Pucuk dicinta ulam tiba. Ya, sudah lama kami mendambakan zoom optik yang panjang pada sebuah kamera kompak point-and-shoot. Harapan kini jadi kenyataan melalui kehadiran Canon PowerShot A2000IS.
Dengan badan yang kompak dan cukup ramping, PowerShot A2000IS menyodorkan kemampuan zoom optik 6x pada lensa dengan jangkauan 36 – 216 mm (ekivalen 35mm). Alhasil objek yang cukup jauh kini bisa tampak lebih dekat dan fokus, tanpa perlu kita dekati. Hasil bidikannya terlihat cukup baik saat dibesarkan, khususnya jika kita memilih resolusi maksimal yang disediakan, 10 megapixel.
Penstabil Gambar
Efek guncangan tangan saat memotret dengan PowerShot A2000IS bisa diminimalisir melalui fitur Image Stabilisation (inilah arti akhiran IS pada seri kamera A2000IS). Ada tiga pilihan moda penstabil gambar yang tersedia: continuous (selalu aktif), shot only (hanya saat tombol shutter ditekan) dan panning (saat melacak subjek yang bergerak).
Sistem IS kini juga didukung oleh teknologi sensor gerakan yang menaksir gerakan kamera atau subyek. Jika diaktifkan pada moda auto high ISO, ISO akan didongkrak tingkatan tertentu (80 – 800) tanpa menimbulkan terlalu banyak noise. Ketika fitur ini aktif, kita bisa menggunakan kecepatan shutter yang lebih rendah untuk menghasilkan gambar yang cukup tajam. Cuma memilih IS secara Continuous akan menyebabkan daya batere terkuras lebih cepat.
Serba Otomatis
Laiknya seri PowerShot tipe A, 2000IS bisa dioperasikan tanpa mengerutkan kening. Maklum nyaris semua fasilitasnya serba otomatis, sehingga kita tidak perlu susah payah mengatur white balance misalnya. Tinggal putar Moda Dial ke icon yang sesuai dengan situasi. Nyaris pada hampir semua moda, yang perlu diatur hanyalah besar resolusi gambar dan aktif/tidaknya blitz.
Untuk memotret anak-anak dan binatang kesayangan yang sering bergerak, misalnya, putar saja Mode Dial ke gambar anak-anak dan anjing (Kids and Pets Mode). Ingin memotret di malam hari? Putarlah Mode Dial ke gambar orang dengan latar belakang bulan sabit dan menara (Night Shot Mode). Perlu memotret di dalam ruang? Putar Mode Dial ke gambar mirip es krim (Indoor Mode), sehingga Anda tidak perlu repot mengaktifkan blitz secara manual.
Selain itu tersedia moda SCN yang akan menyuguhkan pilihan Night Scene, Sunset, Foliage, Snow, Beach, Fireworks, Aquarium, dan ISO 3200. Butuh merekam adegan bergerak (film)? Putar Mode Dial ke arah depan, yakni ke gambar kamera berkaki, alias Kamera Film. Di sana kita masih bisa memilih antara Standard dan Compact.
Jika ini dirasakan masih kurang mudah, khususnya bagi pemula, tersedia satu moda khusus yakni moda Easy (icon hati merah pada Dial Mode). Pada moda Easy, semua pengaturan sudah diatur. Yang tersisa hanyalah pilihan untuk mengaktifkan/nonaktifkan blitz. O ya, terkait dengan blitz, waktu pengisian ulang blitz kini sudah lebih cepat (dibandingkan seri PowerShot sebelumnya), yakni sekitar 4 detik.
Kontrol Manual
Kendati banyak pengaturannya yang otomatis, pengganti PowerShot A720IS ini masih mengusung kontrol manual (tepatnya 11 buah). Semua menu dilabeli dengan jelas. Opsi fokus dan blitz bisa diakses langsung di lingkaran navigasi. Tekan bagian atas/bawah lingkaran untuk mengatur kecepatan ISO atau moda bidik burst/continuous.
Sebuah submenu – untuk menentukan kompensasi exposure, white balance, efek image, metering dan ukuran image/kualitas – muncul jika tombol Function/Set ditekan. Jika mau, tombol Print/Share ber-icon printer pun dapat disetel sebagai tombol pintas kompensasi exposure.
Cukup Responsif
Apakah kamera ini responsif? Sekitar 1,5 detik setelah tombol On ditekan, kamera sudah siap dipakai. Untuk men-zoom sampai maksimal, dibutuhkan waktu sekitar 4 detik. Pada kondisi cahaya yang cukup, termasuk di dalam ruang, fokusnya – dengan bantuan focus-assist lamp - sangat cepat.
Layaknya kamera masa kini, A2000IS dibekali fitur Face Detect untuk mendeteksi wajah manusia. Sampai 9 wajah bisa dikenali, selama wajah itu tidak menghadap ke arah samping. Di kamera ini, fitur Face Detect lebih mudah diakses. Tidak perlu masuk terlalu dalam ke menu, karena sudah disediakan sebuah tombol pintas khusus di panel kamera. Untuk mengaktifkan atau mematikan fitur Face Detect, cukup tekan tombol yang terletak di kiri atas lingkaran Menu Func (tepat di atas tulisan ISO).
Kualitas hasil bidikan A2000IS cukup baik. Tidak terlihat adanya efek mata merah. Noise pun absen pada ISO 80 dan 100, tetapi mulai hadir pada ISO-ISO di atasnya. Warna-warna hasil bidikan, seperti biasa pada kamera Canon, terlihat lembut. Hasil bidikan malam harinya pun cukup baik. Demikian pula makro yang bisa dioperasikan pada jarak 1cm dari subjek.
Sepasang batere Alkaline ABC yang disertakan dalam paketnya mampu bertahan untuk 150 bidikan (JPG), plus satu menit klip video AVI saat kami coba. Penggunaan batere Alkaline ini menyenangkan karena tipe batere ini mudah dan murah diperoleh di mana saja. Namun jika ingin terlalu sering mengganti batere, sebaiknya juga Anda membeli batere isi-ulang (jadikan batere Alkaline sebagai cadangan).
Serupa Ixus
Dari sisi fisik, kamera point-and-shoot 10 megapixel seri PowerShot ini sekarang menyerupai seri ixus yang juga milik Canon. Sekilas orang bisa terkecoh melihatnya. Maklum badan kamera PowerShot ini menipis, rata, tanpa tonjolan grip yang dulu menjadi ciri khas seri PowerShot.
Di satu sisi, perampingan fisik ini menyenangkan karena kamera bisa dimasukkan ke saku baju atau tas kamera tanpa mengganggu. Namun ketipisan badan akibat absennya grip ini menyebabkan kurang mantapnya genggaman kamera. Agak sulit mengoperasikan kamera dengan satu tangan.
Dari sisi fasilitas pun, perbedaan antara seri ixus dan PowerShot makin tipis. Sebab A2000IS ini banyak menyajikan fasilitas otomatis, sementara ixus seri terbaru (980IS) juga menyodorkan fasilitas manual. Padahal dulu Canon PowerShot disukai akan adanya fitur manual pada kamera berbadan kompak.
Makin mirip ixus, PowerShot A2000IS pun meniadakan viewfinder – sesuatu yang bermanfaat, tetapi biasanya jarang dimanfaatkan. Sebagai gantinya, hadir LCD 3” yang menyita tigaperempat bagian belakang badan kamera. Di layar dengan sudut pandang yang lebar dari kiri ke kanan ini, segala sesuatunya tampak jelas dan jernih nyaris. Sayang di luar ruang pada saat matahari cukup terik, layar tersebut masih kurang mumpuni – sehingga kami kembali mendambakan adanya viewfinder.
***
Canon PowerShot A2000IS ini pasti menyenangkan bagi pengguna pemula. Zoom optiknya panjang, makronya tajam, badannya cukup ramping, dan operasionalnya mudah. Hasil bidikannya pun baik. Akan lebih baik lagi andaikata pengisian blitz-nya bisa semakin cepat.
PLUS: Operasional mudah; makro tajam; fasilitas IS; kualitas bidikan bagus; zoom 6X.
MINUS: LCD di terik matahari kurang terang; zoom optik tidak aktif di moda movie; tanpa grip; SD bawaan 32MB.
SKOR PENILAIAN
(maksimal 5)
-Penggunaan : 4,7
-Kinerja : 4,1
-Fasilitas : 4
-Harga : 3,8
SKOR TOTAL : 4,13
SPESIFIKASI Canon PowerShot A2000IS
Resolusi CCD : 10 megapixel
Resolusi foto (min/max) : 640x480/3648x2736
Resolusi video (min/max) : 160x120/640x480 @ 15/30fps
Media perekaman : MMC/SD/SDHC Memory
Format file (gambar/video): JPG/AVI
Ukuran lensa ekivalen-35mm (mm) : 36 - 216
Setting aperture (wide/tele) : f/3.2-f/5.9
Ekivalen ISO : Auto, High ISO, 80, 100, 200, 400, 800, 1600
Zoom : 6X optical; 4X digital
Kecepatan shutter (detik) : 1/60 - 1/1600
Fokus terdekat terbaik (makro) : 1cm
Viewfinder : Tidak ada
Diagonal LCD : 3” TFT warna LCD 230.000 pixel
Self-timer : 2 dan 10 detik, kustom
Metode koneksi komputer : USB 2.0 Hi-Speed
Tipe batere/isi ulang : AA/ya
Batere charger : Tidak ada
Dimensi (plt) : 10,19×6,35×3,19 cm
Bobot dengan batere + kartu SD: 236 gram
Garansi : 1 tahun
Situs Web : http://www.canon.com.sg
Harga kisaran* : US$ 270
* Datascrip, (021) 654-4515.