Salin Artikel

TikTok Jadi Sarana Melihat dari Balik Layar Atlet Olimpiade Tokyo 2020

Penggemar pun berbondong-bondong memberikan dukungan kepada atlet/tim nasional favorit mereka saat bertanding di lapangan. Misalnya dengan melakukan nonton bareng hingga memberikan dukungan moriil di media sosial.

Namun, ada satu yang menarik dalam gelaran lomba olahraga empat tahunan itu kali ini, yaitu demam TikTok. Media sosial garapan ByteDance ini boleh dibilang telah memberikan warna tersendiri dalam gelaran Olimpiade Tokyo 2020 kali ini.

Pasalnya, sejumlah altet yang berlaga di Tokyo 2020 kerap membagikan kesehariannya melalui video di TikTok, saat berada di Olympic Village, wisma tempat 11.000 atlet dari seluruh dunia menetap selama di Tokyo.

Alhasil, penggemar pun bisa mengetahui sisi lain dari para atlet di luar lapangan. Ini menjadi hal baru dalam gelaran Olimpiade Tokyo 2020, sekaligus memberikan pengalaman baru bagi penggemar untuk menonton keseruan di balik layar, para atlet selama mengikuti ajang olahraga bergengsi ini.

Mengingat saat Olimpiade Rio 2016 lalu, TikTok belum lahir dan sepopuler saat ini. Sedangkan pada 2018, IOC mengatur dengan tegas penggunaan media sosial. Kini di Tokyo 2020, panitia membolehkan atlet, ofisial, dsb. membagikan konten non-komersil di media sosial.

Atlet-atlet TikTok pun seolah menjadi bintang TikTok dadakan, mendapat banyak pengikut baru dalam waktu sekejap. Postingan-postingan mereka pun banyak disukai dan sering dijumpai di halaman utama TikTok.

TikTok bukan menjadi satu-satunya media bagi atlet untuk membagikan konten. Sejumlah atlet juga menggunakan platform lama seperti Facebook, Twitter, dan Instagram, untuk mengekspresikan diri.

Pamer medali hingga ponsel edisi khusus

Dari 11.000 atlet yang ada, ada beberapa nama yang populer di TikTok. Misalnya, atlet selam Australia, Sam Fricker. Ia pun terbilang sangat aktif membuat video di TikTok, terkait kesehariannya di Olympic Village.

Mulai dari bersepeda mengelilingi wisma, pamer kasur berbahan kardus di dalam kamarnya, latihan menyelam, hingga menunjukkan makanan favoritnya selama di Olympic Village.

Menurut pantauan KompasTekno, atlet berusia 19 tahun itu kini sudah memiliki 1,1 juta follower dan mendapatkan 38,8 juta like di TikTok.

Didal juga tak segan membuat video TikTok menggunakan efek "Manyun" yang membuat bibir menjadi manyun, bersama rekan sekampung halaman.

Dari Indonesia sendiri, peraih medali emas di cabang olahraga bulu tangkis, Greysia Polii juga terlihat sempat membagikan aktivitasnya di luar pertandingan.

Misalnya, Greysia memamerkan medali emas yang didapatnya, bersama dengan pasangannya di ganda putri, Apriyani Rahayu. Keduanya terlihat berdiri di depan logo Olimpiade yang ada di Olympic Village, sembari menunjukkan medali emasnya.

Ia juga sempat membagikan perjalanannya saat sampai di Tokyo dan saat melakukan latihan dengan salah satu klub Jepang.

"Kita hidup di masa di mana atlet Olimpiade dengan santainya membuat TikTok setelah memenangkan medali emas," tulis salah satu aku mengomentari video Adam Peaty itu.

Ada pula atlet yang membagikan peristiwa lucu saat di Olympic Village. Misalnya, ketika mereka tidak bisa membuka pintu kamarnya, karena gagang pintu yang digunakan di sana berbeda dengan yang lazim negara asalnya.

Atau saat mereka tidak bisa menggunakan kloset duduk Jepang yang terkenal canggih dan dilengkapi banyak tombol.

Sejumlah atlet tak ketinggalan memamerkan goodie bag dari Samsung selaku official partner Olimpiade Tokyo 2020 kali ini. Adapun isi goodie bag itu meliputi sebuah unit ponsel Galaxy S21 5G edisi Olimpiade Tokyo 2020, Galaxy Buds Pro, Charging Case, dan pulpen edisi Olimpiade.

Khususnya, TikTok menjadi media di mana publik bisa melihat kegiatan yang seru atau "fun" dari keseharian atlet selama di Tokyo.

"Anda bisa melihat sisi lain yang lebih ringan dari atlet. Mereka adalah seseorang yang menjalani pengalaman hidup yang luar biasa dan membawa semua penggemar mereka melalui TikTok," kata Hutchinson.

Ia menambahkan, pengguna TikTok menyukai video yang orisinil, seru, lucu, dan apa adanya. Tak heran, bila video seperti berjoget dan bercanda bersama rekan atlet lainnya, atau video keliling wisma Olympic Village yang dibagikan oleh sejumlah atlet, menjadi daya tarik tersendiri di TikTok.

Menurut Hutchinson, rasa "fun" itulah yang menjadi inti identitas TikTok, dan membedakannya dari media sosial lainnya, sebagaimana dihimpun KompasTekno dari BBC, Rabu (4/8/2021).

Bagi para atlet sendiri, TikTok juga menjadi media alternatif untuk menerima dukungan atau feedback dari penggemarnya.

Mengingat, para atlet di Olimpiade Tokyo 2020 harus bertanding di stadion yang kosong, alias tanpa dihadiri penonton, karena pandemi yang masih berlangsung.

https://tekno.kompas.com/read/2021/08/04/17330007/tiktok-jadi-sarana-melihat-dari-balik-layar-atlet-olimpiade-tokyo-2020

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.