Salin Artikel

Penjualan Galaxy S20 Lesu, Samsung Salahkan Virus Corona

Betapa tidak, selain membatalkan acara pameran teknologi tahunan terbesar Mobile World Congress di Barcelona akhir Februari lalu, Corona juga "menginfeksi" penjualan sejumlah pabrikan smartphone.

Samsung salah satunya. Vendor ponsel pintar asal Korea Selatan ini mengaku penjualan Galaxy S20 lesu karena wabah virus Corona.

Di kampung halamannya, Galaxy S20 hanya terjual 70.800 unit di hari pertama penjualan.

Jumlah ini hanya separuh dari penjualan Galaxy S10 pada tahun lalu. Kala itu, Galaxy S10 terjual 140.000 unit ketika keran penjualan pertama kali dibuka.

Angka tersebut semakin jauh jika dibandingkan dengan Galaxy Note 10 Plus yang terjual 220.000 unit di hari pertama penjualan pada Agustus lalu di Korea Selatan.

"Penjualan terdampak oleh berkurangnya diskon yang tajam untuk lini smartphone baru dan kunjungan gerai luring yang rendah karena ketakutan virus Corona," jelas salah satu perwakilan perusahaan telekomunikasi di Korea Selatan.

Tidak disebutkan apa nama perusahaan tersebut. Tapi kemungkinan, perusahaan telekomunikasi itu adalah salah satu mitra Samsung di Korea Selatan untuk melakukan penjualan Galaxy S20.

Kasus virus Corona di Negeri Gingseng pun semakin bertambah tiap harinya. Bahkan menurut Badan Kesehatan Dunia (WHO), Korea Selatan menjadi negara di luar China yang paling terdampak.

Dilaporkan BBC, hingga Senin (2/3/2020), ada 3.730 kasus tercatat, di mana 21 penderita meninggal dunia karena virus Covid-19.

Apple dan Microsoft ikut terdampak

Tidak hanya Samsung yang merana karena Corona. Apple juga mengalami hal serupa pada penjualan iPhone bulan Maret 2020.

Mereka pesimistis mencapai target pendapatan untuk kurtal pertama tahun ini. Hal ini dikarenakan pasokan komponen iPhone yang kebanyakan berasal dari China terbatas jumlahnya.

Pabrik-pabrik komponen iPhone itu memang tidak terletak di Wuhan, lokasi yang diyakini menjadi asal mula virus Corona. Namun karena endemiknya meluas, maka operasional pabrik pun tersendat.

Bahkan ada beberapa pabrik yang ditutup sementara setelah Tahun Baru China Januari lalu.

Kendati pabrik sudah mulai beroperasi namun jumlah pasokan komponen tetap akan melambat dan berdampak pada pemasukan perusahaan.

Belum lagi penjualan iPhone di China ikut turun. Sebab, Apple juga menutup sejumlah Apple Store di China awal Februari lalu untuk meminimalisir dampak virus Corona.

Beberapa mitra penjualan iPhone dilaporkan melakukan hal yang sama pula. Dirangkum KompasTekno dari Gizmodo, Senin (2/3/2020), Apple Store di China sudah mulai dibuka namun jam operasionalnya lebih pendek dibanding hari normal.

Selain Samsung dan Apple, Microsoft juga mengalami nasib serupa. Mereka juga pesimistis mencapai target fiskal di kuartal ketiga tahun 2020, karena rantai pasokan bisnis komputasinya terhambat akibat virus ini.

https://tekno.kompas.com/read/2020/03/02/14430037/penjualan-galaxy-s20-lesu-samsung-salahkan-virus-corona

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.