Salin Artikel

Indonesia Resmi Pesan 42 Pesawat Tempur Rafale

Melalui akun Twitter pribadinya, Parly mencuitkan, "Sudah resmi: Indonesia memesan 42 Rafale."

"Kita mulai hari ini dengan tanda tangan kontrak pertama untuk 6 pesawat," kata Prabowo dalam rekaman suara tersebut. Menurut Prabowo, 36 unit Rafale sisanya akan segera menyusul dalam waktu dekat.

Belum diketahui detail pemesanan 42 pesawat tempur Rafale ini, baik nilai kontraknya hingga jadwal pengirimannya.

Dikutip KompasTekno dari Kontan, selain akuisisi jet tempur Rafale, penandatangan kontrak juga sepaket dengan dukungan latihan persenjataan dari Perancis.

"(Termasuk) dukungan latihan persenjataan dan simulator-simulator yang dibutuhkan," imbuh Prabowo.

Dassault Rafale adalah pesawat tempur multirole bermesin ganda (twin engine). Pesawat ini memiliki ciri khas delta wing (sayap segitiga) dan canard (sayap kecil) di samping kokpit.

Pesawat ini pertama kali diproduksi pada 1992 dan mulai aktif beroperasi di Angkatan Udara Perancis pada 2002.

Dengan bobot lepas landas mencapai 24,5 ton, Rafale mampu memuat bahan bakar sebanyak 4,7 ton internal dan 6,7 ton eksternal.

Jet tempur Rafale mampu melaju dengan kecepatan maksimal 1,8 march atau 750 knot di ketinggian maksimal 15,24 kilometer. Jarak radius tempurnya mencapai 1.850 km dan daya jelajahnya 3.700 km.

Rafale bisa menggotong lebih dari 9 ton senjata pada 14 "cantelan" senjata di sayapnya (13 untuk versi angkatan laut).

Beberapa persenjataan yang bisa dibawa bervariasi, mulai bom, rudal udara-darat, udara-udara, dan persenjataan elektoronik, seperti MICA, Sidewinder, ASRAAM/AMRAAM, rudal darat Apache, AS30L, ALARM, HARM, Maverick, serta rudal anti kapal Exocet/AM39, Penguin 3 dan Harpoon.

Pengganti F-5E/F II Tiger

Nama Rafale sendiri sudah didengung-dengungkan bakal diboyong ke Indonesia, sejalan dengan dipensiunkannya armada pesawat F-5E/F II Tiger milik TNI-AU, pada 2015 lalu.

Selain Rafale, kandidat pengganti F-5E/F II TNI AU antara lain adalah F-16 Block 60 dari Amerika Serikat, Su-35 dari Rusia, Eurofighter Typhoon dari konsorsium Eropa, serta Saab Gripen dari Swedia.

Dassault Rafale sendiri sudah beberapa kali mampir ke Indonesia di pangkalan udara Halim Perdanakusuma, Jakarta, seperti pada 2015 lalu.

Saat itu, Angkatan Udara Perancis sempat mendemonstrasikan kebolehan jet tempurnya itu di langit Halim.

Kemudian pada 2018, Rafale AU Perancis kembali singgah di Halim Perdanakusuma, bersamaan dengan pesawat angkut Airbus A400M yang kabarnya juga diminati oleh pemerintah RI.

Pada 2019, tujuh Rafale Angkatan Laut Perancis melakukan pendaratan darurat di Lanud Sultan Iskandar Muda, Aceh Besar, akibat cuaca buruk.

https://tekno.kompas.com/read/2022/02/10/15290057/indonesia-resmi-pesan-42-pesawat-tempur-rafale

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.