Salin Artikel

Hasil Benchmark Xiaomi 11T dan Uji Daya Tahan Baterainya

Secara hardware, ponsel tersebut ditenagai dengan chipset Dimensity 1200-Ultra, salah satu System-on-Chip (SoC) terkuat dari pabrikan chip Mediatek.

SoC ini dibekali dengan prosesor (CPU) delapan inti (octa core) yang terdiri dari 1x Ultra Core 3,0 GHz, 3x Super Cores 2,6 GHz, dan 4x Efficiency Cores 2,0 GHz, serta pengolah grafis (GPU) Mali-G77 MC9 berkecepatan 866 MHz.

Supaya bisa menunjang performa ponsel, chipset tersebut turut dikombinasikan dengan konfigurasi memori RAM LPDDR4X sebesar 8 GB, serta media penyimpanan UFS 3.1 berkapasitas 256 GB.

Untuk mengetahui kebolehan kombinasi hardware yang ada di Xiaomi 11T, KompasTekno melakukan pengujian kemampuan ponsel (benchmark) terlebih dahulu menggunakan sejumlah platform benchmark populer, yaitu AnTuTu (versi 9), Geekbench (versi 5), 3D Mark, dan PCMark.

Dalam pengujian AnTuTu, Xiaomi 11T mampu menghasilkan skor benchmark keseluruhan mencapai 513.122 poin.

Lalu untuk pengujian Geekbench, skor yang didapatkan ponsel tersebut adalah 849 poin untuk performa single core dan 2.648 poin untuk multi core.

Kemudian untuk pengujian 3D Mark mode "Wild Life", Xiaomi 11T mampu menghasilkan skor 4.199 poin dengan frame rate rata-rata mencapai 25,10 fps.

Sementara itu, untuk pengujian menggunakan PCMark, ponsel ini mampu menghasilkan skor rata-rata sekitar 12.000 poin untuk mode "Work 3.0", serta sekitar 30,000 poin untuk mode "Storage 2.0".

Berdasarkan pantauan KompasTekno, skor benchmark yang dihasilkan Xiaomi 11T ini kurang lebih setara dengan Samsung Galaxy S20 FE, Galaxy A52s 5G, Oppo Reno 6 Pro Plus 5G, Oppo Find X2 Pro, ZTE Nubia Red Magic 6, Vivo X60 Pro, dan lain sebagainya.

Untuk performa sehari-hari sendiri, berdasarkan pengalaman KompasTekno, Xiaomi 11T mampu digunakan untuk kegiatan multi tasking, yaitu membuka sekitar lebih dari 10 aplikasi secara bersamaan, dengan lancar.

Ponsel ini juga terbilang cukup mumpuni untuk mengedit foto dan video, serta memainkan game berat sekelas Genshin Impact, PUBG Mobile, hingga Call of Duty Mobile dengan cukup baik.

Baterai Xiaomi 11T awet?

Usai menguji hardware dengan beragam benchmark, kami juga menjajal dan menelusuri seberapa tangguh baterai 5.000 mAh yang menopang Xiaomi 11T.

Ketika diuji coba menggunakan aplikasi PCMark dengan metode "Work 3.0 battery life", ponsel ini disebut mampu bertahan selama sekitar 12 jam 13 menit dalam penggunaan normal seperti browsing, menonton video, mengedit foto, dan lain sebagainya.

Jika mengacu pada pengujian dan pengalaman KompasTekno sendiri, daya tahan baterai ponsel ini bisa mencapai 14-16 jam lebih dengan penggunaan normal tanpa memainkan game "rakus" resource macam Genshin Impact atau PUBG Mobile.

Artinya, pengguna Xiaomi 11T yang bekerja dari pagi ke sore, dan bahkan hingga malam hari, sepertinya tak perlu repot-repot membawa kabel dan kepala charger yang bisa digunakan untuk mengisi daya perangkat.

Nah, apabila pengguna perlu mengelola daya perangkat, Xiaomi juga menghadirkan fitur Battery Saver yang hadir dalam tiga mode, yaitu Power, Balanced, dan Performance.

Mode Balanced merupakan mode bawaan yang diaktifkan, sementara itu mode Power bisa menghemat baterai sekitar 4 jam lebih lama dari mode Balanced. Di sisi lain, mode Performance justru bakal memangkas daya tahan baterai 1 jam lebih singkat dari mode Balanced.

Daya tahan baterai di mode Performance ini diperpendek lantaran ponsel akan diatur ke mode performa maksimal, sehingga hardware perangkat siap dipakai untuk menjalankan beragam aplikasi berat, seperti bermain game, mengedit video, dan lain sebagainya dengan optimal.

Selain ketiga mode tersebut, ada juga fitur Ultra Battery Saver yang bisa memperpanjang daya tahan perangkat hingga 60 jam lebih, asumsi jika baterai ponsel tersisa sekitar 70 persen. 

Meski demikian, fitur-fitur ponsel dan aplikasi yang bisa digunakan akan dibatasi. Di mode ini, pengguna hanya bisa menggunakan aplikasi komunikasi macam WhatsApp, aplikasi telepon, SMS, kontak, dan lain sebagainya.

Di samping itu, tingkat kecerahan perangkat juga dibatasi dan wallpaper ponsel akan dibuat menjadi warna hitam secara otomatis.

Ketika baterai 5.000 mAh di Xiaomi 11T ini habis, pengguna juga tak perlu menunggu lama untuk membuat baterai perangkat penuh. Pasalnya, ponsel ini mendukung pengisian cepat dengan teknologi Xiaomi HyperCharge berdaya 67W melalui konektor USB tipe-C.

Dengan teknologi ini, Xiaomi mengeklaim baterai ponsel tersebut bisa diisi dari 0-100 persen dalam 36 menit, dan berdasarkan pengalaman KompasTekno, waktu pengisian dari 0-100 persen sendiri memang membutuhkan waktu berkisar 30-40 menit.

Nah, dengan berbagai pengujian benchmark ini,bisa kami simpulkan bahwa Xiaomi 11T merupakan perangkat flagship dari Xiaomi yang bisa diandalkan dan dibawa-bawa untuk menemani kegiatan sehari-hari, terlebih jika Anda merupakan seorang pekerja kantoran.

Pasalnya, pengisian daya perangkat secara penuh hanya membutuhkan waktu sekitar 30 menit. Selain itu, baterai 5.000 mAh tadi juga kuat menemani pengguna sekitar 12 jam lebih untuk penggunaan normal.

Dengan banderol Rp 6 juta dan kemampuan hardware yang ditawarkan tadi, Xiaomi 11T juga bisa dibilang merupakan perangkat mumpuni yang bisa digunakan untuk berbagai kebutuhan pengguna, mulai dari multi tasking, mengedit foto dan video, browsing, dan masih banyak lagi.

https://tekno.kompas.com/read/2022/02/12/18450087/hasil-benchmark-xiaomi-11t-dan-uji-daya-tahan-baterainya

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.