Salin Artikel

Penjualan YouTube "Play Button" Palsu Marak di E-Commerce Indonesia

Dari penelusuran KompasTekno, Senin (6/1/2020), replika plakat ini bisa dibeli di Tokopedia, Bukalapak, Lazada, dan Shopee. Di Tokopedia misalnya plakat palsu ini dijual oleh  "Toko Tokno Style" dan "Sahabat Hidayah".

Sementara di Bukalapak, desain plakat Play Button dengan pigura dijual oleh lapak dengan akun Herminejenae1101.

Harga di masing-masing toko itu pun berbeda, namun rata-rata berada di kisaran Rp 200.000 hingga Rp 300.000. Di "Kaos Tokno Style", plakat Silver Play Button dijual dengan harga Rp 296.200 dan Gold Play Button dijual seharga Rp 317.200.

Sementara di "Sahabat Hidayah", hanya menjual Silver Play Button saja dengan harga Rp 245.000. Di Bukalapak, plakat palsu ini dijual dengan harga Rp 198.000.

Bahan yang digunakan adalah akrilik dan gravoply, semacam material plastik dengan lapisan warna berbeda, dan pada logo YouTube akan dibuat dari bahan gold akrilik. 

Sementara plakat palsu yang dijual pelapak Herminejenae1101 memiliki desain plakat Silver Play Button dengan bingkai yang terbuat dari bahan fiber.

Bahan ini berbeda dengan plakat asli yang terbuat dari kuningan berlapis perak dan emas. Konsumen yang berminat memiliki plakat khas YouTuber ini, harus menuliskan nama kanal dan jumlah subscriber yang diinginkan.

Plakat palsu ini memungkinkan siapa saja, bahkan yang tidak memiliki akun YouTube, untuk memiliki Silver Play Button dan Gold Play Button. Kira-kira apa tujuannya, apakah untuk sekadar dipajang, lucu-lucuan, atau ada maksud lain?

Apa itu Silver Button dan Gold Button YouTube?

YouTube sebenarnya memiliki tiga penghargaan atau disebut pula Creators Awards bagi YouTuber.

Tiga penghargaan itu adalah Silver Play Button untuk kanal yang telah mencapai 100.000 subscriber, Gold Play Button untuk kanal yang mencapai satu juta subscriber, dan Diamond Play Button untuk pemilik kanal yang mencapai 10 juta subscriber.

YouTuber yang memenuhi syarat jumlah subscriber akan mendapatkan notifikasi secara otomatis, seminggu setelah jumlah subscribernya memenuhi.

Untuk mendapatkan salah satu dari penghargaan ini pun tidak mudah. Tidak cukup hanya memenuhi syarat jumlah subscriber saja.

YouTube sendiri akan melakukan peninjauan kelayakan lebih dulu untuk memastikan apakah si pemilik pantas mendapatkan penghargaan itu.

https://tekno.kompas.com/read/2020/01/06/16430007/penjualan-youtube-play-button-palsu-marak-di-e-commerce-indonesia

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.