Salin Artikel

Internet IndiHome Sering Gangguan, YLKI Minta Telkom Diaudit

Menurut PT Telkom, masalah pada sistem komunikasi kabel laut Jasuka (Jawa, Sumatera, dan Kalimantan) di ruas Batam-Pontianak, menjadi sumber gangguan di layanan fixed broadband (IndiHome) dan mobile broadband (Telkomsel).

Ini bukanlah kali pertama koneksi internet milik Telkom mengalami gangguan di tahun ini. Pada Mei lalu, kabel laut Telkom Jayapura di titik 360 kilometer juga dilaporkan putus. Saat itu, layanan internet milik Telkom di Jayapura dan sekitarnya mengalami gangguan.

Melihat gangguan IndiHome dan layanan Telkom lain yang sering terjadi, Pengurus Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI), Agus Suyatno mengusulkan agar manajemen PT Telkom diaudit.

"Manajemen PT Telkom perlu diaudit. Ini bukan kejadian pertama, jadi gangguan yang menurut kami fatal, bukan terjadi sekali tahun ini," jelas Agus ketika dihubungi KompasTekno.

Tidak hanya tahun ini, tahun lalu setidaknya ada dua kali laporan gangguan layanan internet milik PT Telkom yang tercatat. Pertama terjadi di bulan Juli 2020.

Saat itu, pihak Telkom mengatakan kendala teknis di perangkat transmisi megakibatkan penurunan kualitas layanan di sebagian wilayah. Telkom mengklaim gangguan hanya terjadi lima menit.

Laporan kedua terjadi bulan berikutnya, yakni 13 Agustus 2020. Gangguan diklaim terjadi sekitar 10 menit dan belum diketahui apa penyebabnya.

"Perlu diaudit internal di manajemennya, apakah kemudain ada yang bertanggungjawab atas kesalahan, atau pelayanan yang tidak baik ini," jelas Agus.

Gangguan yang terjadi di bulan September 2021 cukup berlangsung lama. Dari pantauan KompasTekno, setidaknya gangguan dirasakan pelanggan IndiHome sekitar lima hari.

Durasi itu lebih lama dibanding layanan Telkomsel yang diklaim pulih lebih cepat.

Telkom mengklaim layanan Telkomsel kembali normal pada Kamis (23/9/2021). Sementara layanan IndiHome terpantau kembali normal pada Minggu (26/9/2021), menurut situs Downdetector.

Empat kompensasi dari Telkom

Telkom akhirnya menjanjikan empat kompensasi kepada pelanggan IndiHome yang terdampak penurunan kualitas layanan beberapa waktu lalu.

Adapun kompensasi yang diberikan adalah pengunduran batas waktu pembayaran tagihan menjadi tanggal 25 September 2021, dan pembebasan denda.

Telkom juga membuka seluruh saluran channel TV kabel mulai 26 September hingga 15 Oktober 2021, dan diskon tagihan untuk bulan Oktober.

Saat KompasTekno menghubungi layanan pelanggan di nomor 147, disebutkan bahwa potongan harga akan otomatis ditampilkan pada tagihan bulan Oktober.

Adapun besarannya adalah 2/30 dari harga paket. Sebagai contoh, paket 2P (telepon dan internet) 20 Mbps dengan harga berlangganan Rp 315.000 (sebelum PPN), maka diskon yang diperoleh sebesar Rp 21.000.

Vice President Marketing Management Telkom, Eddie Kurniawan mengatakan, besaran kompensasi diatur sesuai segmen pelanggan dan paket yang dipilih.

"Adapun besaran kompensasi sudah diatur sesuai segmen pelanggan dan paket yang dipilih dalam bentuk jaminan Service Level Guarantee (SLG)," kata Kurniawan.

Kurniawan mengimbau pelanggan IndiHome untuk datang langsung ke Plasa Telkom, dan seluruh kanal pelanggan Telkom untuk mendapatkan informasi kompensasi.

https://tekno.kompas.com/read/2021/09/28/18020047/internet-indihome-sering-gangguan-ylki-minta-telkom-diaudit

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.