Penghargaan LIPI untuk Ninok Leksono


Rabu, 20 Agustus 2008 | 13:59 WIB

JAKARTA, RABU-Dalam rangkaian Hari Ulang Tahun ke-43, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) memberi Penghargaan Sarwono Prawirohardjo VII kepada dua ilmuwan yaitu Dr Thee Kian Wie dan Dr Ninok Leksono, Rabu (20/8), di Gedung Widya Graha LIPI, Jakarta. Kedua penerima penghargaan itu dinilai memberi kontribusi besar terhadap kemajuan ilmu pengetahuan di Indonesia.

Pada saat bersamaan, LIPI juga menyelenggarakan Sarwomo Prawirohardjo Memorial Lecture VIII yang menghadirkan Menteri Kesehatan Siti Fadilah Supari sebagai pembicara. Menkes dianggap sebagai seorang ilmuwan sekaligus birokrat yang sangat berpengaruh di bidang kebijakan kesehatan, dan dikenal secara luas sebagai pembela yang gigih terkait kepemilikan virus flu burung galur Indonesia pada sidang-sidang Badan Kesehatan Dunia (WHO).

Kepala LIPI Prof Umar Anggara Jenie menyatakan, dua kegiatan keilmuan LIPI itu diselenggarakan setiap tahun dalam puncak acara HUT LIPI sejak tahun 2001. Hal itu untuk menunjukkan LIPI sebagai lembaga keilmuan terbesar dan tertua, sangat perhatian terhadap prestasi ilmiah yang bermakna serta dedikasi yang diberikan terhadap pengembangan institusi ilmiah, baik pada aras nasional maupun internasional, yang telah dicapai para ilmuan Indonesia.

Penghargaan dan lecture ilmian ini mengambil nama Sarwono Prawirohardjo, sebagai penghormatan kita atas jasa-jasa beliau. Prof Dr Sarwono Prawirohardjo (alm) sebagai Bapak Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia sekaligus ketua pertama lembaga ini. "Oleh karena itulah, penghargaan itu dinamakan Penghargaan Sarwono Prawirohardjo, sedangkan nama kuliahnya adalah Sarwono Prawirohardjo Memorial Lecture," ujarnya.

Kali ini penghargaan itu diberikan kepada dua ilmuan yaitu ekonom Thee Kian Wie dan Redaktur Senior Harian Kompas dan mantan Direktur Utama Kompas Cyber Media Dr Ninok Leksono. Mereka dikenal sebagai ilmuwan yang memberi sumbangan sangat berarti dalam memajukan ilmu pengetahuan di Indonesia. Pak Thee, seorang peneliti dalam bidang Ekonomika, dikenal sebagai ahli Sejarah Ekonomi yang mumpuni, bahkan satu-satunya di Indonesia, te lah mendapat pengakuan dari komunitas ilmuwan dari dalam dan luar negeri, ujarnya menambahkan.

Sementara Dr Ninok Leksono dikenal oleh masyarakat ilmuwan sebagai penyebar informasi kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, baik yang berkembang di dunia maupun di Indonesia, khususnya lewat media cetak. Ia juga seorang astronomer yang kemudian mengambil derajat master di bidang teknologi militer dan doktor bidang ilmu politik. Karya tulisnya di Harian Kompas seolah menjadi penyambung lidah para ilmuwan kepada masyarakat Indonesia secara umum, kata Umar Anggara. (EVY)   

Evy Rachmawati

A A A
komentar anda
Posting komentar anda
Nama
Email
Komentar
Security Code
 
FEATURE
Senin, 1 Desember 2008 | 09:30 WIB
Nokia Maps 2.0, GPS Plus Peta Sederhanakan Urusan Perjalanan
Ketika berkendara di "Jawa" mungkin Anda akan sengsara jika tidak mengenal arah mata angin di sekitar. Namun ini bisa diatasi dengan GPS.
Tutorial
Selasa, 18 November 2008 | 10:15 WIB
Opera Mini, Browser Hebat untuk Ponsel Java
Apa saja yang bisa dikerjakan dengan Opera Mini? Pelajari tip dan trik berikut.
 

Surat Kabar
Majalah dan Tabloid
Penerbit
Media Elektronik
Industri dan Lain-lain
Hotel & Resort