Salin Artikel

Beda dari MediaTek, Qualcomm Mengaku Tak Mengakali "Benchmark"

KOMPAS.com - Beberapa waktu lalu, MediaTek diduga mencurangi skor benchmark sejumlah ponsel yang ditenagai chip bikinannya lewat sebuah system file dalam firmware perangkat. 

Situs teknologi Anandtech menemukan bahwa di dalam file tersebut terdapat serangkaian kode yang bisa mengakali benchmark, dengan memicu kinerja ponsel untuk membuat skor lebih tinggi dibanding keadaan normal.

Praktik seperti ini disebut dengan whitelisting, di mana sejumlah aplikasi seperti benchmark sengaja diizinkan oleh sistem untuk memicu kinerja ponsel. Akibatnya, performa perangkat terkesan tinggi dalam pengujian, tapi tak tercermin dalam penggunaan sehari-hari.

MediaTek pun sempat menanggapi tuduhan tersebut dengan mengeluarkan pernyataan bahwa "whitelisting" - atau diistilahkan sebagai "sports mode" di ponsel berbasis MediaTek- merupakan praktik lumrah yang banyak dilakukan oleh pemain lain di industri chip.

"Banyak brand merancang perangkatnya agar berjalan sekencang mungkin saat uji benchmark sedang berjalan untuk menunjukkan kinerja penuh dari sebuah chipset," bunyi potongan penyataan dari MediaTek.

Tidak akal-akalan

MediaTek sendiri tidak menyebutkan secara jelas soal siapa persisnya "kompetitor kunci" dalam industri yang menurut mereka turut melakukan whitelisting serupa.

Meski demikin, Qualcomm belakangan merasa perlu untuk mengeluarkan pernyataan sanggahan terhadap "tudingan" tersebut. Pabrikan chip Snapdragon itu menegaskan bahwa pihaknya tak melakukan akal-akalan benchmark untuk mendongkrak skor.

"Whitelisting mengacu pada teknik mencantumkan sejumlah aplikasi demi meningkatkan performa ponsel," ujar pihak Qualcomm sebagaimana dikutip KompasTekno dari Android Authority, Kamis (16/4/2020).

"Praktik whitelisting ini umumnya dianggap sebagai tindakan kecurangan di industri karena melenceng dari tujuan benchmark untuk mencerminkan kinerja sehari-hari. Qualcomm tidak melakukan praktik whitelist," sebut perusahaan itu.

Sebelumnya, situs Anandtech, yang menemukan kecurangan dengan melakukan pengujian terhadap beberapa perangkat berbasis chip MediaTek, mengatakan bahwa pabrikan itu memasukan beberapa aplikasi benchmark populer ke dalam whitelist.

Aplikasi-aplikasi ini termasuk Androbench, PC Mark, Antutu, dan Geekbench. ketika beberapa ponsel MediaTek yang diuji coba AnandTech mendeteksi aplikasi whitelist sedang berjalan, maka sistem akan digenjot sehingga melampaui batas normal dalam penggunaan harian.

https://tekno.kompas.com/read/2020/04/17/12530047/beda-dari-mediatek-qualcomm-mengaku-tak-mengakali-benchmark

Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.