Tender Wimax Setelah Uji Coba 3-6 Bulan

Dirjen Postel Basuki Iskandar (depan kiri berkacamata) dan Presiden Direktur XL Hasnul Suhaimi (depan kanan) bersama para juri Indonesia Berprestasi Award (IBA) 2008 antara lain Adrie Subono, Ninok Leksono, dan Artika Sari Devi, sesaat sebelum peluncuran Program IBA dengan naik sepeda onthel di Jakarta, Senin (19/5).

A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: Invalid argument supplied for foreach()

Filename: views/read_view.php

Line Number: 108

    A PHP Error was encountered

    Severity: Notice

    Message: Trying to get property of non-object

    Filename: views/read_view.php

    Line Number: 156

    A PHP Error was encountered

    Severity: Warning

    Message: Invalid argument supplied for foreach()

    Filename: views/read_view.php

    Line Number: 156

    A PHP Error was encountered

    Severity: Notice

    Message: Trying to get property of non-object

    Filename: views/read_view.php

    Line Number: 163

    A PHP Error was encountered

    Severity: Warning

    Message: Invalid argument supplied for foreach()

    Filename: views/read_view.php

    Line Number: 163


Senin, 19 Mei 2008 | 23:51 WIB

JAKARTA, SENIN - Pemerintah akan menggelar tender Wimax (Worldwide Interoperability for Microwave Access) menjelang akhir tahun ini. Namun, sebelum tender akan dilakukan proses ujicoba Wimax akan mulai digelar akhir Mei 2008 seiring dengan Hari Kebangkitan Nasional.

"Tender akan digelar pada kuartal keempat 2008, dan sejauh ini peminatnya cukup banyak," kata Dirjen Postel, Basuki Yusuf Iskandar, usai menghadiri "Indonesia Berprestasi Award XL", di Jakarta, Senin (18/5). Basuki menjelaskan, saat ini pemerintah sedang melakukan ujicoba teknologi Wimax bekerjasama dengan perusahaan yang menjadi penyedia teknologi tersebut.

Menurut dia, tender akan diterapkan dengan cara terbuka, namun terlebih dahulu pemerintah akan melihat dan mengevaluasi beberapa hal. Antara lain kesiapan produk lokal yang meliputi antena, chipset, desain, dan beberapa infrastruktur lainnya yang masuk dalam lima komponen infrastruktur dasar.

"Kita harus melihat wimax ini secara komprehensif. Dalam konteks ini, resources dikuasai oleh kita, jadi kita yang menentukan siapa saja yang bisa ikut tender. Yang penting wajib memakai produk lokal," tegas Basuki. "Setelah ujicoba akan dilakukan evaluasi untuk mencari tahu sejauh mana interoperabilitas Wimax dengan jaringan telekomunikasi yang sudah ada di Indonesia termasuk menetapkan bisnis modelnya."

Wimax adalah akses nirkabel berkecapatan tinggi yang memungkinkan transfer data hingga 80 Megabite per detik (Mbps), jauh lebih cepat dari layanan internet berbasis layanan seluler generasi ke tiga (3G) yang hanya sekitar 2,4 Mbps. Dalam ujicoba Wimax tersebut pemerintah mengacu pada teknologi standar IEEE 802.16e, pada spektrum frekuensi 2,3 GHz.

"Perusahaan penyedia perangkat Wimax yang ikut ujicoba makin banyak. Namun, kami memiliki penilaian akhir sampai benar-benar Wimax tersebut bisa digelar," ujarnya. Menurut Basuki, bekerjasama dengan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) akan melakukan kajian terhadap frekuensi Wimax dengan batas waktu ujicoba selama tiga hingga enam bulan.

Beberapa perusahaan yang sudah melakukan ujicoba layanan Wimax adalah Indonesian Tower, selain itu, perusahaan produsen perangkat Wimax dari India, Ordyn Tecnologies Pte Ltd juga telah berencana membangun pabrik chipset di Indonesia. Sementara perusahaan yang berminat untuk ikut tender, lanjut Basuki, di antaranya adalah operator telekomunikasi yang menyelenggarakan jaringan tetap dan tertutup. Operator telekomunikasi besar yang berminat menjadi penyelenggara Wimax, antara lain PT Telkom, PT Indosat, dan PT Excelcomindo Pratama (XL), yang dalam pelaksanaannya lisensi Wimax akan dibagi berdasarkan wilayah regional, bukan nasional.

Sebelumnya, Menteri Komunikasi dan Informatika, Muhammad Nuh mengharapkan peluncuran Wimax dapat mendorong konektivitas jaringan semakin baik sehingga siap bila digunakan untuk program komputer murah bagi pendidikan.(ANT)

WAH

Share on Facebook
A A A
komentar anda
calvin @ Selasa, 20 Mei 2008 | 20:48 WIB
yah..., bolehlah utk awal2 kita ambil yang 2.3 GHz. Tetapi,saya harap Indonesia akan mengambil Wimax dengan frekuensi yang lebih tinggi,mis:3.0 GHz.hehe..., supaya ngga ketinggalan ma orang Eropa:)
Tsd986 @ Selasa, 20 Mei 2008 | 15:48 WIB
Yg penting dari semua itu adalah TERJANGKAUNYA BIAYA penggunaan oleh masyarakat kecil, sehingga ilmu pengetahuan lebih cepat terserap oleh mereka. Biarkan Indonesia maju dan pintar.
2 Komentar
Posting komentar anda
Nama
Email
Komentar
Security Code
 
FEATURE
Sabtu, 27 Desember 2008 | 09:44 WIB
Lima Cara Amankan Blackberry
Agar Blackberry Anda dan juga isinya tidak berpindah tangan, perhatikan lima tips berikut.
Tutorial
Rabu, 7 Januari 2009 | 08:16 WIB
Ambil Frame File Video dengan ACDSee
Ingin mencuplik adegan dari film video menjadi file gambar? Mudah saja kok.
 

Surat Kabar
Majalah dan Tabloid
Penerbit
Media Elektronik
Industri dan Lain-lain
Hotel & Resort