Pertama kali melihatnya, Sinyal langsung teringat HTC Touch; tetapi dalam versi yang jauh lebih mini. Selain bodi yang super imut, bentuk speaker di atas layar dan tombol-tombolnya sebetulnya juga beda. Di sini speaker-nya berbentuk garis dan ada 4 tombol di bawah layar. D-One pun memakai casing dari bahan berbeda, yaitu plastik mengilap.
Seperti halnya HTC Touch, ponsel D-One SG368 mengandalkan stylus dan touch screen untuk pengoperasian. Stylus di ujung bawah kanan bodi mudah diraih. Saat layar menyala, ada 4 icon berderet di sisi bawahnya; antara lain gambar rumah untuk layar awal menu utama, amplop untuk Message Center, buku untuk Phone Book, dan telepon untuk keypad virtual.
Yang lebih menarik, muncul semacam model 3D ketika menu dibuka. Coba buka menu utama dengan memencet menu kiri atau tombol tengah navigasi; kita akan lihat layar dengan deretan menu Call, Messages, Phone Book dan Call History.
Untuk mendapatkan menu lainnya, pencet saja navigasi kiri atau kanan. Kita akan temukan layar menu Music-Games-Video-Connect dan layar menu Alarm-Calendar-User Profiles-Settings-Organizer-File Manager. Cara lain, dengan memakai stylus atau jempol, "gesek" layar ke kiri atau ke kanan. Meskipun banyak mengandalkan sentuhan, cara membuka penguncian layar dan tombol tidak begitu beda: pencet Call, lalu ketuk icon di layar. Sinyal tidak melihat cara menguncinya secara manual.
Bodi kecil membawa konsekuensi pada pemanfaatan layar. Keyboard QWERTY yang terpampang saat pengetikan pesan terasa super imut pula sehingga sering menyebabkan salah ketuk. Kebetulan pada unit demo yang Sinyal coba, akurasi sentuhan pun kurang baik meskipun sudah bolak-balik dikalibrasi.
Ada cermin menemani kamera, meskipun letaknya agak jauh di atasnya. Tak ada masalah dengan tombol kamera yang ada di kanan bodi; tetapi Sinyal lebih suka pakai tombol tengah navigasi untuk jeprat-jepret. Memencet tombol kamera akan langsung mengaktifkan Camera.
Seperti biasa, Camera dan Video Recorder terpisah dan tanpa pintasan penghubung. Pada Camera, setting bisa diatur dengan mengetuk icon yang ada dalam layar, selain dari Option. Foto bisa diambil dengan ukuran maksimal 1280x960; video tidak menyediakan opsi ukuran. Tapi pada Video player, ada fitur untuk memotret adegan yang disukai.
Speaker bertebaran di sekitar lensa kamera. Tombol volume disediakan di sisi kiri bodi. Ada Equalizer, tetapi perbedaan yang dihasilkan tidak terlalu signifikan.
Beda dengan kebanyakan, port USB mini berada di kanan bodi. Karena port dipakai bersama oleh charger, kabel data dan headset, ada beberapa hal yang akan sulit kita lakukan; mengisi ulang batere sambil mendengarkan via headset, misalnya.
Bila kita hubungkan ponsel dan PC via kabel data, ada pilihan untuk memakai ponsel sebagai Mass Storage, Webcam atau COM Port. Slot MicroSD tersembunyi di balik batere. Kabarnya D-One memasukkan MicroSD berkapasitas 1GB dalam paket penjualan.
DENGAN KATA LAIN...
Bila Anda mencari ponsel dengan penampilan maupun pengoperasian yang tampil beda, ponsel satu ini boleh dijadikan pilihan.
Sumber: Sinyal
PLUS : Layar sentuh.
MINUS : Layar sempit.
SPESIFIKASI D-One SG368
Harga : Rp.1.350.000
Jaringan : GSM 900/1800 MHz
Bentuk : Bar
Dimensi : 93x53x16 mm
Bobot : 82 gram
Batere : Li-Ion
Layar : 2,4”, TFT, 65 ribu warna
Memori internal : -
Memori tambahan : MicroSD 1GB
Konektivitas antar peranti : kabel data, Bluetooth
Konektivitas internet : GPRS; WAP
Kamera : 1.3MP, cermin
Ringtone : Polifonik
Phonebook : 150 entri
Messaging : SMS, MMS, Chat
Aplikasi : Audio Player, FM Radio, Sound Recorder, Melody Compose, Video Player, Album, Photo Editor, Slide Show, Game, Alarm, Calendar, To Do List, Calculator, Typical Stopwatch, nWay Stopwatch, Currency Converter, Bookshelf.
Isi paket : Charger, headset, manual