Bursa Efek Indonesia Pakai Red Hat

Patrick Lim (General Manager, ASEAN, Red Hat Asia Pacific Pte Ltd),"Kami akan lebih terlihat di Indonesia."

Jumat, 13 November 2009 | 16:54 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com – Diam-diam, si Topi merah alias Red Hat mulai banyak dipakai di dunia, dan juga di tanah air. Di Indonesia, salah satu perusahaan besar yang akan menggunakannya adalah Bursa Saham Indonesia.

"Jakarta Stock Exchange (Bursa Efek Indonesia) akan pakai RedHat. Ini bukti kepercayaan, karena perusahaan saham kan harus online terus," kata Patrick Lim (General Manager, ASEAN, Red Hat Asia Pacific Pte Ltd).

Selain Bursa Efek, menurut Lim, ada dua bank besar yang berniat menggunakan sistem operasi open source tersebut. "Sayang kami belum mendapatkan persetujuan dari mereka untuk mengumumkan namanya," kata Patrick meminta maaf.

Patrick yakin Red Hat akan berkembang pesat dan digunakan oleh banyak perusahaan di tanah air. Apalagi perusahaan yang berdiri sejak tahun 1993 ini sudah memiliki dua distributor (ECS dan CTI) dan juga dua Advanced Business Partner (Berca dan Ecom) di tanah air.

"Kunci sukses di Indonesia adalah pengembangan pasar. Kerjasama dengan para ISV agar sesuai dengan pasar setempat. Juga kepemimpinan pasar. Kami sudah punya 30 – 40 Red Hat ready-partner," tandas Patrick.

WIEK

http://m.kompas.com di mana saja melalui ponsel, Blackberry, iPhone, atau Windows Mobile Phone Anda
Share on Facebook  
A A A
komentar anda
bangladesh_unjuk_gigi @ Senin, 16 November 2009 | 16:09 WIB
akhirnya BEJ meniru langkah London Stock Exchange yg migrasi ke Linux. Karena sebelumnya paltform sistem mereka yg berbasis .NET dari Microsoft and partners ternyata secara tiba2 gagal online selama 24 jam. itu adalah hari bersejarah krn kontan saja kontrak kerja dgn Microsoft langsung diputus dan LSE menggandeng perusahaan dari Bangladesh utk sistem bursa efek yg berbasis Linux dan open source.
baguzz @ Senin, 16 November 2009 | 09:41 WIB
@via : Open source bukan berarti gratis, yang dijual red hat disini adalah support nya.kalau mau yg gratis coba centos, rhel versi community, tentu gratis, karena support nya dr community, silahkan dicoba, sama kok, hanya beda di supportnya saja.
teguh @ Senin, 16 November 2009 | 08:50 WIB
emang benar perusahaan bursa efek negara harus online teruz coz berpengaruh juga
via @ Senin, 16 November 2009 | 07:58 WIB
redhat ga murni free os tapi sudah berbayar juga sama aja boong
rahman @ Sabtu, 14 November 2009 | 19:54 WIB
hehe.. yang jualan duit pelit juga :P,.. maunya gratisan... lanjutkan !!..
7 Komentar
Posting komentar anda
Nama
Email
Komentar
Security Code
 
FEATURE
Senin, 8 Februari 2010 | 15:44 WIB
Jejaring Sosial di Mata Seorang Tukang Becak
Sekalipun hanya seorang tukang becak, saya mulai tertarik dengan bidang komputer.
Tutorial
Kamis, 28 Januari 2010 | 16:49 WIB
Cara Cepat Merespon E-mail di Outlook 2010
Inilah cara cepat merespon e-mail. Tidak perlu bolak-balik mengetikkan alamat e-mail tujuan yang itu-itu saja.
 

Surat Kabar
Majalah dan Tabloid
Penerbit
Media Elektronik
Industri dan Lain-lain
Hotel & Resort