Korea Utara Bangun Jaringan Telepon Seluler Pertamanya

Kim Jong Il

Selasa, 16 Desember 2008 | 11:40 WIB

 JAKARTA, SELASA – Korea Utara memang unik. Jalan-jalannya sepi, rakyatnya melarat, dan koneksi Internet-nya nyaris tidak ada. Namun sebentar lagi negara yang dipimpin oleh Kim Jong Il itu akan memiliki sebuah jaringan ponsel baru.

Baru? Ya, setelah ledakan KA pada tahun 2004, ponsel menjadi barang terlarang di Korea Utara. Mereka yang kedapatan memiliki ponsel di negara tersebut akan dikenai sanksi yang berat (kabarnya bahkan sampai hukuman mati).

Namun kini Pyongyang dan kota-kota besar di Korea Utara akan memiliki sebuah jaringan telepon seluler yang dibangun oleh raksasa telekomunikasi Mesir, Orascom. Konon, kontrak dari yang diperoleh oleh operator yang juga membangun jaringan Zimbabwe bagi Robert Mugabe ini bernilai sekitar US$ 400 juta.

http://m.kompas.com di mana saja melalui ponsel, Blackberry, iPhone, atau Windows Mobile Phone Anda
Share on Facebook  
A A A
komentar anda
Jack @ Rabu, 17 Desember 2008 | 10:54 WIB
wahh... berarti kita harusnya bersukur, egara kita yang di bilang plg korup, miskin dan lain-lain yg minus lah. tapi untuk ini IND dah dibilang maju kan...? :))
mo_cab @ Rabu, 17 Desember 2008 | 08:57 WIB
wah..ada lowongan kerja baru nihh....
justpassingby @ Rabu, 17 Desember 2008 | 08:26 WIB
kasian ya....denger denger liat teknologinya di korut itu ketinggalan 20 tahun ke belakang. retro banget :)
danee @ Selasa, 16 Desember 2008 | 18:56 WIB
mau tau ttg korea utara? ketik "north korea" di youtube..ni negara parah abisss!! mileter no.1 kesejahteraan rakyat no.203
antonius @ Selasa, 16 Desember 2008 | 14:47 WIB
walah korea utara ko ketinggalan zaman ya ?
5 Komentar
Posting komentar anda
Nama
Email
Komentar
Security Code
 
FEATURE
Senin, 8 Februari 2010 | 15:44 WIB
Jejaring Sosial di Mata Seorang Tukang Becak
Sekalipun hanya seorang tukang becak, saya mulai tertarik dengan bidang komputer.
Tutorial
Kamis, 28 Januari 2010 | 16:49 WIB
Cara Cepat Merespon E-mail di Outlook 2010
Inilah cara cepat merespon e-mail. Tidak perlu bolak-balik mengetikkan alamat e-mail tujuan yang itu-itu saja.
 

Surat Kabar
Majalah dan Tabloid
Penerbit
Media Elektronik
Industri dan Lain-lain
Hotel & Resort