Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Tentukan Pilihanmu
0 hari menuju
Pemilu 2024
Salin Artikel

Data Nasabah Kredit Plus Bocor, Begini Cara Cek Apakah Anda Terdampak

Ratusan data tersebut kabarnya diperdagangkan di sebuah forum jual-beli database. Forum tersebut sebelumnya juga mempromosikan database pengguna Tokopedia, yang bocor beberapa bulan lalu.

Thread tentang informasi penjualan database Kreditplus di forum tersebut memang telah dihapus. Namun jika Anda termasuk nasabah Kreditplus, Anda bisa mencoba mengecek apakah akun Anda terdampak atau tidak.

Cara mengeceknya adalah melalui situs web haveibeenpwned.com. Situs ini bisa mengidentifikasi, apakah alamat e-mail yang dipakai untuk mendaftar layanan online pernah terekspos oleh insiden kebocoran data atau tidak.

Setelah membuka halaman tersebut, masukkan alamat e-mail yang digunakan untuk mendaftar di Kreditplus di kolom pencarian yang disediakan, lalu klik tombol pwned? di sebelahnya.

Apabila akun Anda terdampak, maka akan muncul "slide" bewarna merah dengan keterangan "Oh no-pwned!". Di bawahnya akan ada daftar platform apa saja yang terdampak, di mana Anda mendaftar dengan alamat e-mail tadi.

Jika ada nama Kreditplus, berarti data Anda ikut bocor dalam kasus ini. Namun jika aman, "slide" bewarna hijau akan muncul dengan keterangan "Good News-no pwnage found!".

Apabila terdampak, sebaiknya segera mengganti password dan aktifkan sistem verifikasi dua langkah untuk meningkatkan perlindungan akun. Ganti juga password layanan online lain yang menggunakan kata kunci serupa.

Berdasarkan pantauan KompasTekno, Selasa (4/8/2020), situs Have I Been Pwned telah menyertakan informasi kasus kebocoran data Kreditplus dengan jumlah akun terdampak sebanyak 768.890.

Data terdampak mencakup tanggal lahir, alamat e-mail, pekerjaan, kartu keluarga, gender, pendapatan, biaya hidup, status perkawinan, nama ibu kandung, nama, nomor telepon, alamat fisik, tempat lahir, agama, dan nama pasangan. Situs ini mencatat kebocooran data terjadi pada 23 Juni lalu.

Menurut lembaga riset siber Indonesia CISSRec (Communication & Information System Security Research Center), database yang konon berukuran 78 MB ini telah tersebar di situs RaidForum sejak 16 Juli lalu.

Database itu dijual oleh seorang pengguna dengan nama "ShinyHunters" seharga sekitar Rp 50.000. 

https://tekno.kompas.com/read/2020/08/04/12222917/data-nasabah-kredit-plus-bocor-begini-cara-cek-apakah-anda-terdampak

Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Bagikan artikel ini melalui
Oke