Salin Artikel

Begini Tampilan Awal Google Maps yang Dirilis 16 Tahun Lalu

Google Maps pertama kali diluncurkan dalam versi web untuk pengguna desktop dengan alamat maps.google.com.

Belum ada versi web mobile maupun aplikasi. Sebab, ponsel komersil Android yakni HTC Dream pertama kali diperkenalkan pada 2008.

Peta digital versi desktop ini awalnya hanya dirilis guna mempermudah pengguna yang ingin melihat titik lokasi tertentu. Namun, fungsinya terus berkembang dan tidak hanya terbatas untuk melihat lokasi. 

Ketika pertama kali diluncurkan, tampilannya masih sangat sederhana, yaitu hanya menampilkan kolom search di bagian atas untuk mencari lokasi dan melihat rute yang ingin dituju.

Jika ingin mengetahui berapa jarak tempuh dari lokasi A ke B, Google Maps menyediakan tiga kolom tambahan di sisi kanan untuk melakukan pencarian secara spesifik. Seperti inilah tampilan Google Maps ketika pertama kali dirilis.

Fungsi Google Maps versi awal pun masih sederhana. Seperti untuk memperbesar peta, pengguna bisa menggeser tombol "Zoom" ke arah atas, begitupun sebaliknya. Sementara untuk melihat lokasi di sekitarnya, pengguna dapat memanfaatkan tombol panah ke arah atas, bawah, kanan, dan kiri.

Pada Desember 2005, Google pun kemudian menambahkan fitur baru bernama Trip Planner untuk Maps. Kala itu, Portland, Oregon AS menjadi kota pertama yang kebagian fitur ini.

Dua tahun setelah peluncuran, barulah Google Maps memiliki fitur yang memberitahu pengguna mengenai tingkat kepadatan lalu lintas secara real time.

Ketika pertama kali hadir, fitur tersebut hanya sekitar lebih dari 30 kota di Amerika Serikat.  Ada tiga warna yang ditampilkan sebagai penanda situasi lalu lintas. Warna merah untuk situasi kemacetan, kuning menandakan adanya hambatan, dan hijau artinya kondisi jalanan lancar.

Integrasi Google Earth dan Street View

Di tahun yang sama, Google turut memperkenalkan Google Earth. Seperti namanya, Google Earth memungkinkan pengguna dapat melihat berbagai tempat di dunia secara langsung.

Bedanya dengan Google Maps, Google Earth lebih menekankan penelusuran tempat secara visual, sementara Maps lebih berfungsi untuk menunjukkan arah dan lokasi.

Kini, Google Earth juga hadir dengan tampilan realitas virtual alias virtual reality (VR). Google Earth bertampilan VR diharapkan mampu membuat pengguna dapat menelusuri tempat-tempat indah di dunia lewat penjelajahan visual.

Pada Mei 2007, Google merilis tekonologi baru bernama Street View yang juga merupakan satu bagian dari Google Maps.

Melalui teknologi ini, pengguna bisa melihat wilayah di seluruh dunia untuk menyusuri jalan-jalan yang ada di sana, dan melihat apa saja yang ada di sekitar lokasi tersebut.

Kemudian di tahun 2012, Google memperkenalkan Street View Trekker. Alat ini memiliki perangkat kamera yang sama dengan yang terpasang di armada mobil.

Trekker digunakan di tempat yang lebih spesifik dan tidak bisa dilalui oleh kendaraan besar. Bentuknya seperti tas ransel yang dapat dipakai oleh petugas yang akan melakukan pemetaan.

Lewat Google Street View, pengguna dapat menjelajahi lokasi dengan mengarahkan tombol panah di layar. Foto pemandangan dapat dilihat dari berbagai arah dan sudut, serta dalam berbagai ukuran.

Hingga kini, Google mengklaim telah merekam lokasi di dunia secara keseleruhan sekitar lebih dari 10 juta mil.

Hadir untuk smartphone

Google Maps versi 2.0 dirilis untuk pengguna mobile dan tersedia untuk perangkat Blackberry, Palm, dan lainnya pada November 2007. Kemudian pada 2008, aplikasi Google Maps resmi hadir di platform Android dan disusul untuk pengguna iOS pada 2012.

Seiring berjalannya waktu, Google Maps terus mengalami perubahan serta menambahkan sederet fitur-fitur baru di dalamnya yang bertujuan untuk mempermudah penggunanya.

Seperti misalnya fitur Your Timeline yang memungkinkan pengguna dapat melihat jalur mana saja yang pernah dikunjungi. Fitur tersebut bersifat pribadi dan hanya bisa dilihat sendiri.

Pengguna juga diberikan kebebasan untuk mengatur timeline-nya itu. Dalam artian, pengguna bisa menghapus riwayat jalur atau tempat yang sudah dilaluinya.

Tampilan Google Maps yang sekarang juga terlihat lebih ringkas dan detail seperti di bawah ini.

Tak hanya itu, Google Maps juga memberikan pertimbangan perjalanan menggunakan transportasi ride-sharing semacam Gojek atau Grab, lengkap dengan estimasi waktu dan biaya perjalanan.

Detail rute di Google Maps juga lebih kaya dengan berbagai informasi, seperti ATM, tempat ibadah, rest area, restauran, dan sebagainya.

Hal itu lantaran Google Maps terintegrasi dengan Google Street View dan satelit, sehingga lebih memudahkan pengguna untuk menemukan lokasi.

Pada jalur persimpangan, suara navigasi pada Google Maps akan memberikan peringatan sebelum pengemudi harus belok. Google Maps juga memberikan fitur step by step yang akan memberi aba-aba jika pengguna harus berganti halte bus, atau jalur kereta.

Di daerah yang cenderung terpencil dari jangkauan jaringan internet, Google Maps masih bisa berfungsi meskipun dalam mode offline sebagaimana dirangkum KompasTekno dari Blog Google, Senin (8/2/2021).

Di era new normal seperti saat ini, Google Maps juga mendatangkan sejumlah fitur baru untuk membuat penggunanya lebih waspada di tengah pandemi Covid-19.

Salah satu fitur yang dimaksud yaitu Covid-19 Info. Ketika fitur Covid-19 Info ini diaktifkan, pengguna akan bisa melihat berapa jumlah kasus Covid-19 yang berada di sekitar mereka atau suatu wilayah langsung di dalam aplikasi.

Selain angka, fitur ini juga bisa menampilkan intensitas jumlah kasus Covid-19 di suatu wilayah, berikut tren peningkatannya dengan warna sebagai penanda.

Google mengklaim bahwa data angka kasus Covid-19 yang ditampilkan di peta ini, diambil dari berbagai sumber, seperti John Hopkins, The New York Times, Wikipedia, dan otoritas kesehatan setempat.

Sementara untuk mode pengemudi, nantinya pengguna akan memperoleh informasi terkait beberapa titik pos pemeriksaan (checkpoint) dan pembatasan perjalanan terkait Covid-19 di sepanjang rute pengguna.

https://tekno.kompas.com/read/2021/02/08/11040007/begini-tampilan-awal-google-maps-yang-dirilis-16-tahun-lalu

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.