Salin Artikel

Rusia Disebut Pakai Influencer TikTok untuk Sebar Propaganda

Kabar terbaru, pemengaruh (influencer) TikTok asal Rusia disebutkan telah dibayar untuk menyebarkan video propaganda di TikTok, yang berisi narasi pro-Rusia dalam konteks invasi Rusia ke Ukraina.

Kampanye propaganda Pro-Kremlin tersebut disebutkan mulai diluncurkan pada awal saat invasi dilancarkan dan melibatkan influencer TikTok kelas atas Rusia. Hal ini terungkap dari investigasi outlet media Vice News baru-baru ini.

Menurut hasil investigasi, kampanye propaganda pro-Rusia ini dikoordinasikan melalui saluran (channel) Telegram rahasia, yang diketahui dibuat sejak tahun lalu, dan dilaporkan dijalankan oleh admin anonim yang mengaku kepada Vice sebagai seorang jurnalis.

Di saluran Telegram itu, admin anonim itu menjabarkan persyaratan, target view minimum, serta tanggal dan waktu posting video TikTok yang mesti diikuti iinfluencer untuk berpartisipasi dalam kampanye pro-Kremlin tersebut.

Di saluran Telegram itu pula, admin memberikan detail informasi soal audio, emoji, serta teks apa yang harus digunakan pada video propagranda tersebut.

Pada Senin (7/3/2022), TikTok memutuskan untuk membatasi pengguna di wilayah Rusia dalam membuat konten.

Pengguna TikTok di sana kini tidak bisa mengunggah konten baru dan menyiarkan siaran langsung (live streaming) melalui akun TikTok-nya hingga waktu yang belum ditentukan.

Tak habis akal, admin anonim di saluran Telegram rahasia itumemberikan kiat-kiat untuk menghindari pembatasan dari TikTok tersebut. Sehingga video propaganda masih terus berjalan.

Namun, tak berselang lama atau tepatnya pada Rabu (9/3/2022), Vice melaporkan bahwa saluran Telegram sebagai tempat koordinasi itu tiba-tiba ditutup.

Detail tentang kampanye, serta semua konten lain dari saluran dihapus dari seluran Telegram tersebut, pada Rabu malam setelah Vice menghubungi admin.

Sebelum resmi ditutup, Vice melaporkan saluran Telegram itu sudah memiliki lebih dari 500 anggota.

Video propaganda influencer TikTok

Salah satu kampanye propaganda yang dibuat pertama kali ditemukan oleh fotografer Ukraina Christina Magonova. Ia membuat kompilasi video di mana sejumlah influencer TikTok populer mengunggah video dengan isi narasi yang sama.

Narasinya adalah mencoba membenarkan invasi Rusia ke Ukraina, dengan dalih bahwa Ukraina melakukan genosida terhadap warga berbahasa Rusia di wilayah Donbas selama delapan tahun terakhir.

Narasi yang digunakan influencer tersebut sejalan dengan narasi yang digunakan oleh Kremlin bahwa Ukraina melakukan “genosida” terhadap penduduk berbahasa Rusia di Donbas. Hal ini jugalah yang digunakan Rusia sebagai pembenaran untuk invasi ke Ukraina.

Influencer yang ikut serta dalam kampanye tersebut dilaporkan di antaranya ada Viktoriya Fomina (1,8 juta follower), Fentazi90 (1,2 juta follower), dan Roldozzer dan Kirill Felix (masing-masing 1,4 juta follower).

Sayangnya, tidak diketahui berapa banyak influencer ini dibayar. Menurut Vice, tidak ada satupun dari influencer tersebut yang mau memberikan komentarnya.

Dibayar berapa?

Jumlah uang yang dibayarkan kepada influencer untuk mengunggah video dengan narasi yang mendukung Rusia dalam perang Rusia-Ukraina tidak diungkapkan di saluran Telegram tersebut.

Pun tidak diketahui siapa sponsor yang membayar influencer TikTok asal Rusia untuk menyebarkan video propaganda pro-Rusia dalam perang Rusia -Ukraina tersebut.

Namun, ketika mendaftar untuk berpartisipasi dalam kampanye, influencer diminta untuk menyebutkan rate card (harga) miliknya. Lalu, admin pun memilih influencer dengan harga yang "paling menguntungkan".

Influencer Rusia lainnya memperkirakan nayaran yang terima influencer yang berpartisipasi dalam kampanye propaganda itu angkanya berkisar antara 2.000 rubel hingga 20.000 rubel (sekitar Rp 217.000 hingga Rp 2,1 juta) per unggahan.

“Sejauh yang saya tahu, mereka membayar sedikit, hingga 20.000 rubel,” salah satu influencer TikTok Rusia yang identitasnya tidak dipublikasikan untuk melindungi mereka, kepada VICE News.

“Syaratnya adalah cepat posting video dalam satu hari. Tugas ini dilemparkan ke grup di Telegram," tambah dia, sebagaimana dihimpun KompasTekno dari Vice News, Senin (14/3/2022).

Ketika ditanyai Vice, TikTok sendiri tidak mengomentari soal adanya kampanye terkoordinasi berisi narasi pro-Rusia di platformnya. Selain itu, menurut Vice, sulit untuk menilai seberapa sukses kampanye ini, karena kurangnya transparansi dari platform.

https://tekno.kompas.com/read/2022/03/14/11310067/rusia-disebut-pakai-influencer-tiktok-untuk-sebar-propaganda

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.