Rupert Murdoch Tak Butuh Bantuan Google

Rupert Murdoch

Senin, 16 November 2009 | 15:09 WIB

MONACO, KOMPAS.com - Tak mau konten-konten yang dibuat jaringan perusahaan medianya diindeks Google, Rupert Murdoch pun bakal ambil tindakan. Pengusaha kawakan pemilik News Corporation itu berencana menghapus semua indeks kontennya dari hasil pencarian Google dalam waktu dekat.

Hal tersebut dikatakan Jonathan Miller, chief digital officer News Corp dalam Monaco Media Forum pekan lalu. Rencananya, semua konten yang dihasilkan dari media-media di bawah payung News Corp, seperti The Times, The Sun, dan Wall Street Journal akan dibersihkan dari mesin pengindeks Google dalam dua tahun ke depan.

Menurutnya, industri media tidak akan bertahan jika konten-konten berkualitas tinggi diberikan begitu saja secara cuma-cuma. Ia yakin, tanpa bantuan hasil pencarian Google, artikel-artikel buatan media-media News Corp bisa bertahan hidup dan mendapat tempat di hati pembaca.

"Trafik yang datang dari Google seringkali tak diinginkan pembaca sehingga langsung ditinggalkan. Hal seperti itulah yang malah merugikan bagi kami. Efek ekonominya tak sebesar yang diduga. Jadi, Anda bida hidup tanpa itu," ujar Miller seperti dilansir situs Telegraph.

Miller menyatakan ada banyak pendekatan untuk menarik bayaran dari konten online dan hal seperti inilah yang terus dipikirkan News Corp. Sebelumnya, Murdoch sempat menyatakan bahwa News Corp berencana menerapkan tarif untuk mengakses semua artikel yang dibuat media di bawahnya mulai Juni mendatang. Namun, rencana tersebut kemungkinan diundur.

News Corp memang termasuk yang selama ini merasa dirugikan dari artikel-artikel yang muncul melalui mesin pencarian. Misalnya, artikel Wall Street Journal yang seharusnya berbayar jika diakses dari situsnya - hanya gratis untuk paragraf pertama - tapi ternyata bisa diakses penuh jika dari sebuah link hasil pencarian Google.

News Corp menegaskan akan menututp rapat jangkaun Google ke konten-kontennya dan mengajak industri-industri media untuk mengikuti langkahnya. Inilah yang disebut News Corp sebagai persaingan sesungguhnya antara kubu gratis dan berbayar.

WAH

http://m.kompas.com di mana saja melalui ponsel, Blackberry, iPhone, atau Windows Mobile Phone Anda
Share on Facebook  
A A A
komentar anda
yuka @ Sabtu, 5 Desember 2009 | 09:48 WIB
antisipasinya telat rupert murdoch,udah rugi baru ngomel,kenapa ga dari dulu bikin kebijakannya,,setuju sama @erik, cepet bangkrut tuh pasti
ngonar @ Rabu, 18 November 2009 | 12:46 WIB
seharusnya dari programming nya sudah ada user authentication. mosok bs dengan mudah diakses gt ? ini menurut saya kesalahn programming. bukan kesalahan google.
lunatic @ Selasa, 17 November 2009 | 06:38 WIB
@erik apa yg dikatakan oleh Rupert Murdoch emang bener om.. gak semua harus dan bisa gratis.
erik @ Senin, 16 November 2009 | 22:23 WIB
Rupert Murdoch lo udah gila ya....?? berita tidak lagi gratis.... hanya omong kosong.... paling2 juga 2 tahun lagi akan bangkrut.... nasiby akan seperti status Email yang berbayar.. saya berani bertaruh 1000 %..
4 Komentar
Posting komentar anda
Nama
Email
Komentar
Security Code
 
FEATURE
Senin, 8 Februari 2010 | 15:44 WIB
Jejaring Sosial di Mata Seorang Tukang Becak
Sekalipun hanya seorang tukang becak, saya mulai tertarik dengan bidang komputer.
Tutorial
Kamis, 28 Januari 2010 | 16:49 WIB
Cara Cepat Merespon E-mail di Outlook 2010
Inilah cara cepat merespon e-mail. Tidak perlu bolak-balik mengetikkan alamat e-mail tujuan yang itu-itu saja.
 

Surat Kabar
Majalah dan Tabloid
Penerbit
Media Elektronik
Industri dan Lain-lain
Hotel & Resort