Apple Bingung, Merek Dagang iPhone Dipakai Pihak Lain

Jumat, 3 Juli 2009 | 11:35 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com – Siapa tak tahu iPhone? Tahu dong kalau pemilik merek dagang itu adalah Apple? Namun tidak di Cina. Di negara Panda itu, merek dagang iPhone adalah milik Hanwang Technology.

Merek dagang Apple bukannya tidak terdaftar di Cina, tetapi rupanya merek dagang Apple hanya sebatas produk software dan hardware komputer, sesuai dengan apa yang didaftarkan perusahaan paman Sam itu pada tahun 2002. Produk ponsel tidak tercakup dalam pendaftaran tersebut. Karena tidak terdaftar sebagai pemegang merek, Apple pun kesulitan untuk memasarkan iPhone besutannya secara resmi di Cina.

Negosiasi alot pun terus dilakukan dengan China Unicom untuk memasukkan iPhone ke Cina., Apple ingin agar iPhone mulai dijual di Cina pada akhir tahun ini. Namun pihak Hanwang yang saat ini memegang merek dagang iPhone mengaku belum diajak bicara secara resmi. Menurut mereka, untuk menjual iPhone di Cina, Apple harus mencapai kesepakatan dengan Hanwang, atau meminta kantor merek dagang untuk mencabut merek dagang yang dipegang oleh Hanwang.

Hmm, sebenarnya siapa Hanwang? Hanwang Technology – yang juga dikenal sebagai Hanvon – bukanlah nama tak dikenal di Cina. Hanwang adalah pembuat perangkat elektronik dan sistem pengenalan tulisan tangan (handwriting recognition) Cina.

Di Cina, kendati belum resmi dipasarkan oleh Apple, iPhone sudah sangat populer. Ada lebih dari 1 juta unit iPhone terjual di sana, demikian perkiraan lembaga konsultasi Ovum.

WIEK

http://m.kompas.com di mana saja melalui ponsel, Blackberry, iPhone, atau Windows Mobile Phone Anda
Share on Facebook  
A A A
komentar anda
m @ Sabtu, 10 Oktober 2009 | 08:44 WIB
hahha negara terjajah...
saefudin @ Minggu, 12 Juli 2009 | 17:24 WIB
kita (indonesia ) seharusnya banyak berkaca pada china yang mau melindungi investor dalam negerinya.termasuk juga kita sebagai warganya jangan sampai membeli produk luar yang hanya karena gengsi saja membelinya tapi tidak punya keinginan tuk membeli produk lokal dengan niat memajukan pasar dalam negeri.
tenli @ Senin, 6 Juli 2009 | 14:40 WIB
Sepertinya masalahnya bukan pada patennya dimana dan kapan, kalau kejadiannya seperti ini? batik dipaten atas nama jepang, tempe dipaten atas nama amerika... ini mirip sekali kejadiannya seperti kasus iphone di cina, ada beda tipis antara kapitalis dan greedy...
Bambang Sangaji @ Minggu, 5 Juli 2009 | 16:33 WIB
Pelajaran paten yang bagus. Memang tidak seharusnya produk yang dipatenkan di Amerika secara otomatis dipatenkan di seluruh negara di dunia. Cara yang digunakan cina sangat tepat untuk melawan kapitalisme.
Budi @ Minggu, 5 Juli 2009 | 13:37 WIB
China ternyata hebat mampu melindungi investor dalam negeri, bagaimana Indonesia...semua investasi adalah milik asing..jelas ini negara terjajah.
6 Komentar
Posting komentar anda
Nama
Email
Komentar
Security Code
 
FEATURE
Senin, 8 Februari 2010 | 15:44 WIB
Jejaring Sosial di Mata Seorang Tukang Becak
Sekalipun hanya seorang tukang becak, saya mulai tertarik dengan bidang komputer.
Tutorial
Kamis, 28 Januari 2010 | 16:49 WIB
Cara Cepat Merespon E-mail di Outlook 2010
Inilah cara cepat merespon e-mail. Tidak perlu bolak-balik mengetikkan alamat e-mail tujuan yang itu-itu saja.
 

Surat Kabar
Majalah dan Tabloid
Penerbit
Media Elektronik
Industri dan Lain-lain
Hotel & Resort