Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

Kisah John McAfee, Jutawan Antivirus Kontroversial yang Hidupnya Berakhir di Bui

Pemilik nama lengkap John David McAfee itu dikenal sebagai pendiri perusahaan software antivirus McAfee.

John McAfee lahir di Skotlandia pada 18 September 1945 oleh pasangan ibu asal Inggris dan ayah dari AS. Semasa kanak-kanak, McAfee tinggal bersama orang tuanya di Roanoke, Virginia.

Di umurnya yang masih belia, McAfee tumbuh di lingkungan keluarga yang buruk. Sang ayah diketahui merupakan pecandu alkohol berat.

Ketika menginjak umur 15 tahun, McAfee harus menerima kenyataan pahit dari tindakan ayahnya yang nekat bunuh diri menggunakan senapan api.

Akibat dari tindakan tersebut dan ditambah dengan beragam masalah lain yang datang dari keluarganya, McAfee mulai mencari solusi dengan melakukan hal-hal buruk.

Ia mulai kecanduan minum-minuman keras dan mulai menggunakan narkoba. Hal ini turut memengaruhi perilaku McAfee yang menjadi cenderung liar.

Namun terlepas dari kebiasaan buruknya, McAffee dikenal sebagai anak yang cerdas. McAfee berhasil lulus dengan meraih gelar sarjana matematika di Universitas Roanoke pada tahun 1967.

Ia kemudian melanjutkan jenjang pendidikannya untuk meraih gelar PhD (Doctor of Philosophy) dalam studi bidang matematika di Northeast State Louisiana State College.

Sayang, gelar tersebut harus dicabut akibat perlakuan seksual yang dilakukannya. Sebab McAfee diketahui telah melakukan hubungan intim dengan seorang siswa yang dibimbingnya.

Karir

Semakin beranjak dewasa, McAfee tumbuh sebagai seorang pemuda yang sangat cerdas dalam bidang pemrograman.

Ia bahkan sempat mendapatkan pekerjaan di organisasi-organisasi terkenal, dan berhasil terlepas dari ketergantungan alkohol dan narkoba.

McAfee mulai merintis karirnya di bidang ilmu komputer. Ia berhasil mendapatkan posisi sebagai programmer di NASA Institute for Space Studies di New York pada 1968.

Setelah bekerja di sana selama beberapa tahun, McAfee kemudian pindah ke Univac untuk bekerja sebagai perancang software.

Pada pertengahan 1970-an, McAfee kemudian dipekerjakan sebagai arsitek sistem operasi di Xerox. Ia kemudian bergabung dengan perusahaan Computer Sciences Corporation sebagai konsultan perangkat lunak pada tahun 1978.

Pada tahun 1980, ia kemudian pindah ke perusahaan konsultan Booz Allen Hamilton. Namun, sepak terjang karir McAfee mulai mengalami penurunan.

Rasa candu terhadap alkohol dan obat-obatan terlarang kembali menghantuinya. Ia kemudian kembali melakukan kebiasaan buruknya tersebut selama bekerja di Booz Allen Hamilton.

Dari hari ke hari, ketergantungannya terhadap narkotika semakin meningkat. Hingga pada tahun 1983, McAfee nekat menggunakan narkoba saat bekerja di kantor barunya di sebuah perusahaan bernama Omex.

Tertangkap basah atas perlakuannya tersebut, McAfee kemudian dikeluarkan dari pekerjaannya. Pada titik inilah, McAfee menyadari semua perilaku-perilaku buruknya.

Ia kemudian memutuskan untuk melakukan rehabilitasi dengan bergabung ke Alcoholics Anonymous. Setelah menjalankan beragam program, McAfee kemudian berhasil dinyatakan terbebas dari kecanduannya.

Setelah sembuh, McAfee dipekerjakan oleh sebuah perusahaan pertahanan bernama Lockheed Martin, dimana ia mengerjakan projct pengenalan suara rahasia.

Cikal bakal antivirus McAfee

Selama bekerja di Lockheed Martin, McAfee belajar kode pemrograman baru yang dirancang untuk bisa menggandakan dirinya sendiri.

Kode ini bahkan dapat menginfeksi sebuah komputer dengan media perantara floppy disk. Kode tersebut kemudian dikenal sebagai virus.

Setelah mempelajari kode tersebut secara mendalam, McAfee mulai merancang sebuah software untuk memerangi virus. McAfee merasa perlu untuk mengembangkan program antivirus ini, karena ia telah memprediksi akan adanya serangan virus di tahun-tahun mendatang.

Pada tahun 1987, McAfee kemudian mendirikan perusahaan antivirusnya sendiri, yang dikenal dengan McAfee Associates. Dua tahun berikutnya, McAfee mengundurkan diri dari Lockheed Martin untuk fokus mengembangkan bisnis perusahaannya.

Bisnis yang dilancarkan McAfee kemudian berbuah manis, setelah banyaknya ancaman virus yang meningkat di berbagai belahan dunia.

Dalam waktu yang cukup singkat, perusahaan McAfee berhasil disulap menjadi sebuah bisnis yang bernilai jutaan dollar AS.

McAfee mulai saham perusahaannya dan mendirikan Tribal Voice, sebuah perusahaan yang mengembangkan program pesan instan PowWow pada tahun 1990-an.

Selain mengembangkan perusahaan antivirusnya, McAfee juga menjalankan sejumlah bisnis lain, termasuk QuorumEx dan Future Tense Central.

Kontroversi dan kasus hukum

Setelah sukses dalam menjalankan bisnisnya, McAfee kemudian menjual perusahaan rintisannya pada Intel dengan nilai sebesar 7,6 miliar dollar AS.

Sejak saat itu, ia mulai menginvestasikan penghasilannya ke beragam usaha lain. McAfee kemudian dikenal sebagai sosok jutawan yang eksentrik.

Sepanjang hidupnya, McAfee sudah dua kali menikah. Istri pertamanya yang bernama Judy telah meninggalkannya pada awal tahun 1980-an karena mengaku tidak mampu mengatasi kecanduan yang diderita McAfee.

Tak lama, McAfee menikahi istri keduanya, Janice Dyson. Pada tahun 2018, McAfee bahkan mengaku telah menjadi ayah dari setidaknya 47 anak.

Dirangkum KompasTekno dari The Famous People, Kamis (24/6/2021), McAfee juga tercatat terjerat beragam pelanggaran hukum. Pada April 2012, ia ditangkap atas tindakan pembuatan obat dan kepemilikan senjata tanpa izin.

Kemudian pada November 2012, McAfee dipanggil sebagai "orang yang terlibat" atas kasus tewasnya ekspatriat AS, Gregory Viant Faull.

Merasa takut dan panik, McAfee kemudian melarikan diri ke Guatemala sebelum akhirnya dideportasi ke AS pada Desember 2012.

Selama beberapa tahun terakhir, McAfee telah berusaha mengindar kejaran pihak otoritas AS. Hal ini disebabkan karena McAfee enggan membayarkan pajak penghasilannya di AS selama delapan tahun.

Selain masalah pajak, ia juga digugat atas beragam tindakan pelanggaran, mulai dari tuduhan penghindaran pajak hingga kasus penipuan mata uang kripto di New York.

Bunuh diri di penjara

Pendiri perusahaan antivirus itu akhirnya ditangkap pada 3 Oktober 2021 lalu di bandara Barcelona, Spanyol.

McAfee diamankan oleh pihak kepolisian Spanyol saat hendak menaiki pesawat ke Istanbul dengan paspor Inggris miliknya. Ia kemudian ditahan di sebuah sel penjara di Barcelona.

Setelah sembilan bulan bertahan di bui, McAfee dinyatakan meninggal dunia. Ia ditemukan tewas bunuh diri pada Rabu (23/6/2021) lalu di dalam selnya, karena dugaan depresi.

Selang beberapa jam sebelum kematiannya, McAfee mendengar putusan dari Pengadilan Tinggi Spanyol yang mengizinkan ekstradisinya ke AS, terkait tuduhan kasus penggelapan pajak.

Selaku pihak pengacara, Javier Villaba menjelaskan bahwa McAfee sebenarnya masih memiliki kesempatan untuk mengajukan banding atas hukumannya. Namun disinyalir tidak lagi tahan mendekam di bui, McAfee akhirnya gantung diri.

https://tekno.kompas.com/read/2021/06/24/11320017/kisah-john-mcafee-jutawan-antivirus-kontroversial-yang-hidupnya-berakhir-di-bui

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke