Salin Artikel

Balik Menyerang, Apple Sebut Pembuat Fortnite "Bukan Robin Hood"

KOMPAS.com - Drama antara Apple dan pembuat game battle royale Fortnite, Epic Games (Epic), terus berlanjut dan kian memanas. Setelah menghadapi gugatan hukum karena menghapus Fortnite dari App Store, Apple balik menyerang Epic.

Pekan ini, dalam dokumen counterclaim di pengadilan, perusahaan yang dipimpin oleh Tim Cook tersebut mengatakan bahwa Epic telah melanggar kontrak yang dibuat kedua perusahaan dengan membuat sistem pembayaran Fortnite di luar App Store.

Apple kemudian menyebut bahwa, meski mencitrakan diri seolah berusaha mengubah sistem agar lebih adil untuk semua developer, Epic sebenarnya bukan "Robin Hood korporat modern".

"Kenyataannya mereka (Epic) adalah perusahaan bernilai miliaran dollar AS yang hanya tak mau mengeluarkan biaya untuk memperoleh banyak manfaat dari App Store," sebuh Apple dalam dokumen gugatan yang diajukan ke pengadilan.

Bahkan, Apple menganggap bahw Epic sebenarnya merupakan pengembang game yang paling banyak memanfaatkan layanan dan dukungan yang disediakan oleh Apple dibanding pengembang game lain selama dua tahun belakangan.

"Fortnite telah menggunakan lebih dari 400 sistem aplikasi pemrograman (API), frameworks, serta classes milik Apple, berikut menggunakan lima versi perangkat lunak pengembang aplikasi (SDK)," lanjut Apple, dihimpun KompasTekno dari Apple Insider, Kamis (10/9/2020).

Selain itu, di tiap musim (season) terbaru Fortnite, Apple juga mempromosikan event tersebut ke para pengguna, seperti lewat Twitter, secara cuma-cuma. Apple juga mengklaim bahwa Epic meraup pendapatan lebih dari 600 juta dolar AS (sekitar Rp 8,8 triliun) dari App Store.

Tudingan pelanggaran kontrak dan monopoli

Epic dituding telah melanggar kontrak dengan secara sengaja mempublikasikan versi game Fortnite dengan sistem pembayaran in-game di luar ekosistem App Store, sehingga Apple tidak dapat memungut potongan dari transaksi.

Apple pun meminta pengadilan agar menetapkan Epic bersalah atas pelanggaran kontak, memberikan ganti rugi atas pemasukan yang hilang, serta melarang penerapan sistem pembayaran tersebut di semua aplikasi Epic di App Store.

Di sisi lain, Epic menuding bahwa Apple telah melakukan praktik monopoli dengan memaksa semua developer untuk memakai sistem pembayaran lewat mekanisme App Store, yang memungut potongan 30 persen dari transaksi.

Epic tidak menuntut ganti rugi, melainkan mendesak pengadilan agar memutuskan bahwa Apple harus mengubah kebijakan App Store, terutama menyangkut pungutan 30 persen yang dikenakan untuk transaksi di dalam aplikasi.

"Epic Games mengajukan gugatan ini untuk mengakhiri tindakan Apple yang tidak adil demi mempertahankan kegiatan monopoli yang bisa bernilai miliaran dolar," kata pihak Epic Games dalam tuntutannya.

https://tekno.kompas.com/read/2020/09/10/11050067/balik-menyerang-apple-sebut-pembuat-fortnite-bukan-robin-hood-

Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Link CCTV buat Pantau Kondisi Gunung Semeru Terkini yang Mengalami Erupsi

Link CCTV buat Pantau Kondisi Gunung Semeru Terkini yang Mengalami Erupsi

Internet
2 Wanita Tuntut Apple, Tuduh AirTag Bantu Aktivitas 'Stalking'

2 Wanita Tuntut Apple, Tuduh AirTag Bantu Aktivitas "Stalking"

e-Business
Pasukan Siber Ukraina Klaim Lumpuhkan Bank Terbesar Kedua Rusia

Pasukan Siber Ukraina Klaim Lumpuhkan Bank Terbesar Kedua Rusia

e-Business
Tampilan WhatsApp Grup Versi Desktop Berubah, Ada Foto yang Muncul

Tampilan WhatsApp Grup Versi Desktop Berubah, Ada Foto yang Muncul

Software
Apa Itu Zenly, Aplikasi yang Mau Ditutup Saat Tengah Naik Daun?

Apa Itu Zenly, Aplikasi yang Mau Ditutup Saat Tengah Naik Daun?

Software
Link dan Cara Membuat Twitter Wrapped untuk Rangkum Twit yang Pernah Diunggah

Link dan Cara Membuat Twitter Wrapped untuk Rangkum Twit yang Pernah Diunggah

Internet
Terakhir Hari Ini, Berikut Link dan Cara Daftar Rekrutmen Bersama BUMN 2022 Batch 2

Terakhir Hari Ini, Berikut Link dan Cara Daftar Rekrutmen Bersama BUMN 2022 Batch 2

e-Business
Elon Musk Pecat Petinggi Twitter karena Berupaya Kendalikan Dialog Publik

Elon Musk Pecat Petinggi Twitter karena Berupaya Kendalikan Dialog Publik

e-Business
10 Video Terpopuler di YouTube Indonesia Sepanjang 2022

10 Video Terpopuler di YouTube Indonesia Sepanjang 2022

Internet
Kunci Rahasia Android Bocor, HP Samsung Rentan Disusupi Malware

Kunci Rahasia Android Bocor, HP Samsung Rentan Disusupi Malware

Software
Seperti Smartphone, Bola Piala Dunia Qatar Harus Dicas Sebelum Dipakai

Seperti Smartphone, Bola Piala Dunia Qatar Harus Dicas Sebelum Dipakai

Gadget
[POPULER TEKNO] Misteri Kematian 3 Bos Kripto | Penampakan Ponsel Lipat Oppo Find N2 Flip | Adu Spesifikasi Xiaomi 12T Vs Xiaomi 11T

[POPULER TEKNO] Misteri Kematian 3 Bos Kripto | Penampakan Ponsel Lipat Oppo Find N2 Flip | Adu Spesifikasi Xiaomi 12T Vs Xiaomi 11T

Internet
Link Download Twibbon Hari Penerbangan Sipil Internasional 2022 dan Cara Pakainya

Link Download Twibbon Hari Penerbangan Sipil Internasional 2022 dan Cara Pakainya

Internet
Cara Mengatur Format Teks di Microsoft Word

Cara Mengatur Format Teks di Microsoft Word

Software
Cara Mengatur Format Jam di Microsoft Excel

Cara Mengatur Format Jam di Microsoft Excel

Software
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.