Salin Artikel

Vendor China Ini Resmi Berhenti Jualan Ponsel

Kerja sama kedua pihak yang sama-sama berbasis di China ini sempat diproyeksikan berjalan selama 30 tahun, tapi ternyata kandas di tengah jalan. Meitu telah mengumumkan telah pecah kongsi dari Xiaomi.

Kabar tersebut disampaikan langsung oleh CEO Meitu, Wu Xinhong dalam sebuah acara konferensi tahunan. Ia mengungkapkan bahwa Meitu telah mengakhiri kemitraannya dengan Xiaomi dan telah mengambil kembali merek dagang dan lisensinya.

Ia juga menyatakan bahwa Meitu tidak lagi terlibat dalam pembuatan dan penjualan ponsel. Dengan kata lain, Meitu akan berhenti menjual ponsel dan keluar dari pasar smartphone secara permanen.

Semenjak bisnis hardware ponselnya diambil alih oleh Xiaomi, Meitu memang hanya terlibat dalam pengembangan software kamera dan aplikasi editing foto di dalamnya. Sedangkan Xiaomi bertanggung jawab dalam segi desain, R&D, serta penjualan ponsel Meitu.

Kemitraan antara Xiaomi dan Meitu ini sempat menelurkan ponsel bernama Xiaomi CC9 Meitu Edition yang dirilis pada 2019 silam.

Sayangnya, setelah ponsel Xiaomi CC9 Meitu tidak ada perangkat lain yang diproduksi dari kolaborasi ini. Pandemi disebut-sebut menjadi alasan dari gagalnya pembuatan perangkat baru dari kolaborasi mereka.

Karenanya, Meitu mengumumkan penghentian kerja sama dan mengambil kembali semua lisensi dan merek dagangnya dari Xiaomi, sebagaimana dihimpun KompasTekno dari GizmoChina, Jumat (26/3/2021).

Sempat kontroversi

Meitu sejatinya memang bukan pemain besar dalam industri smartphone. Ponsel juga bukan menjadi inti bisnis utama dari produsen China ini.

Pada dasarnya, Meitu merupakan perusahaan perangkat lunak (software) yang berfokus membuat aplikasi selfie. Kemudian, Meitu mulai membuat ponsel sendiri dengan memanfaatkan software aplikasi selfie yang telah dikembangkannya.

Kepakaran Meitu di bidang selfie itu pula yang menjadi alasan Xiaomi mencaplok bisnis ponselnya pada 2018.

Menurut ketentuan kerja sama kedua pihak, Xiaomi yang mendapat teknologi selfie akan membayarkan sebagian profit dari penjualan ponsel ke Meitu. Sementara, Meitu berharap Xiaomi bisa menjadi mitra strategis untuk mengakselerasi pertumbuhan perusahaan.

Aplikasi selfie Meitu sempat digemari sekaligus memantik kontroversi pada 2017 lalu karena dinilai meminta akses data terlalu banyak ke perangkat. Diduga hal itu dilakukan karena Meitu ingin menjual data pribadi pengguna aplikasinya ke pengiklan.

Di dunia ponsel sendiri, Meitu bukan pemain besar. Dalam kurun waktu lima tahun, pabrikan ini dilaporkan hanya berhasil menjual 3,5 juta smartphone di bawah mereknya.

https://tekno.kompas.com/read/2021/03/26/19250057/vendor-china-ini-resmi-berhenti-jualan-ponsel

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.