Salin Artikel

Sikap Terbaru Presiden Biden, Ponsel Huawei Masih Terlarang Pakai Google

Padahal, aplikasi dan layanan Google adalah bagian tak terpisahkan dari ekosistem perangkat Android bagi para pengguna di luar China.

Belakangan, pemerintah AS yang kini dinahkodai oleh Joe Biden memberikan kabar terbaru menyangkut nasib Huawei di Amerika Serikat.

Juru bicara Gedung Putih mengatakan bahwa pemerintah AS berupaya melindungi jaringan telekomunikasi negara dari "vendor tidak tepercaya" seperti Huawei Technologies Co Ltd yang berpotensi mengancam keamanan nasional.

"Peralatan telekomunikasi yang dibuat oleh vendor yang tidak tepercaya, termasuk Huawei yang merupakan ancaman bagi keamanan AS dan sekutu kami," kata Jen Psaki, juru bicara Gedung Putih.

Meski demikian, pemerintahan Biden berniat meninjau ulang dan berkonsultasi dengan beberapa pihak terkait untuk menentukan nasib bisnis Huawei di AS.

Pemblokiran ini sebenarnya menyasar produk telekomunikasi Huawei, khususnya perangkat jaringan 4G/5G yang digunakan operator seluler AS. Namun, pelarangan ini turut berimbas pada produk konsumer Huawei lainnya, seperti smartphone beserta isinya.

Smartphone Huawei menjadi terlarang menggunakan layanan Google dan chipset buatan negeri Paman Sam, seperti Qualcomm.

Dengan dirilisnya sikap terbaru pemerintahan Biden ini maka Huawei belum akan terbebas dari jeratan entity list, setidaknya dalam waktu dekat ini.

Ini berarti Google belum bisa mengizinkan smartphone Huawei menggunakan layanan Google Mobile Service (GMS). Keputusan ini memang berada sepenuhnya di tangan pemerintah AS, bukan Google.

Sebagai informasi, smartphone Android terbaru Huawei saat ini tidak menyertakan GMS. Ini berarti pemiliknya tidak bisa mengunduh aplikasi dari Play Store, menonton video dari YouTube, melihat peta di Google Maps, mengedit dokumen di Google Drive, dan lainnya.

Dengan demikian, pengguna smartphone Huawei di luar China, termasuk Indonesia belum bisa menggunakan layanan Google dalam waktu dekat ini.

Huawei kini menggunakan Android versi open source (AOSP) di ponselnya, dengan Huawei Mobile Services (HMS) untuk menggantikan layanan dan aplikasi Google.

Ketiadaan ekosistem GMS tentu menjadi batu sandungan besar bagi ponsel Huawei, terutama di pasar di luar China yang konsumennya sudah terbiasa dengan aneka layanan Google.

Pemilik ponsel Huawei sebenarnya masih bisa memasang aplikasi Google lewat sumber tidak resmi (sideloading). Namun, mekanisme tersebut bisa mengancam keamanan perangkat.

Sebagaimana dihimpun KompasTekno dari Express UK, Rabu (3/2/2021), di tahun ini, Huawei dilaporkan telah menargetkan sekitar 400 juta perangkat yang dibekali dengan sistem operasi HarmonyOS. Selain smartphone, HarmonyOS juga kemungkinan bisa digunakan di berbagai perangkat lainnya.

https://tekno.kompas.com/read/2021/02/03/15280047/sikap-terbaru-presiden-biden-ponsel-huawei-masih-terlarang-pakai-google

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.