Salin Artikel

Loose Change, Video Viral yang Menyebarkan Teori Konspirasi 9/11

Bukan hanya dari mulut-ke-mulut atau terbatas di forum internet, teori konspirasi serangan 9/11 turut dikumpulkan dalam serial film yang terdiri dari tujuh edisi, berjudul Loose Change.

Menariknya, edisi pertama Loose Change yang dirilis pada 2005 dan disutradarai oleh Dylan Avery beredar viral lewat internet sehingga mempopulerkan "gerakan kebenaran (truther) 9/11".

Truther  adalah sebutan untuk kelompok yang mencari penjelasan alternatif dari suatu hal (dalam hal ini serangan 9/11), sebab mereka percaya bahwa kebenaran terkait hal itu disembunyikan dari publik oleh konspirasi yang kuat.

Alasan utamanya ialah karena serial film bergaya dokumenter ini dibuat berdasarkan teori konspirasi yang berkembang populer.

Alih-alih fakta, serial Loose Change diangkat dari teori-teori yang sudah dibantah kebenarannya.

Serial ini, misalnya, menampilkan teori konspirasi yang menyebutkan bahwa pemerintah AS terlibat aktif dalam serangan 9/11.

Salah satunya adalah teori yang menyebut bahwa Pemerintahan George W. Bush yang berkuasa saat itu sudah tahu soal serangan 9/11, tetapi memilih untuk membiarkannya terjadi.

Orang-orang yang menonton Loose Change pun bisa terpikat dan  menjadi percaya dengan teori-teori konspirasi ini.

Mereka menjadi truther yang tidak percaya dengan keterangan resmi pemerintah AS soal 9/11 dan membuat penjelasan sendiri dengan teori konspirasi tak berdasar. 

Keberadaan serial Loose Change melahirkan perlawanan dari pihak lainnya, utamanya yang tak setuju dengan klaim-klaim yang ada di dalam serial ini.

Pihak-pihak yang tak setuju dengan serial Loose Change ini bahkan membuat blog khusus untuk membantah klaim tak masuk akal di serial dokumenter tersebut.

Blog tersebut memiliki URL loosechangeguide.com. Tercatat setidaknya ada 81 kesalahan fatal dan 345 tuduhan yang tak berdasar alias tidak didukung dengan bukti kuat, telah dimasukkan dalam serial Loose Change.

Menariknya, blog ini membahas setiap scene atau adegan di dalam serial Loose Change yang terindikasi memuat kesalahan dan klaim tak mendasar. Penjelasan atau bantahan untuk masing-masingnya kemudian ditambahkan.

Disinformasi viral lewat internet

Sejauh ini, Loose Change yang memiliki enam edisi itu diklaim sudah ditonton oleh lebih dari 100 juta orang sehingga menjadi salah satu dokumenter independen yang paling populer sepanjang masa. Kepopuleran edisi pertama Loose Change ini juga tak lepas dari internet.

Meski media sosial belum menjamur seperti sekarang, dulu, fans serial ini sudah bisa mengunggah video Loose Change ke situs berbagi video seperti Google Video, pesaing YouTube yang sekarang sudah ditutup.

Di sana, video Loose Change yang berisi teori konspirasi itu tersedia gratis secara online sehingga dilihat jutaan kali. Loose Change pun diterjemahkan ke dalam berbagai bahasa.

Dihimpun KompasTekno dari New York Times, Minggu (12/9/2021), tautan menuju video Loose Change antara lain beredar luas melalui e-mail, dari satu orang ke orang lain dan seterusnya.

Dengan popularitas yang didulang Loose Change, Jonathan Kay, seorang jurnalis Kanada yang menulis buku tentang para truther, berpendapat bahwa serial ini berhasil mengubah teori konspirasi dari hobi pasif menjadi aktivitas sosial.

Menurut Kay, teori konspirasi seperti ini tak akan pernah hilang, tidak peduli seberapa kuat teori-teori konspirasi itu dibantah atau diperiksa faktanya (fact check).

Loose Change seakan menjadi contoh atau template untuk video disinformasi yang beredar setelahnya, mulai dari video TikTok tentang child trafficking hingga  posting Facebook soal obat penyembuh Covid-19. 

Seperti Loose Change dulu, sekarang pun banyak klaim palsu yang viral dan mendapatkan engagement tinggi di internet.

Dalam laporan itu, pemerintah AS mengklaim telah mencoba melakukan beberapa skenario untuk mengatasi serangan 9/11 ini, alias tidak membiarkannya terjadi begitu saja.

Komando Pertahanan Dirgantara Amerika Utara (NORAD) dan Badan Penerbangan Federal Amerika Serikat (FAA) telah berkoordinasi untuk menanggapi serangan 9/11. Kala itu disebut sudah ada dua pesawat tempur siaga untuk mencegat pesawat yang tengah dibajak

Namun, NORAD mengatakan, komando perintah untuk menembak jatuh pesawat komersial harus dikeluarkan oleh Otoritas Komando Nasional (sebutan untuk presiden dan menteri pertahanan), bukan NORAD.

Tidak adanya perintah untuk menembak jatuh ini juga disebabkan oleh anggapan NORAD dan FAA yang mengira bahwa kejadian tersebut hanyalah pembajakan biasa.

Mereka tak menyangka bahwa empat pesawat yang dibajak itu akan diubah menjadi "pembajakan bunuh diri yang dirancang untuk mengubah pesawat menjadi 'rudal' untuk menghancurkan target".

Kala itu, NORAD juga belum memiliki protokol keamanan untuk insiden pembajakan pesawat komersil yang diubah menjadi "rudal" penghancur, seperti yang dilakukan kelompok militan pada empat pesawat komersil AS.

"Untuk apa yang akan terjadi pada pagi hari 9/11, protokol yang ada tidak cocok dalam segala hal," tulis laporan.

Di samping itu, hingga kini, belum ada laporan atau penelitian mana pun yang berhasil memaparkan bukti kuat soal keterlibatan pemerintah AS dalam serangan Nine Eleven.

https://tekno.kompas.com/read/2021/09/12/08500037/loose-change-video-viral-yang-menyebarkan-teori-konspirasi-9-11

Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.