Salin Artikel

Tanda Popularitas Clubhouse Mulai Menurun

Bahkan, pada bulan tersebut Clubhouse mengalami kenaikan unduhan hingga 300 persen dari bulan Januari yang mencapai 2,4 juta unduhan.

Namun tampaknya, popularitas Clubhouse perlahan-lahan menyusut. Salah satunya ditandai dengan melambatnya jumlah unduhan dalam beberapa bulan terakhir.

Pada Maret 2021 jumlah unduhan Clubhouse turun menjadi 2,7 juta. Tren itu berlanjut hingga April, di mana jumlah unduhan Clubhouse semakin berkurang drastis, yakni hanya mencapai 992.000 unduhan saja secara global.

Menurut juru bicara Sensor Tower, pertumbuhan di bulan April menunjukkan menurunnya jumlah unduhan Clubhouse dalam beberapa bulan terakhir.

Kendati demikian, keinginan pengguna Clubhouse untuk bertahan di aplikasi tersebut dikatakan masih kuat.

Clubhouse pun tampaknya tidak ingin kehilangan momen popularitasnya, meskipun pertumbuhannya mulai melamban. CEO Clubhouse Paul Davidson, mengatakan perusahaannya sedang menyiapkan strategi baru.

Salah satunya adalah dengan membuka Clubhouse ke lebih banyak orang, tidak hanya melalui skema undangan saja.

Davidson juga beberapa kali sesumbar sedang menyiapkan Clubhouse untuk versi Android. Kabar terbaru menyebut Clubhouse versi Android kini sedang dalam tahap uji coba.

Menurut laporan Tech Crunch, dalam acara townhall Clubhouse beberapa waktu lalu diumumkan bahwa Clubhouse Android versi beta sedang diuji coba dengan beberapa pengguna non-karyawan.

Namun, uji coba ini belum bergulir ke pengguna publik karena masih menggunakan "versi beta kasar" dan masih membutuhkan penyempurnaan.

Dirangkum KompasTekno dari Business Insider, Selasa (4/5/2021), Clubhouse juga bekerja sama dengan Stripe, perusahaan payment untuk memungkinkan pengguna membayar kreator Clubhouse secara langsung.

Clubhouse memiliki nilai valuasi sebesar 1 miliar dollar AS atau sekitar Rp 14,4 triliun (kurs Rp 14.400) pada bulan Januari lalu. Saat ini, perusahaan masih berburu dana segara lewat pendanaan yang targetnya bisa mendongkrang nilai valuasi hingga 4 miliar dollar AS (sekitar Rp 57,7 triliun).

Sementara itu Clubhouse juga harus bersiap mendapatkan saingat berat dari para kompetitor besarnya.

Beberapa media sosial mulai memperkenalkan layanan berbasis audio serupa Clubhouse versi mereka. Sebut saja Twitter Spaces, Voice Chat 2.0 milik Telegram, dan Live Audio Rooms milik Facebook.

Bos besar perusahaan teknologi seperti CEO Tesla, Elon Musk dan CEO Facebook, Mark Zuckerberg "berjasa" dalam meningkatkan popularitas Clubhouse karena mereka berdua beberapa kali menyelenggarakan diskusi di media sosial berbasis audio itu.

https://tekno.kompas.com/read/2021/05/04/14310037/tanda-popularitas-clubhouse-mulai-menurun

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.