Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

Menelisik Prosesor 2 Core yang Menjadi "Otak" Laptop Program Pemerintah

KOMPAS.com - Pemerintah, melalui Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek), mengalokasikan Rp 2,4 triliun untuk membeli 240.000 unit laptop produk dalam negeri (PDN).

Ratusan ribu unit perangkat tersebut dibagikan untuk menunjang kegiatan pendidikan pelajar mulai dari jenjang SD, SMP, SMA, SMK, SKB, dan PKBM di Indonesia.

Berdasarkan Peraturan Mendikbud RI No. 5 Tahun 2021 tentang Petunjuk Operasional Dana Alokasi Khusus Fisik Bidang Pendidikan Tahun Anggaran 2021, laptop PDN minimal harus memiliki prosesor (CPU) dua inti (dua core) dengan cache 1 MB dan frekuensi 1,1 GHz.

CPU tersebut juga setidaknya harus dipadu dengan RAM 4 GB (DDR4) dan media penyimpanan (storage) berkapasitas 32 GB dengan sistem operasi (OS) Chrome OS.

Maksud dari "dua core" di sini bukanlah prosesor lawas seri Intel Core 2 Duo yang diperkenalkan pada 2006 lalu dan sudah dihentikan sejak 2011, melainkan prosesor yang memang memiliki dua inti CPU. 

Prosesor komputer modern biasanya memang memiliki lebih dari satu inti CPU untuk meningkatkan kinerja dan efisiensi tanpa harus menggenjot frekuensi kerja terlalu tinggi.

Prosesor kelas high-end bisa memiliki 16 inti CPU atau lebih banyak. Sementara, prosesor dengan dua inti CPU banyak digunakan di komputer dan laptop low-end.

Di pasaran, ada banyak model CPU entry level yang berjenis dual core  dengan cache setidaknya 1 MB dan frekuensi 1,1 Ghz.

Seperti yang terdapat di berbagai laptop murah dengan prosesor dual core Intel Celeron Series N3000 dan N4000, dan AMD A-Series.

Selain itu, CPU dual core ini juga biasanya dipadankan RAM 4 GB dengan memori internal 32 GB dalam produk berjenis Chromebook, alias laptop yang dibekali dengan OS ChromeOS.

Beberapa di antaranya seperti Lenovo Chromebook 14e (AMD A4), Acer Chromebook Spin 514 (AMD Ryzen 3), Dell Chromebook 3100 (Intel Celeron N4020), HP Chromebook 11 G8 (Intel Celeron N4020), Asus VivoBook Flip 14 TP401 (Intel Celeron N4020), dan masih banyak lagi.

Namun perlu dicatat, konfigurasi hardware tersebut hanya merupakan persyaratan spesifikasi minimal yang disyaratkan oleh Kemendikbud. Perangkat laptop yang dibeli bisa saja memiliki konfigurasi hardware yang lebih tinggi.

Laptop dengan prosesor dual-core 1,1 GHz, RAM 4 GB, dan media penyimpanan hanya 32 GB mungkin terkesan "mepet" apabila menjalankan OS Windows 10 yang ukuran file instalasinya saja bisa mencapai belasan hingga puluhan GB.

Namun, laptop untuk pelajar dalam program Kemendikbudristek menjalankan sistem operasi Chrome OS yang ukurannya jauh lebih ramping, hanya sekitar 7 GB saja. Selain itu, Chrome OS juga lebih ringan dibandingkan Windows dalam hal pemakaian sumberdaya.

Laptop yang menjalankan Chrome OS biasanya disebut sebagai "Chromebook". Salah satu perbedaan Chrome OS dari Windows adalah aplikasi hanya bisa didapatkan dari toko Chrome Web Store dan Google Play Store.

Beragam jenis aplikasi tersedia untuk Chrome OS, termasuk aplikasi produktivitas hingga editing foto danvideo, meskipun mungkin tidak se-powerful aplikasi serupa di platform Windows.

Tak semua Chromebook memiliki spesifikasi rendah dan banderol murah. Beberapa model premium datang dengan hardware mumpuni, misalnya Google seri Pixel Book  yang harganya mencapai 999 dollar AS atau lebih dari Rp 14 juta.

https://tekno.kompas.com/read/2021/07/31/10020087/menelisik-prosesor-2-core-yang-menjadi-otak-laptop-program-pemerintah

Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Cara Mudah Membuat Password Laptop Windows 11, Windows 10, dan Windows 7

Cara Mudah Membuat Password Laptop Windows 11, Windows 10, dan Windows 7

Gadget
Arti Emoji Mata Melihat ke Atas, Bingung atau Kesal?

Arti Emoji Mata Melihat ke Atas, Bingung atau Kesal?

Internet
Ukuran Kolom Microsoft Excel Bisa Disamakan dengan Mudah lewat Cara ini

Ukuran Kolom Microsoft Excel Bisa Disamakan dengan Mudah lewat Cara ini

Software
iPhone Bisa Cek Status Penerbangan Pesawat via iMessage, Begini Caranya

iPhone Bisa Cek Status Penerbangan Pesawat via iMessage, Begini Caranya

Software
Baterai HP Tidak Mengisi saat Dicas? Ini 5 Cara Mengatasinya

Baterai HP Tidak Mengisi saat Dicas? Ini 5 Cara Mengatasinya

Hardware
Mriya Hancur, Satelit Dikirim Pakai Beluga

Mriya Hancur, Satelit Dikirim Pakai Beluga

e-Business
Cara Menyembunyikan Nomor HP di GetContact agar Tidak Bisa Dicari

Cara Menyembunyikan Nomor HP di GetContact agar Tidak Bisa Dicari

Software
Cara Langganan Amazon Prime Video dan Daftar Harga Paketnya

Cara Langganan Amazon Prime Video dan Daftar Harga Paketnya

e-Business
Kenapa Jaringan Indosat Lemot padahal Kuota Internet Masih Banyak? Ini 4 Cara Mengatasinya

Kenapa Jaringan Indosat Lemot padahal Kuota Internet Masih Banyak? Ini 4 Cara Mengatasinya

Internet
Kode Verifikasi WhatsApp Tidak Muncul di SMS? Ini 5 Penyebabnya

Kode Verifikasi WhatsApp Tidak Muncul di SMS? Ini 5 Penyebabnya

Software
Waspada Penipuan Baru WhatsApp, Dapat Uang dari Like YouTube

Waspada Penipuan Baru WhatsApp, Dapat Uang dari Like YouTube

Internet
2 Cara Membuka HP Xiaomi yang Lupa Kata Sandi atau Pola

2 Cara Membuka HP Xiaomi yang Lupa Kata Sandi atau Pola

Hardware
Ini 4 Penyebab dan Cara Mengatasi Layar HP Gerak Sendiri atau “Ghost Touch”

Ini 4 Penyebab dan Cara Mengatasi Layar HP Gerak Sendiri atau “Ghost Touch”

Hardware
Sony DualSense Edge Wireless Controller untuk PS5 Meluncur, Ini Harganya di Indonesia

Sony DualSense Edge Wireless Controller untuk PS5 Meluncur, Ini Harganya di Indonesia

Hardware
Waspada Penipuan Modus Undangan Pernikahan di WhatsApp, Bisa Curi OTP dan Kuras Rekening Korban

Waspada Penipuan Modus Undangan Pernikahan di WhatsApp, Bisa Curi OTP dan Kuras Rekening Korban

Internet
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.