Salin Artikel

Alasan Pemerintah Indonesia Tak Bisa Setegas India soal Kebijakan WhatsApp

Setelah pertemuan tersebut, Kominfo meminta WhatsApp untuk lebih transparan tentang bagaimana data pengguan diproses.

Sikap ini lebih "lunak" dibanding pemerintah India yang meminta WhatsApp untuk membatalkan kebijakan privasi WhatsApp dan menghormati data pengguna di India.

Menurut pengamat kebijakan publik, Riant Nugroho pemerintah Indonesia gamang untuk bersikap lebih tegas kepada WhatsApp karena belum adanya dasar hukum berbentuk undang-undang.

"Dapat dipahami mengapa pemerintah kita, khususnya Kominfo agak kurang percaya diri, karena tidak ada dasar kebijakan atau hukum yang membantu untuk menyampaikan argumentasi," jelas Riant ketika dihubungi KompasTekno melalui sambungan telepon, Rabu (21/1/2021).

Lebih lanjut, Riant mengatakan bahwa dasar hukum harus ada, karena para pelaku bisnis internasional biasanya menjadikan dasar hukum yang ada di suatu negara sebagai acuan argumentasi kebijakan mereka.

Kendati demikian, Riant mengusulkan bahwa Menteri Kominfo, dalam hal ini Johnny G Plate, bisa menggunakan diskresinya sebagai bagian dari pemerintahan yang memiliki kewenangan untuk menyampaikan kritik meskipun belum ada dasar hukumnya.

Kritik tersebut bisa menjadi sebuah sinyal atau peringatan kepada pelaku bisnis yang mengambil data pengguna di Indonesia agar mereka tidak semena-mena.

"Tapi ini tidak mudah karena hari ini pun yang namanya komitmen pemerintah secara umum untuk melindungi data rakyat indonesia boleh dikatakan tidak ada," imbuh Riant merujuk pada lamanya proses pengesahan Undang-undang Perlindungan Data Pribadi (UU PDP) yang sudah diusulkan sejak tahun 2018.

Riant mengatakan, hal tersebut menunjukkan bahwa legislatif maupun eksekutif belum menganggap perlindungan data pribadi warga negara sebagai amanat konstitusi yang tertuang di pembukaan Undang-undang Dasar 1945.

Riant menjelaskan dalam UUD 45, pemerintah wajib melindungi seluruh tumpah darah Indonesia yang kini tidak hanya fisik tapi juga di dunia maya.

Sampai mana UU PDP?

Sampai saat ini UU PDP masih berupa rancangan undang-undang (RUU). RUU PDP sebelumnya direncanakan akan disahkan pada bulan November 2020, namun pembahasannya harus mundur karena kendala pandemi. Menkominfo mengatakan UU PDP ditargetkan selesai awal tahun 2021.

"Saya harap penyelesaian legislasi primer ini bisa selesai pada kuartal 2021," kata Johnny.

Menkominfo mengatakan RUU PDP saat ini masih dalam proses politik di DPR.

Saat bertemu dengan perwakilan WhatsApp, selain meminta transparansi, Kominfo juga meminta agar WhatsApp menyediakan formulir persetujuan pemrosesan data pribadi dalam bahasa Indonesia.

WhatsApp/Facebook juga diminta melakukan pendaftaran sistem elektronik untuk menjamin pemenuhan hak pemilik data pribadi. Selain itu, WhatsApp juga harus memberikan jaminan akuntabilitas pihak-pihak yang menggunakan data pribadi.

"Mekanisme yang tersedia bagi pengguna untuk melaksanakan hak-haknya, termasuk hak untuk menarik persetujuan serta hak lain yang dijamin oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku," ungkap Johnny kepada KompasTekno.

https://tekno.kompas.com/read/2021/01/22/08090037/alasan-pemerintah-indonesia-tak-bisa-setegas-india-soal-kebijakan-whatsapp

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

 Daftar Harga HP Samsung Terbaru Agustus 2022, Mulai Rp 1 Jutaan

Daftar Harga HP Samsung Terbaru Agustus 2022, Mulai Rp 1 Jutaan

Gadget
Google Minta Apple Tinggalkan Teknologi SMS/MMS

Google Minta Apple Tinggalkan Teknologi SMS/MMS

Software
Oppo Watch 3 dan 3 Pro Meluncur, Pertama dengan Snapdragon W5 Gen 1

Oppo Watch 3 dan 3 Pro Meluncur, Pertama dengan Snapdragon W5 Gen 1

Gadget
Daftar Harga Samsung Galaxy Z Flip 4 dan Galaxy Z Fold 4 di Indonesia Semua Model

Daftar Harga Samsung Galaxy Z Flip 4 dan Galaxy Z Fold 4 di Indonesia Semua Model

Gadget
Samsung Rilis Foto BTS x Galaxy Z Flip 4, Download di Sini untuk Dicetak

Samsung Rilis Foto BTS x Galaxy Z Flip 4, Download di Sini untuk Dicetak

Gadget
Video: Menjajal Ponsel Lipat Samsung Galaxy Z Flip 4 dan Galaxy Z Fold 4 di Jakarta

Video: Menjajal Ponsel Lipat Samsung Galaxy Z Flip 4 dan Galaxy Z Fold 4 di Jakarta

Gadget
Daftar Harga iPhone 13, iPhone 13 Mini, iPhone 13 Pro, iPhone 13 Pro Max Terbaru Agustus 2022

Daftar Harga iPhone 13, iPhone 13 Mini, iPhone 13 Pro, iPhone 13 Pro Max Terbaru Agustus 2022

Gadget
India Mulai Batasi Peredaran HP Murah Buatan Xiaomi, Realme, dkk

India Mulai Batasi Peredaran HP Murah Buatan Xiaomi, Realme, dkk

e-Business
Merasakan Keseruan 'BTS New York Takeover' saat Peluncuran Galaxy Z Flip 4 dan Galaxy Z Fold 4

Merasakan Keseruan "BTS New York Takeover" saat Peluncuran Galaxy Z Flip 4 dan Galaxy Z Fold 4

Gadget
Resmi Dibuka, Oppo Gallery Gandaria City Hadirkan Konsep Segar Kolaborasi Seni dan Teknologi

Resmi Dibuka, Oppo Gallery Gandaria City Hadirkan Konsep Segar Kolaborasi Seni dan Teknologi

BrandzView
Samsung Galaxy Z Flip 4 Resmi Meluncur dengan Baterai Lebih Besar

Samsung Galaxy Z Flip 4 Resmi Meluncur dengan Baterai Lebih Besar

Gadget
Samsung Galaxy Watch 5 dan Watch 5 Pro Sudah Bisa Dipesan di Indonesia, Ini Harganya

Samsung Galaxy Watch 5 dan Watch 5 Pro Sudah Bisa Dipesan di Indonesia, Ini Harganya

Gadget
Samsung Galaxy Z Fold 4 Resmi Meluncur dengan Kamera 50 MP

Samsung Galaxy Z Fold 4 Resmi Meluncur dengan Kamera 50 MP

Gadget
Elon Musk Masih Mau Beli Twitter, tapi Ada Satu Syarat

Elon Musk Masih Mau Beli Twitter, tapi Ada Satu Syarat

Internet
Samsung Galaxy Z Fold 4 dan Galaxy Z Flip 4 Sudah Bisa Dipesan di Indonesia

Samsung Galaxy Z Fold 4 dan Galaxy Z Flip 4 Sudah Bisa Dipesan di Indonesia

Gadget
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.