Genderang Perang Ponsel QWERTY Korea vs China

Selasa, 10 November 2009 | 16:20 WIB

Oleh Dian Pitaloka Saraswati

PASAR ponsel bertombol qwerty kini menjadi kian panas setelah kedatangan Samsung dan LG. Vendor asal Korea Selatan (Korsel) itu baru saja mengeluarkan seri ponsel qwerty teranyar yang menyasar pasar kelas menengah ke bawah.

Rupanya mereka melihat pasar ponsel qwerty sangat empuk. Padahal, sebelumnya, ponsel asal Korsel berkiblat pada Eropa dan Amerika Serikat. Di dua kawasan tersebut, Samsung dan LG menghadirkan ponsel pintar dengan desain yang cantik. Atau, ponsel dengan spesifikasi khusus, misalnya untuk musik atau memotret.

Mari kita tengok Samsung yang sudah asyik ber-qwerty di beberapa ponsel pintar. Sebut saja seri I 600, atau seri I780. Sementara, untuk jajaran kelas menengah muncul seri Corby seharga Rp 1,4 jutaan. Rupanya, Samsung sering ingin menghadang kedigdayaan ponsel China di ranah qwerty yang mirip-mirip BlackBerry.

Menurut Romeo Michael Vau, Manajer Produk Divisi Handheld Production PT Samsung Electronics Indonesia, Corby menyuguhkan dinamika unik lewat bentuk casing dan lekuk yang seksi plus warna atraktif. "Corby mengesankan qwerty phone yang lebih fun, berjiwa muda, dinamis, dengan kemampuan qwerty yang mumpuni juga," katanya.

Keunikan produk ini memang terlihat dari penampilan luarnya yang futuristik. Ketika menjelajah ke dalam, ada beberapa fitur umum di kelas middle end, yakni kamera 2 megapiksel, radio, dan slot charger micro USB. Fitur terakhir ini memudahkan pengisian baterai.

Paling istimewa adalah memori internal Corby yang gemuk, yakni 37 megabyte (Mb). Jangan lupakan juga tampilan antarmuka (interface) yang unik karena berbentuk kartun. Tentu saja ada kemudahan ke situs-situs jejaring sosial seperti Facebook, Twitter, dan My Space. Lalu, tersedia pula link ke YouTube, Flickr, Friendster, Picasa, dan Photobucket.

Tapi, tentu saja Corby memiliki kelemahan, yakni koneksi internetnya masih GPRS kelas 10.

Pertumbuhan hingga 200 Persen

Kalau kurang puas, liriklah seri C6625 seharga Rp 2,5 jutaan. Ponsel pintar dengan sistem operasi Windows Mobile ini mendapat sambutan hangat dari pasar. Samsung mengklaim, seri ini terjual 10.000 unit per bulan.

Di kelas yang sama, C6625 mendapat saingan ketat dari Motorola Q9. "Kami melihat, potensi ponsel qwerty di Indonesia sangat besar, tidak mungkin dilewatkan begitu saja. Pertumbuhannya sampai 200 persen," kata Romeo.

Sementara, LG mengandalkan seri GW300. Ponsel ini sedikit unggul dari Corby karena memiliki koneksi internet GPRS kelas 12, jadi sekelas EDGE. Hanya saja, jeroan GW300 tidak sebohai Corby, hanya 15 Mb.

Meski begitu, LG memiliki layar lebih besar ketimbang Corby. Juga ada fitur LiveSquare. Fasilitas ini memungkinkan para pengguna menyimpan nomor kontak telepon dalam bentuk avatar.

Usun Pringgodigdo, General Manager LG Mobile Communications Indonesia, mengakui bahwa pihaknya mengambil celah di pasar qwerty yang sudah dijejali ponsel China. Ia juga mencoba menguak belenggu ponsel pintar yang dijejali BlackBerry, Nokia seri E, dan juga iPhone. Maka, LG GW300 dijual seharga Rp 1,5 juta, mendekati ponsel China yang seharga Rp 700.000–Rp 1,1 juta.

Satu aplikasi unik dari produk LG ini adalah adanya aplikasi religius, yakni aplikasi Al Quran dan Alkitab. Ayo, pilih China atau Korsel?

Sumber: KONTAN

http://m.kompas.com di mana saja melalui ponsel, Blackberry, iPhone, atau Windows Mobile Phone Anda
Share on Facebook  
A A A
komentar anda
yandi @ Jumat, 27 November 2009 | 22:22 WIB
orang indonesia itu paling anti sama produk dalam nengri. maunya yang luar terus biar di kira orang kaya. lihat aja tuh blackberry , abg aja pake blackberry padahak tau gunanya juga kagak. cuma keren kerenan doang....
way @ Senin, 23 November 2009 | 12:42 WIB
@ indra: udah ada mas, yaitu TiPhone T87, coba baca tabloid Sinyal edisi 79..
indra @ Rabu, 18 November 2009 | 06:53 WIB
sayangnya belum ada HP beri2an yg bisa CDMA GSM tanpa dilock yah :( Kemarin lihat HP Iveo Indosat, sayangnya baik GSM dan CDMA nya dilock buat IM3 dan Starone
Watcher @ Selasa, 17 November 2009 | 13:11 WIB
Sebetulnya negara lain menggunakan negara kita sbg tempat produksi. Shrsnya kita sdh mendptkan "transfer know-how" dan bs membuat semua produk dlm negeri. Kita jgn ketinggalan dgn Korea dan Cina yg bertumbuh pesat.
islamarket.net - Toko Islam Online - @ Rabu, 11 November 2009 | 15:37 WIB
hahaha. betul tuh hendy. hp made in indonesia mana? maksudnya karya orang indonesia bukan mbuatnya di indonesia.
7 Komentar
Posting komentar anda
Nama
Email
Komentar
Security Code
 
FEATURE
Senin, 8 Februari 2010 | 15:44 WIB
Jejaring Sosial di Mata Seorang Tukang Becak
Sekalipun hanya seorang tukang becak, saya mulai tertarik dengan bidang komputer.
Tutorial
Kamis, 28 Januari 2010 | 16:49 WIB
Cara Cepat Merespon E-mail di Outlook 2010
Inilah cara cepat merespon e-mail. Tidak perlu bolak-balik mengetikkan alamat e-mail tujuan yang itu-itu saja.
 

Surat Kabar
Majalah dan Tabloid
Penerbit
Media Elektronik
Industri dan Lain-lain
Hotel & Resort