Salin Artikel

Kisah Asmara di Balik Mundurnya Bapak Android dari Google

Di balik pengunduran dirinya tersebut rupanya ada kisah asmara antara Rubin dengan seorang bawahan wanita yang belakangan diangkat oleh situs The Informaton.

Sang wanita melaporkan keluhan soal hubungannya dengan Rubin ke bagian Sumber Daya Manusia di Google. Dia diketahui merupakan pegawai divisi Android yang dipimpin oleh Google.

Pihak Google sebenarnya tak melarang sesama pegawai untuk menjalin hubungan asmara, tapi kode etik perusahaan mewanti-wanti agar jangan sampai ada konflik kepentingan.

Apabila kemudian ada konflik, Google bisa mengubah bidang pekerjaan atau memberhentikan pegawai yang terlibat.

Tak diketahui apakah Google kemudian menjatuhkan sanksi untuk Rubin, atau seperti apa bentuk sanksinya jika diberikan. Yang jelas, Rubin kemudian memutuskan untuk hengkang.

Di dunia teknologi, Rubin adalah sosok beken yang dikenal sebagai “Bapak Android”. Dia memimpin perkembangan Android sampai kemudian diakuisisi oleh Google pada 2005.

Rubin sebenarnya telah meninggalkan departemen Android pada 2013 untuk memimpin pengembangan robot di Google. Namun, penyelidikan internal mengenai hubungan asmaranya baru dilakukan pada 2014.

Investigasi Google kemudian menyimpulkan bahwa hubungan asmara Rubin ketika itu merupakan perilaku yang “tidak pantas dan menunjukkan penilaian buruk”.

Masih menghantui?

Kisah asmara ini diduga masih menghantui Rubin hingga dia mendirikan startup smartphone Essential, beberapa tahun setelah mundur dari Google.

Hanya berselang sehari setelah The Information menurunkan kisah asmaranya dengan sang bawahan, muncul kabar bahwa Rubin memutuskan untuk mengambil cuti.

Kepada dewan direksi Essential, Rubin mengungkapkan alasan cutinya adalah untuk mengurus “persoalan pribadi”. Posisinya sebagai pimpinan perusahaan untuk sementara waktu akan diisi oleh presiden Essential Niccolo de Masi.

Pihak Essential menampik dugaan bahwa cuti Rubin berkaitan dengan kisah asmaranya di Google dulu.

“Hubungan apapun yang dilakukan oleh Rubin selama di Google adalah atas dasar suka sama suka dan tidak melibatkan siapapun yang melapor langsung ke beliau,” sebut juru bicara Essential Mike Sitrick, sebagaimana dirangkum KompasTekno dari New York Times, Kamis (30/11/2017).

“Rubin tidak pernah diberitahu oleh Google bahwa ia melakukan pelanggaran perilaku selagi bekerja di Google. Dia pun tidak pernah melakukan (pelanggaran perilaku), baik selama di Google maupun setelahnya,” lanjut Sitrick.

https://tekno.kompas.com/read/2017/11/30/20200007/kisah-asmara-di-balik-mundurnya-bapak-android-dari-google

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.