Salin Artikel

Pupusnya Harapan Balon Google Menyebar Internet di Indonesia

Balon ini sedianya dapat menyebar jaringan internet ke berbagai penjuru wilayah yang sulit dijangkau oleh infrastruktur internet konvensional, misalnya karena faktor biaya ataupun geografi.

Indonesia menjadi salah satu negara yang menyatakan minatnya menggunakan balon internet Google tersebut. Pada tahun 2015, tiga operator utama Indonesia, yakni Indosat, XL, dan Telkomsel juga diketahui telah menandatangani kerja sama uji coba Google Loon di Indonesia.

Saat uji coba tahun 2016, balon internet itu diterbangkan di frekuensi 900 Mhz di sejumlah wilayah Indonesia. Sedianya waktu pengujian ini berlangsung satu tahun. Setelah rampung, komersialisasinya membutuhkan waktu dua hingga tiga tahun.

Jadi, jika pengujiannya dilakukan tahun 2016, Google Loon seharusnya sudah mulai beroperasi paling cepat pada 2018 atau 2019. Namun karena terbentur regulasi, hingga tahun 2020 lalu Google Loon masih sekadar angan belaka.

Memasuki tahun 2021, adopsi Google Loon di Indonesia kembali terdengar. Pada pertengahan Januari 2021, dua operator seluler Indonesia, yakni Indosat Ooredoo dan XL Axiata kembali menyatakan minatnya terhadap Google Loon untuk membawa internet ke wilayah 3T (terdepan, terluar, dan tertinggal).

Niat Indosat menggunakan Google Loon bahkan sudah melangkah ke tahap diskusi awal. Hal ini disampaikan oleh Natasha Nababan selaku Chief Legal & Regulatory Officer Indosat Ooredoo dalam acara Paparan Publik Insidentil - PT. Indosat Tbk, Selasa (12/1/2021).

"Saat ini diskusi kami dengan pihak Google masih dalam tahap awal. Namun sebagai perusahaan, tentu kami berkomitmen menyediakan interkoneksi di seluruh pelosok Indonesia," lanjut Natasha.

Namun tak dinyana-nyana, pada Jumat (22/1/2021), perusahaan induk Google, Alphabet justru mengumumkan akan menghentikan operasi Google Loon.

Menanggapi kabar tersebut, VP-Head of Strategic Communication Management Indosat Ooredoo, Adrian Prasanto mengaku telah mengetahui nasib akhir Google Loon ini.

Menurut Adrian, pihak Indosat secara otomatis juga tidak akan melanjutkan diskusi dengan Google Loon.

"Walaupun demikian, kami merasa bangga karena sudah menjadi bagian dari eksplorasi solusi inovatif yang dilakukan Google," ungkap Adrian melalui pesan singkat kepada KompasTekno, Selasa (26/1/2021).

Karena proyek Google Loon sudah dihentikan, Adrian mengungkapkan Indosat akan terus mencari pemain global lainnya yang bisa mendukung misi perusahaannya melakukan pemerataan digital di seluruh Indonesia.

Sedangkan dari pihak XL Axiata sendiri, mengaku dari awal pihaknya memang tidak membatasi diri dengan teknologi tertentu, termasuk dengan satelit maupun Google Loon ini.

"Kami terbuka dan terus mengeksplor teknologi-teknologi baru lainnya yang memiliki beban biaya yang efektif, dan dapat mempercepat penetrasi ke area-area yang tidak terjangkau sebelumnya," kata Tri Wahyuningsih, Group Head Corporate Communications XL Axiata kepada KompasTekno.

Wanita yang akrab disapa Ayu itu membenarkan bahwa XL Axiata memang sempat melihat Google Loon sebagai salah satu teknologi yang dinilai bisa digunakan untuk menyebar jaringan internet di pelosok Indonesia.

Namun, ia menggarisbawahi dalam praktiknya, penerapan teknologi balon internet Google ini harus mengikuti regulasi yang ada di Indonesia.

Walaupun Google Loon dihentikan operasinya, XL Axiata tetap akan mendukung pemerintah dalam melakuan penyediaan infrastruktur dan layanan telekomunikasi diberbagai wilayah Indonesia, termasuk di wilayah pelosok-pelosok.

Ayu mengatakan, komitmen ini diwujudkan diantaranya dengan melakukan kerjama dengan Kominfo dan BAKTI melalui mekanisme USO (universal service obligation), termasuk juga dengan memanfaatkan Palapa Ring.

Di samping itu, Ayu juga mengungkapkan pihaknya sedang meninjau berbagai teknologi baru yang dinilai mampu mendukung komitmen tersebut, salah satu di antaranya adalah Open RAN HTS (high throughput satellite – satelit kapasitas tinggi).

Sebagai informasi, layanan Google Loon rencananya baru akan dimatikan dalam beberapa bulan ke depan. Faktor biaya diketahui menjadi alasan di balik penutupan proyek ini.

Alphabet mengaku perusahaan tidak menemukan cara untuk menekan biaya operasi Project Loon, sehingga bisnis yang berkelanjutan sulit untuk dicapai.

“Jalan menuju kelangsungan komersial telah terbukti memakan waktu lebih lama dan lebih berisiko dari yang kami harapkan. Jadi kami membuat keputusan sulit untuk menutup Loon," tulis Astro Teller, Kepala Lab Penelitian X.

https://tekno.kompas.com/read/2021/01/27/09050027/pupusnya-harapan-balon-google-menyebar-internet-di-indonesia

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.