Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Rapat soal Seksis, Direksi Uber Malah Sebut Perempuan Bikin Berisik

Kompas.com - 14/06/2017, 16:22 WIB
Fatimah Kartini Bohang

Penulis

Sumber The Verge

KOMPAS.com - Uber tengah melakukan penyelidikan khusus untuk mengidentifikasi asal-usul iklim seksis di perusahaannya. Para direksi sesumbar akan segera menyelesaikan masalah ini, bahkan telah memecat 20 pegawai yang dianggap terlibat kasus seksis.

Namun, hal ironis terjadi saat rapat pembahasan seksis antar-direksi Uber pada Selasa kemarin waktu setempat atau Rabu (14/6/2017) dinihari tadi WIB.

Salah satu anggota direksi bernama David Bonderman melontarkan kalimat seksis ke sesama anggota bernama Arianna Huffington.

Hal ini ketahuan dari bocoran transkrip rapat yang diperoleh jurnalis Yahoo Finance. Di transkrip tersebut, Arianna Huffington mengatakan pentingnya ada lebih banyak perwakilan perempuan di tubuh direksi Uber.

“Ada satu perempuan di direksi, lebih mungkin untuk ada perempuan kedua,” kata Arianna Huffington, sebagaimana dihimpun KompasTekno dari TheVerge.

Lantas David Bonderman membalas dengan indikasi bahwa perempuan yang lebih banyak akan membuat direksi semakin berisik dan "banyak mulut".

“Sebenarnya, yang akan terlihat adalah lebih banyak bicara,” kata David Bonderman.

Perkataan David Bonderman dianggap tak sesuai dalam berbagai konteks, utamanya ketika sedang membahas permasalahan seksis dan diskriminasi terhadap pegawai perempuan. Para netizen di Twitter pun merespons ucapan David Bonderman dengan perkataan pedas.


Alhasil, David Bonderman meminta maaf kepada para pegawainya melalui Departemen Tenaga Kerja di Uber.

“Saya meminta maaf pada para anggota direksi atas komentar yang tak terhormat dalam diskusi hari ini,” kata dia di hari ia melontarkan kalimat seksis.

“Ini tak layak. Saya juga meminta maaf ke semua pegawai Uber yang merasa tersinggung. Saya sangat menyesal,” begitu tertulis dalam pernyataan resmi.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Sumber The Verge
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com