Salin Artikel

Netflix Ternyata Pernah Hapus Film atas Permintaan Sejumlah Negara

Informasi ini dituangkan di dalam laporan bertajuk "Environmental Social Governance" yang dirilis Netflix baru-baru ini.

Dalam laporan tersebut, ada sembilan konten yang telah diturunkan oleh Netflix atas permintaan tertulis dari sejumlah negara yang diterima pihaknya dari tahun 2015 hingga 2020.

Singapura menjadi negara yang paling banyak melaporkan konten yang dinilai tidak pantas dengan jumlah lima konten. Kelima film tersebut berjudul Cooking on High, Legend of 420, Disjointed, The Last Temptation of Christ, dan The Last Hangover.

Empat konten lainnya yang berjudul The Bridge, Full Metal Jacket, Night of the Living Dead, serta Patriot Act with Hasan Minhaj, masing-masing dilaporkan oleh Selandia Baru, Vietnam, Jerman, dan Arab Saudi.

Karena dilaporkan oleh negara yang berbeda, kesembilan konten ini hanya "dihapus" secara spesifik di wilayah yang bersangkutan saja, sehingga konten tersebut masih bisa diakses di negara lain.

Saat ditelusuri, KompasTekno sempat mencari kesembilan konten tersebut di aplikasi Netflix dan ternyata semuanya, kecuali Night of the Living Dead, masih bisa ditonton. Ada kemungkinan film horror tersebut diblokir di negara lain juga, terlepas dari Jerman.

Rencananya, Netflix bakal membeberkan konten apa saja yang pihaknya telah blokir di setiap tahunnya secara rutin.

Netflix sendiri tidak akan memblokir konten yang tersedia di platformnya jika tak ada permintaan tertulis dari negara yang mempermasalahkannya, sebagaimana dirangkum KompasTekno dari Axios, Senin (10/2/2020).

Adapun layanan Netflix saat ini sudah dinikmati di lebih dari 190 negara di seluruh dunia, termasuk Indonesia. 

Konten Netflix tengah disorot di Indonesia

Nah, jika mengacu pada laporan Netflix tadi, nama Indonesia tidak disebut sebagai negara yang pernah melaporkan konten yang tidak pantas.

Padahal konten yang tersedia di Netflix hingga kini masih menjadi polemik di Tanah Air, setidaknya bagi sejumlah pihak.

Sejak pertama kali meluncur pada 2016 lalu, Netflix telah diblokir oleh Telkom Group dan hingga saat ini masih tidak bisa diakses di layanan Indihome, Telkomsel, maupun Wifi.id.

Meski begitu, layanan Netflix sendiri memang masih bisa dinikmati melalui sejumlah provider lain.

Menurut pihak Telkom, pemblokiran Netflix ini masih berlaku lantaran sejumlah konten di platform tersebut masih banyak yang berbau pornografi dan dinilai tidak aman untuk ditonton.

Terlebih, Netflix disebut tidak mau memenuhi persyaratan Telkom, di mana penyedia layanan video on demand itu diharuskan menarik konten bermasalah, misalnya pornografi, dalam 24 jam.

Terkait soal Netflix dan Telkom ini, Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny Plate sempat mengatakan bahwa masalah tersebut sejatinya harus diselesaikan secara business to business (B2B).

Sebab, ia menyebut pemblokiran Netflix yang terjadi saat ini bukan atas permintaan Kemenkominfo (pemerintah), melainkan korporasi.

Sementara jika melihat dari sisi pengguna, konsumen sendiri agaknya tidak begitu mempermasalahkan konten di Netflix.

Pasalnya, berdasarkan pernyataan Wakil Pengurus Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia ( YLKI), Sudaryatmo, yang dijumpai KompasTekno beberapa pekan lalu, saat ini belum ada konsumen yang mengadukan konten Netflix secara formal.

Menurutnya, keluhan masyarakat terkait Netflix lebih banyak ditemukan di media sosial dengan berbagai topik, mulai dari mereka yang merasa tidak adil dengan pemblokiran, soal legalitas Netflix di Indonesia, hingga pelanggaran hak konsumen untuk memperoleh informasi.

https://tekno.kompas.com/read/2020/02/10/17260067/netflix-ternyata-pernah-hapus-film-atas-permintaan-sejumlah-negara

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.