Salin Artikel

Pelaku Kasus Infinix Zero 5 "Made in China" Bisa Dikenakan Sanksi Ini

Perangkat 4G tersebut dinyatakan lolos TKDN dengan skema hardware pada Januari 2018. Akan tetapi, Infinix Zero 5 “made in China” dengan kartu garansi Indonesia malah ditemukan di situs jual beli online Lazada.

Kepala Seksi Data dan Informasi Perangkat Pos, Telekomunikasi, dan Informatika, Heru Yuni Prasetyo, mengatakan kasus ini bisa dibawa ke ranah hukum. Rujukannya adalah Pasal 32 ayat (1) UU No. 36 tahun 1999 tentang Telekomunikasi, bunyinya sebagai berikut.

“Perangkat telekomunikasi yang diperdagangkan, dibuat, dirakit, dimasukan dan atau digunakan di wilayah Republik Indonesia wajib memenuhi persyaratan teknis dan berdasarkan izin sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku”.

Persyaratan teknis yang dimaksud adalah sertifikat yang dikeluarkan Ditjen SDPPI. Adapun hukuman bagi pihak yang melanggar merujuk pada Pasal 52 UU RI No. 36 Tahun 1999 tentang Telekomunikasi. Bunyinya sebagai berikut

“Barang siapa memperdagangkan, membuat, merakit, memasukkan dan atau mengunakan alat dan perangkat telekomunikasi di wilayah Negara RI yang tidak sesuai dengan persyaratan teknis sebagai mana dimaksut dalam pasal 32 ayat 1 dipenjara paling lama 1 Tahun dan atau denda 100.000.000,- ( seratus juta rupiah)”.

Dua skenario pelanggaran

Heru Yuni Prasetyo memprediksi dua kemungkinan pelaku dan skenario pelanggaran pada kasus ini.

Pertama, distributor resmi bermain dua kaki dan melakukan kecurangan pemenuhan TKDN. Kedua, Infinix Zero 5 yang dijajakan di Lazada masuk dari importir ilegal yang tidak memenuhi syarat teknis dan tidak berwenang memasukkan barang ke Indonesia.

“Jadi belum tentu Infinix yang mengimpor, tetapi ada importir lain yang melakukannya,” ujarnya.

Artinya, ada dua pihak yang kemungkinan dikenakan sanksi, yakni importir resmi jika terbukti nakal, serta importir ilegal yang melanggar hukum. Lazada atau online shop lainnya tak menjadi sasaran.

"(Terkait online shop) langkah yang telah dilakukan oleh Ditjen SDPPI adalah memanggil para pemilik online shop untuk tidak mengiklankan perangkat telekomunikasi yang belum memenuhi persyaratan teknis di laman store mereka," Heru Yuni Prasetyo menjelaskan.

Country Manager Assistant Infinix Indonesia, Agus Supangat, mengatakan pihaknya tengah melakukan investigasi atas insiden ini.

“Kami masih berkoordinasi dengan distributor kami untuk menyelesaikan masalah ini sebagai langkah untuk memastikan bahwa semua produk di pasar berasal dari sumber lokal," kata dia.

Sekadar informasi, TKDN adalah nilai atau persentase komponen produksi buatan Indonesia yang dipakai dalam sebuah produk berbasis jaringan 4G LTE. Angka minimalnya TKDN sektor ini adalah 30 persen agar ponsel tersebut bisa masuk secara resmi ke Indonesia.

Pada saat peluncuran Zero 5 akhir Januari lalu, pihak Infinix sejatinya mengatakan ponsel ini telah memenuhi aturan TKDN yang diwajibkan pemerintah melalui jalur hardware. Infinix menunjuk dua pabrik sebagai mitra perakitan di Indonesia.

Menurut situs TKDN, ponsel dengan nomor model Infinix X603-LTE itu telah berhasil melewati standar TKDN yang ditentukan di Indonesia dengan mengantongi nilai sebesar 30,63 persen.

https://tekno.kompas.com/read/2018/03/27/12562117/pelaku-kasus-infinix-zero-5-made-in-china-bisa-dikenakan-sanksi-ini

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.