Laptop Sebabkan Turbulensi pada Pesawat Quantas

Jumat, 10 Oktober 2008 | 09:00 WIB

PERTH, JUMAT – Masih ingat pesawat Quantas jurusan Singapura – Perth yang dikabarkan mengalami turbulensi hebat sehingga beberapa penumpangnya terlempar ke udara dan mengalami cedera berat – patah tulang minggu lalu? Ketika itu pesawat Airbus A330 dengan nomor penerbangan QF72 yang bermuatan 303 penumpang dan 10 awak kabin itu secara mendadak mengalami perubahan ketinggian. Tidak ada peringatan akan kejadian tersebut, termasuk menyalanya lampu pengingat sabuk pengaman.

Kini, Quantas dan Australian Transportation Safety Bureau (ATSB) mengatakan kecelakaan itu mungkin bukan akibat turbulensi alamiah, tetapi karena penggunaan laptop di dalam pesawat. Pemakaian laptop ditengarai telah menginterferensi sistem auto pilot.

Para penyidik keamanan yang menelusuri masalah tersebut mendapatkan bahwa terjadi malfungsi pada sistem kendali elevator autopilot dan meyakini bahwa sinyal laptop yang liar telah menyebabkan masuknya informasi yang yang tidak benar ke dalam komputer. Saat ini ATSB sedang menanyai para penumpang apakah mereka sedang menggunakan perangkat elektronik ketika kecelakaan itu terjadi.

Ini bukanlah kali pertama perangkat elektronik di dalam pesawat mengacaukan sebuah penerbangan. Juli lalu, Quantas dan ATSB menuduh sebuah mouse nirkabel sebagai penyebab sebuah pesawat jet menyimpang dari rute perjalanannya. Juga ada laporan-laporan anekdot dari para pilot pesawat di AS tentang konsol handheld game yang menyebabkan malfungsi di sistem navigasi. Namun kebanyakan masalah tersebut sulit direplikasi.

WIEK

Nilai 7 A A A
komentar anda
Duddek @ Jumat, 10 Oktober 2008 | 15:09 WIB
Ini Pramugari/anya dan seluruh Crew pesawat, musti rajin menegur langsung penumpang yang masih memakai peralatan elektronik agar segera di matikan ketika masuk dalam pesawat, tidak hanya di ingatin via speaker doank... !! Maklum banyak penumpang yang masih "katrok" gak di indonesia dan gak pula di luar negeri.
ari sasongko @ Jumat, 10 Oktober 2008 | 11:30 WIB
harus dibikin undang2nya..... soalnya saya pernah bikin percobaan.... dimana sinyal wifi pada notebook dapat menggangu sinyal radio walaupun amat kecil persentasenya...begitu jga untuk handphone karena gelombang radiasi dari hp dapat mengganggu sinyal yang dikirim dari menara pengawas ke pesawat. ataupun dapat mengganggu sinyal2 perangkat elektrinik pada peswat
Triadi B Patria @ Jumat, 10 Oktober 2008 | 10:10 WIB
Sebelumnya sebuah Jumbo mendarat darurat karena tangki oksigennya meledak di udara. Kemudian beberapa kecelakaan kecil. Sekarang sebuah Airbus A 330 bermasalah mengakibatkan belasan penumpang cedera parah. Mungkin waktunya Qantas mawas diri. Dan waktunya untuk kita mempertanyakan claim bahwa airline ini adalah yang paling tinggi tingkat keselamatannya.
juned @ Jumat, 10 Oktober 2008 | 10:03 WIB
Betapapun canggihnya teknologi pesawat terbang, tetap terinterferensi dengan sinyal laptop. Ngeri juga ya....naik pesawat jadi celaka karena laptop. Harus ada undang2 yang melarang penggunaan laptop maupun handpone selama dipesawat.
4 Komentar
Posting komentar anda
Nama
Email
Komentar
Security Code
 
FEATURE
Senin, 1 Desember 2008 | 09:30 WIB
Nokia Maps 2.0, GPS Plus Peta Sederhanakan Urusan Perjalanan
Ketika berkendara di "Jawa" mungkin Anda akan sengsara jika tidak mengenal arah mata angin di sekitar. Namun ini bisa diatasi dengan GPS.
Tutorial
Selasa, 18 November 2008 | 10:15 WIB
Opera Mini, Browser Hebat untuk Ponsel Java
Apa saja yang bisa dikerjakan dengan Opera Mini? Pelajari tip dan trik berikut.
 

Surat Kabar
Majalah dan Tabloid
Penerbit
Media Elektronik
Industri dan Lain-lain
Hotel & Resort