Salin Artikel

Nikon Keluar dari Indonesia, Alarm Kondisi Pasar Kamera Kita?

Nikon Indonesia tidak memberikan keterangan resmi baik melalui siaran pers maupun di website resminya. Satu-satunya pengumuman dibuat melalui kanal resmi media sosial Nikon.

Kamera-kamera Nikon akan tetap dijual di Indonesia, namun melalui distributor resmi PT. Alta Nikindo. Begitu juga untuk layanan pusat bantuan dan service.

Yang pasti, hengkangnya Nikon dari pasar Indonesia membunyikan alarm, seperti apa sebenarnya kondisi pasar kamera digital di Indonesia?

Sintra Wong, Assistant Director Marketing Division Canon Datascrip mengatakan, pasar kamera di Indonesia memang sedang terpuruk. Antara kuartal I hingga III-2020, penjualan kamera di Indonesia diperkirakan turun hampir 50 persen dibandingkan tahun lalu.

Salah satu penyebab utamanya adalah pandemi Covid-19 yang turut memperlambat laju ekonomi dalam negeri.

Faktor ekonomi membuat turunnya daya beli masyarakat. Tren konsumsi masyarakat juga bergeser, karena terbatasnya aktivitas di luar ruangan.

"Sehingga kamera tidak menjadi kebutuhan saat ini," kata Sintra ketika dihubungi KompasTekno, Kamis (22/10/2020).

Penjualan kamera Canon di Indonesia sendiri juga terdampak oleh pandemi Covid-19 ini. Namun Sintra enggan menyebutkan berapa besar penurunannya.

Yang pasti Sintra menegaskan pangsa pasar kamera Canon di Indonesia secara total masih 45 persen selama periode kuartal I-kuartal III 2020. Di tengah lesunya pasar, Canon masih berusaha bertahan.

"Kami berusaha untuk terus mencari pasar baru dan mengalihkan fokus pada produk-produk yang memang memiliki peluang di masa pandemi seperti sekarang," jelas Sintra.

Kondisi global

Bukan hanya di Indonesia, pasar kamera secara global tercatat terus menurun sejak tahun 2017. Menurut laporan Nikkei pada bulan Agustus lalu, total jumlah kamera yang terjual pada 2019 lalu di seluruh dunia adalah 14,8 juta.

Angka itu turun 22,4 persen dari tahun 2018, yang juga turun 22,2 persen dari tahun 2017. Berdasarkan laporan tersebut, separuh dari total kamera yang terjual berasal dari Canon, membuatnya kokoh di posisi pertama.

Pangsa pasar global Canon sendiri naik 2,4 persen menjadi 45,4 persen. Sony berada di urutan kedua dengan pangsa pasar 20,2 persen, atau naik 0,9 persen.

Untuk pertama kalinya, Sony melampaui Nikon, yang harus duduk di posisi ketiga dengan total pangsa pasar 18,6 persen, turun 1,6 persen.

Fujifilm Holdings menempati urutan keempat dengan pangsa pasar 4,7 persen, turun 0,4 persen dan posisi lima besar ditutup oleh Panasonic dengan pangsa pasar 4,7 persen, sebagaimana KompasTekno rangkum dari Digital Camera World, Kamis (22/10/2020).

https://tekno.kompas.com/read/2020/10/22/16155657/nikon-keluar-dari-indonesia-alarm-kondisi-pasar-kamera-kita

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.