pandang. SMS tersebut mungkin sekadar iseng atau sengaja disebarkan pesaingnya untuk menjatuhkan merek layanan yang disokong modal Saudi Telecom dan Maxis Malaysia.

Namun, dari sekian banyak komentar yang dilontarkan dalam sejumlah blog dan forum diskusi di Internet yang memuat artikel mengenai informasi tersebut, ada yang berpikiran tindakan tersebut mungkin sengaja disebarkan Axis untuk mendongkrak popularitasnya. Cara licik seperti bukan hal baru dalam ilmu pemasaran. inilah salah satu komentar Hendri di Kompas Forum.

"Mohon Perhatian!!Isu itu muncul menurut kalian buat apa??supaya promosinya Wah Atau gimana ya?? kalo menurut gw sih, isu itu dibuat supaya semua orang tau akan keberadaan kartu axis.namanya juga baru,gw salut ui ama otak yg bisa menggunakan cara ini sebagai promosi!!Jadi lu Org menjadi sarana promosinya deh!!Kacian de Lu...."

Anita Avianty, Head of Corporate Communication Natrindo Telepon Seluler (NTS), operator yang menyelenggarakan layanan seluler Axis menampik tuduhan tersebut. Ia mengatakan tidak ada niat sedikit pun dari perusahaannya untuk melakukan tindakan yang bisa mencoreng reputasinya.

"Kita masih banyak memikirkan jaringan ketimbang melakukan hal ini," ujar Anita dihubungi lewat ponsel Kamis (8/5) sore. Ia memandang kabar tersebut sebagai hoax karena tidak mendasar sama sekali. Pihaknya telah memantau informasi tersebut sejak beredar di Internet dua minggu terakhir dan belum merasa perlu untuk merespon secara resmi.

Namun, ia mengaku malah senang dengan adanya kabar miring ini. Betapa tidak, Axis yang baru masuk ke pasar telekomunikasi belum genap dua bulan kini menjadi bahan pembicaraan hangat.

WAH

A A A
komentar anda
nurul @ Kamis, 15 Mei 2008 | 15:18 WIB
perkuat ibadah ja deh bwt pemerintah,,selesaiin mslh ini SECEPATNYA
Bunny @ Senin, 12 Mei 2008 | 14:37 WIB
Aq stuju ma John,sapa tau begitu dia nerima telepon asing,saking takutnya dia malah jantungan, trus mati deh...Sebenarnya itu cuman isue2 gak jelas doank...
oei2 @ Senin, 12 Mei 2008 | 11:24 WIB
sebenarnya ini strategi pemasaran ? ato strategi competitor untuk menjatuhkan pesaingnya?? mana yang benar ya? secara pribadi menurut saya, strategi pemasaran semacam itu tidak akan berhasil dan malah akan membuat orang menghindari produknya..it's not agood promote la...he.. kalo itu perbuatan competitor, itu adalah perbuatan yang licik n ga fair.. benar2 memalukan..!! gimanapun, pemerintah harus menindaklanjuti masalah ini, agar tidak berkelanjutan. thaks...
boti @ Senin, 12 Mei 2008 | 10:15 WIB
Ngono ae bingung......
Satna Susila @ Senin, 12 Mei 2008 | 08:42 WIB
Kayak pelem Scary Movie ajah seeh..?? Habis terima telpon eh..ada orang bertopeng putih dan berjubah hitam datang membawa golok nguber2 si korban trus dicincang ama tuh orang..hi..hi...mungkin idenya dari situ kali yak ? Yang jelas jangan percaya tuh ama berita2 yang mustahil seperti ini , anda masih inget dengan gosip Kolor ijo beberapa tahun yang lalu khan..?? Nah anggap aja ini Kolor Ijo ke 2 yang lebih modern, ini mah cerita ibu2 arisan buat nakutin anak2nya biar kagak nakal dan kagak mainan di jalan..Indonesia-Indonesia kapan sih majunya kalo ceritanya mistis melulu kaya begini..??
14 Komentar
Posting komentar anda
Nama
Email
Komentar
Security Code
 
FEATURE
Kamis, 14 Agustus 2008 | 15:15 WIB
Geliat Portal Berita dan Senjakala Blog
Pertempuran di tingkat software gratis untuk membangun website bertipe Content Management System (CMS) sudah terjadi.
Tutorial
Jumat, 15 Agustus 2008 | 08:02 WIB
Ubah Lokasi Penyimpan Rekaman TV
Ingin merekam tayangan Olimpiade yang disiarkan di TV dengan Media Center milik Windows? Atur saja ke mana Anda akan menyimpannya.
 

Surat Kabar
Majalah dan Tabloid
Penerbit
Media Elektronik
Industri dan Lain-lain
Hotel & Resort