Salin Artikel

TechTrip Kompas.com x Vivo, Merasakan Belanja Serba "Cashless" di Singapura

Namun, konsep swalayan Habitat di Singapura yang didirikan oleh jasa pengiriman layanan dan belanjaan Honest Bee ini lebih canggih karena serba otomatis dan mengandalkan aplikasi.

Sebagai bagian dari rangkaian perjalanan TechTrip KompasTekno dan Vivo Indonesia ke Singapura, pada Sabtu (2/11/2019), para peserta diajak mengunjungi supermarket Habitat di daerah Pasir Panjang.

Kunjungan dilakukan untuk mendapatkan pengalaman belanja serba modern dan otomatis dari swalayan cashless pertama di Negeri Singa tersebut.

Sebelum masuk, pengunjung diharuskan mengunduh aplikasi Honest Bee terlebih dahulu. Aplikasi secara otomatis akan menampilkan QR code di layar ponsel, apabila mendeteksi pengguna sedang berada di dekat lokasi Habitat.

QR code ini dipindai ke mesin di pintu masuk untuk membuka gerbang.

Barang pun akan dimasukkan ke “keranjang belanja” virtual di dalam aplikasi. Selanjutnya pengguna tinggal melakukan konfirmasi untuk membayar barang-barang yang akan dibeli.

Belanjaan yang sidah dibayar pun bisa langsung dibawa ke luar swalayan. Di pintu keluar ada mesin pemindai QR code lagi untuk membuka gerbang. Jika belanjaan belum dibayar, maka gerbang tidak akan dibuka.

Para peserta TechTrip awalnya kebingungan saat ingin berbelanja, karena konsepnya yang serba aplikasi dan belum pernah ditemui di Indonesia.

“Kalau kesulitan sih hanya saat pertama pasang aplikasinya saja. Setelah itu lancar,” ujar salah seorang peserta, Kristanto Nugroho.

Bisa lewat aplikasi atau counter

Cara pembayaran secara langsung lewat aplikasi tadi praktis untuk pengunjung yang hanya membeli sedikit barang. Tapi bagaimana dengan mereka yang hendak memborong banyak belanjaan sekaligus?

Sistem Habitat lalu akan secara otomatis memindai dan menagihkan harga semua barang ke akun Honest Bee milik pengunjung yang bersangkutan.

Belanjaan kemudian bisa diambil di dekat pintu keluar.

Uniknya, mekanisme pengambilan belanja menggunakan robot yang menggerakkan sejumlah rak besar untuk mengantarkan keranjang berisi barang yang dibeli.

Adanya dua metode pembayaran yang berbeda ini kadang membingungkan pembeli. Seorang staf di lokasi menceritakan ada saja pengunjung yang dua kali membayar.

Setelah melakukan pembayaran di aplikasi, mereka kemudian memasukkan belanjaan ke counter check-out, sehingga terkena tagihan lagi. Padahal, seharusnya cukup salah satu metode pembayaran saja yang dipilih.

“Dalam kasus seperti itu, biasanya kami akan memberitahukan perihal double-charge ke mereka, untuk kemudian dilakukan refund,” jelas salah satu staf Habitat.

Bagaimana jika ada pembeli yang mengutil barang tanpa membayar? Staf yang ditanya hanya tersenyum sembari mengatakan bahwa Singapura memiliki angka kriminalitas yang rendah, sehingga pihak Habitat optimistis para pelanggan akan sadar diri dan melakukan pembayaran sebagaimana mestinya.

Sistem keamanan yang ada berupa kamera pengawas CCTV dan aplikasi, di mana pembeli tidak bisa keluar swalayan apabila belum melakukan pembayaran setelah memindai barang.

Spaghetti dari vending machine

Selain swalayan Habitat yang serba modern, para peserta TechTrip juga berkesempatan menjajal mesin penjual otomatis dari Chef in Box yang dipajang di sebuah kompleks apartemen di Singapura.

Beberapa orang peserta menjajal vending machine yang menerima pembayaran dengan lembaran uang tunai ini.

Spaghetti saus lobster dengan ikan cod butuh waktu beberapa menit untuk disiapkan, karena proses pemanasan makanan dari kondisi beku.

Begitu keluar, terlihat kemasannya mirip makanan cepat saji di convenience store. Uap asap langsung menguar begitu boks dibuka, disertai aroma makanan yang menggoda.

Sementara, jeruk peras hanya membutuhkan waktu tak sampai semenit.

Buah jeruk langsung dipotong dengan mesin otomatis dan diperas. Prosesnya bisa langsung dilihat oleh pembeli, karena semua mekanisme pengolahan jeruk terpampang jelas lewat jendela kaca transparan.

Kristanto Nugroho berkomentar bahwa vending machine dan swalayan Habitat merupakan destinasi perjalanan yang “anti-mainstream” dari TechTrip, jarang terlintas di benak turis yang jalan-jalan ke Singapura.

“Saya sudah beberapa kali ke sini (Singapura), tapi vending machine dan Habitat ini tidak pernah kepikiran untuk disinggahi. Menarik sekali kita disuguhi sesuatu yang baru dan serba modern,” katanya.

https://tekno.kompas.com/read/2019/11/03/15325077/techtrip-kompascom-x-vivo-merasakan-belanja-serba-cashless-di-singapura

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.